LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila menilai kampusnya tidak imparsial atau tidak netral lagi. Pembicara yang berbeda pandangan dengan penguasa ditolak sedangkan dua menteri yang juga politikus malah diberi panggung tak perlu imparsial.
"Kami kecewa dengan pihak rektorat Unila dan dekanat FEB yang ternyata tak imparsial, bahkan memberikan panggung kepada Men-BUMN Erick Thohir dan Menperindag Zulkifli Hasan (Zulhas)," kata Gubernur BEM FAB Unila Unila Muhammad Reza Pratama.
Kebetulan, Panitia Dies Natalis Unila dari FAB, yang dekan dan wakil dekannya sangat menentang sekali kegiatan diskusi publik yang menghadirkan Rocky Gerung dkk pekan lalu.
Baca juga: Pemprov Lampung Lakukan Upaya Pencegahan dan Penanganan Karhutla
Padahal tugas universitas adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan melarang mahasiswa untuk cerdas dari segala sumber pikiran. "Apakah sekarangg Unila sudah menggiring mahasiswa untuk proterhadap pemerintah," katanya.
Eric Thohir dan Zulkifli Hasan rencana akan memberikan kuliah umum dengan tema " Mahasiswa Unggul Dan Kompetitif untuk Indonesia Emas 2024" akan dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG ) Unila, Rabu (20/09/2023).
"Apakah sekarang Unila sudah menggiring kami untuk pro terhdapat pemerintah atau bahkan mengupayakan kami supaya tidak menjalankan peran mahasiswa," tanyanya lewat Helo Indonesia Lampung.
Baca juga: Iko Uwais Membintangi Film Expendables 4, Cek Jadwal Tayangnya di Indonesia
"Dewan dan wakil dekan FAB Unila sangat menentang kegiatan kami kemarin. Padahal tugas universitas mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan melarangg mahasiswanya untuk cerdas dari segala sumber," tutup Rheza.
Eric Thohir dan Zulhas rencana akan memaparkan pemikirannya lewat kuliah umum bertajuk "Mempersiapkan Mahasiswa Unggul dan Kompetitif untuk Indonesia Emas 2024" dalam rangka Dies Natalis ke-58 Unila.(Wildan)