PDIP Terlalu Baik, Jokowi Menang Banyak Lalu Sikapnya Bikin Partai Banteng Kelimpungan

Senin, 31 Juli 2023 13:46
Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri dalam satu pertemuan. (foto: tangkapan layar tangkapan layar

HELOINDONESIA.COM - Presiden Jokowi adalah kader PDIP. Dia menjadi Presiden karena secara formal didukunga oleh PDIP. Jokowi berkali-kali menikmati dukungan PDIP. Berkali-kali juga sukses. Jokowi banyak menang.

Bahkan dukungan telah dinikmati Jokowi sejak maju untuk Pilwalkot Solo. Dua periode Jokowi terpilih berkat dukungan penuh PDIP.

Kemudian berlanjut saat maju untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Padahal, saat itu periode kedua Jokowi untuk Wali Kota Solo belum berakhir. Jadilah Jokowi maju jadi calon gubernur DKI Jakarta.

Jokowi duet dengan Ahok, Basuki Tjahaja Purnama, memenangi Pilgub DKI 2012, berkat dukungan penuh PDIP dan Gerindra. Namun, Jokowi hanya memimpin DKI Jakarta hanya du tahun.

Baca juga: Di Depan Purnawirawan TNI/Polri, Ganjar Sebut Kalau Pendapatan Negara Besar, Pertahanan Negara Pasti Kuat

Sebab, pada 2014, Jokowi kembali didukung PDIP maju ke gelanggang Pilpres 2014. Saat itu PDIP berkoalisi dengan beberapa parpol. Jokowi berpsangan dengan Jusuf Kalla mampu mengalahkan calon kuat Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Jokowi-JK memenangi Pilpres 2019. Duet ini bertahan penuh lima tahun, lantas pecah kongsi. Sebab, Jokowi melaju ke Pilpres 2019 berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin.

Dalam perjalanan politik tersebut terlihat betapa PDIP dengan sangat baik mendukung penuh Jokowi dalam setiap tapak dan tahap pemilihan. Bahkan boleh dikata PDIP terlalu baik kepada Jokowi, karena dia masih belum menyelesaikan jabatan wali kota Solo sudah dibawa ke Jakarta untuk ikut Pilgub DKI.

Baca juga: Resmikan Sodetan Ciliwung, Jokowi Sebut Penanganan 13Sungai Baru Kurangi 62 Persen Banjir di DKI Jakarta

Lantas, baru dua tahun menjadi Gubernur DKI, oleh PDIP diajukan sebagai calon presiden (capres) untuk Polpres 2014. PDIP kembali memberinya karpet merah, memanjakan Jokowi hingga bisa menduduki kusrsi kepresidenan dua periode.

Sikap baik PDIP terhadap Jokowi berlanjut. Sebab, PDIP memberikan karpet merah anak dan menantu Jokowi untuk jabatan Wali Kota. Menantu Jokowi, Bobby Nasution  diberi kesempatan oleh PDIP maju ke Pilwalkot Medan. Bobby sukses menduduki kursi Wali Kota Medan.

Demikian juga anak Jokowi, Gibran Rakabuming, dia oleh PDIP diberi fasilitas untuk maju ke Pilwalkot Surakarta (Solo). Dengan kebaikan PDIP itu, Gibran naik ke kursi Wali Kota Solo.

Baca juga: Inilah Tiga Klub Bola Jawa Timur yang Terperosok di Pusaran Zona Degradasi Klasemen Sementara Liga 1 2023/2024

Padahal saat itu, sudah ada sosok yang siap maju jadi calon wali kota, yakni Achmad Purnomo, sebelumnya Wakil Wali Kota Solo dua periode, di masa Wali Kota FX Rudyatmo.

Karena di Solo yang kendang PDIP, ibaratnya jabatan Wali Kota Solo sudah di depan mata Achmad Purnomo. Namun, ternyata Gibran juga ingin maju. Achmad Purnomo sempat ke Istana. Yang pasti adalah Gibran yang maju jadi calon wali kota dari PDIP.

Sepertinya, PDIP sangat memanjakan Jokowi, hingga kader yang sudah lama mendambakan karirnya, harus dikalahkan karena Gibran Rakabuming maju jadi calon wali kota.

Baca juga: Gudang Wedding Organizer Ludes Terbakar di Labuhanratu

Dan Gibran akhirnya menang, seperti banyak diprediksi. Saat itu banyak orang bilang, di Solo siapa pun yang maju menjadi calon, pasti menang kalau didukung PDIP.

Bobby menang, Gibran menang, maka Jokowii  makin menang banyak. Sebelumnya sudah menang banyak di tingkatan Wali Kota, Gubernur, dan Pilpres.

Kini saat masanya untuk pergantian kepemimpinan nasional, PDIP mengajukan Ganjar Pranowo, tentunya menghadapkan pengertian Jokowi untuk mensukseskan jagoan partai banteng.

Baca juga: Mau Ganti Ponsel Punya Budget 2 Jutaan? 5 HP Xiaomi Berikut Ini Mungkin Bisa jadi Pilihan Anda

Nyatanya, Jokowi tidak serta merta seperti yang diharapkan, dia tampak punya agenda sendiri. Banyak pengamat mengatakan, Jokowi lebih mendukung Prabowo Subianto, hingga media Singapura menyebutkan, Jokowi cenderung mendukung Prabowo.

Bahkan perilaku anak-anaknya, juga membingungkan PDIP, bahkan terlihat menjengkelkan lingkaran teras Partai banteng moncong putih. PDIP dibuat kelimpungan. Adian Napitupulu sampai bertanya, bapak dukung capres siapa?

Wali Kota Gibran malah asyik-asyik berdekatan dengan Prabowo di Solo. Kemudian, anak Jokowi yang lainnya, Kaesang Pangarep terlihat mengenakan kaos bertuliskan Prabowo.

Baca juga: Tidak Bisa Tidur Nyenyak? 4 Tanaman Herbal Ini Ampuh Mengatasi Gejala Insomnia Loh

Sampai akhir Juli, Jokowi masih bermanuver, seperti terlihat saat menonton sepakbola Timnas Indonesia vs Argentina di Stadion Utama GBK Senayan. Ketiganya duduk berdampingan di tribun utama. Lantas, yang di Pindad Malang, Jokowi memperlihatkan kedekatannya dengan Prabowo dan Erick Thohir.

Jokowi menikmati pemandangan itu. Dia menjadi orang paling enak di tengah beratnya para kader parpol berjuang untuk mengangkat partainya guna meraih kemenangan.

Termasuk PDIP yang sedang jungkir balik berjuang untuk pemilu para calegnya dan juga di Pilpres, Jokowi terlihat menikmati pemandangan politik yang begitu keras. (*)

(Winoto Anung)

Berita Terkini