HELOINDONESIA.COM - Mereka yang mengalami gangguan tidur atau tidur tidak pernah tepat waktu, biasanya mengalami gangguan insomnia.
Gangguan tidur ini ditandai dengan kesulitan untuk tidur, sulit untuk tetap tertidur, atau bangun terlalu pagi dan tidak bisa tidur kembali.
Insomnia bisa bersifat sementara (akut) atau kronis, tergantung pada durasi dan frekuensinya.
Mengatasi penyebab mendasar, seperti mengurangi stres atau mengubah kebiasaan tidur, bisa membantu mengurangi insomnia.
Mereka yang mengalami gejala insomnia di antaranya kesulitan tertidur di malam hari atau bisa juga sering terbangun di malam hari atau bangun terlalu dini.
Baca juga: Jadwal dan Live Streaming Liga Champions 2024-2025 : Slovan Bratislava vs Manchester City
Insomnia bisa dialami oleh mereka yang merasa lelah meskipun sudah tidur semalaman.
Rasa kantuk di siang hari, mudah lelah, atau sulit berkonsentrasi.
Mereka juga bisa karena mengalami gangguan suasana hati, seperti mudah marah atau cemas.
Insomnia adalah gangguan tidur di mana seseorang kesulitan untuk tidur atau tetap tertidur.
Penyebab insomnia bervariasi dan dapat bersifat fisik, psikologis, atau lingkungan.
Berikut adalah beberapa alasan umum mengapa seseorang mengalami insomnia:
Pertama, stres dan kecemasan.
Pikiran yang sibuk, kekhawatiran, atau tekanan emosional dapat membuat otak tetap aktif, sehingga sulit untuk rileks dan tidur.
Baca juga: Targetkan Tiga Besar, 164 Orang Kontingen Sumut Ikuti Peparnas XXVII Solo
Kedua, kondisi medis.
Beberapa kondisi kesehatan seperti nyeri kronis, asma, diabetes, atau gangguan tiroid dapat mengganggu tidur.
Ketiga, gaya hidup.
Konsumsi kafein, nikotin, atau alkohol sebelum tidur dapat mengganggu pola tidur. Pola tidur yang tidak teratur juga bisa berkontribusi.
Keempat, penggunaan teknologi.
Terpapar cahaya biru dari layar ponsel atau komputer sebelum tidur dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur.
Kelima, gangguan mental.
Depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan bipolar sering dikaitkan dengan masalah tidur.
Keenam, perubahan lingkungan atau rutinitas.
Baca juga: Mahasiswa Petra Surabaya Tewas Jatuh dari Lantai 12 Kampus, Masih Misteri
Perpindahan tempat tinggal, pekerjaan shift, atau perubahan besar dalam rutinitas sehari-hari dapat mengganggu ritme sirkadian, jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun.
Ketujuh, obat-obatan.
Beberapa obat, seperti antidepresan, obat tekanan darah, dan stimulan, dapat menyebabkan insomnia sebagai efek samping.
Kedelapan, kurang aktivitas fisik.
Tidak cukup bergerak atau berolahraga sepanjang hari dapat menyebabkan tubuh tidak merasa lelah saat malam hari.
