HELOINDONESIA.COM - Yenny Wahid santer dikabarkan akan menjadi cawapres Anies Baswedan untuk Pilpres 2024. Nama putri mantan Presiden Gus Dur, dimunculkan Nasdem sebagai bakal calon wakil presiden Anies.
Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno menanggapi beredarnya kabar Yenny Wahid digadang-gadang bakal diduetkan dengan Anies.
Menurut Adi, dari pernyataannya, Yenny Wahid telah menolak secara halus tawaran dari Nasdem untuk menjadi cawapres pendamping Anies Baswedan.
Adi mengungkapkan, Yenny secara blak-blakan menyatakan bahwa terkait values (nilai-nilai) politik yang dijalankannya dengan Anies berbeda.
Baca juga: Disinyalir jadi Tempat Pesta Narkoba, Lahan Aset Sarana Jaya di Kampung Bali jadi Hutan Belantara
“Yenny juga menyebut mungkin Anies punya values yang berbeda, harus diakui values Anies soal kemenangannya di Pilkada 2017, soal isu agama, dan bapak politik identitas, sampai sekarang susah untuk dibasuh dosa-dosa politiknya,” ujar Adi, Selasa (11/7).
Tidak hanya Yenny, Adi mengungkapkan, Menko Polhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mertasa tidak nyaman jadi cawapres Anies.
“Mahfud MD juga menolak langsung secara keras. Khofifah menolak dan tidak nyaman jadi pendamping Anies. Terakhir Yenny Wahid,” kata dia.
Baca juga: Minyak Zaitun Vs Minyak Bunga Matahari: Mana yang Lebih Sehat?
Dia menyarankan, agar Anies memiliuh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono jadi bakal cawapresnya. Apalagi Demokrat adalah salah satu partai pendukung Anies.
"Nasdem dan Anies lebih cenderung ke Yenny Wahid karena, posisi Demokrat dan AHY kurang diperhitungkan. Padahal saat ini AHY, elektabilitas lebih tinggi dari Mahfud dan Yenny,” pungkasnya.