TEMANGGUNG, HELOINDONESIA.COM - Ritual penggantian Songsong Djojonegoro menjadi satu tradisi ikonik dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Temanggung. Pada peringatan Hari Jadi ke-190 atau 10 November 2024 Kabupaten Temanggung, tradisi tersebut kembali dilaksanakan meskipun dengan cara sederhana.
Dilaksanakan pada Sabtu (9/11/2024) malam, kegiatan songsong atau payung ramai dihadiri oleh masyarakat Temanggung.
Baca juga: Pagelaran Ragam Seni Budaya Rembang Pukau Pengunjung di TMII
Penjabat (Pj) Bupati Hary Agung Prabowo bersama Forkopimda beriringan bersama menuju makam bupati pertama Temanggung Raden Tumenggung Ario Djojonegoro yang berlokasi tidak jauh dari Pendopo Pengayoman, tepatnya di belakang Masjid Agung Darussalam.
Sesuai dengan tradisi yang berjalan, Hary Agung mengganti songsong lama yang tertancap di atas makam Adipati Djojonegoro dengan songsong baru, sedang Ketua DPRD mengganti songsong Nyai Djojonegoro dengan yang baru.
Pj bupati menjelaskan, kegiatan pergantian songsong sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun ini kita lakukan secara sederhana, karena bertepatan dengan kegiatan Pilkada, sehingga acaranya berbeda dengan tahun kemarin. Yang pasti, tidak mengurangi nilai historis kita," tandas Hary Agung seperti dilansir mediacenter.temanggung.go.id, Minggu 10 November 2024.
Kegiatan penggantian songsong ditutup dengan kegiatan tahlil yang dilaksanakan bersama masyarakat di serambi Masjid Agung Darussalam.
Tradisi penggantian songsong yang merupakan Calendar of Event Temanggung ini, sebagai penanda bahwa masyarakat Temanggung tidak melupakan sejarah kepemimpinan yang menjadi asal muasal pembentukan Pemerintahan Kabupaten Temanggung.
“Kegiatan penggantian songsong merupakan tradisi paling sakral di rangkaian Hari Jadi Kabupaten Temanggung. Selanjutnya tahlil bersama, mendoakan para arwah bupati Temanggung terdahulu yang pernah berjasa membangun kabupaten ini berjaya, hingga saat ini,” tambah Pj bupati. (Aji)
