Helo Indonesia

Jenis-jenis Minyak Esensial Lokal dan Impor yang Bisa jadi Bahan dalam Seni Meracik Aromaterapi

M. Haikal - Ragam
Selasa, 10 Desember 2024 20:24
    Bagikan  
Meracik Aromaterapi
Foto: ist

Meracik Aromaterapi - Workshop Meracik Aromaterapi yang digelar di Orange Grove Pantai Indah Kapuk pada pekan kemarin.

HELOINDONESIA.COM - Aromaterapi merupakan metode pengobatan atau terapi yang menggunakan aroma atau wewangian dari minyak esensial.

Manfaat dari aromaterapi ini untuk meningkatkan kesehatan fisik, emosional, dan mental.

Sementara minyak esensial tersebut diekstrak dari berbagai bagian tumbuhan, seperti bunga, daun, kulit kayu, akar, atau buah, yang memiliki khasiat terapeutik.

Dalam dunia spa, terdapat seni meracik aromaterapi. Jadi peracikan aromaterapi bukan sekadar praktik pencampuran biasa. Selain harus mengenal jenis minyak esensialnya, pencampuran ini harus memiliki keterampilan tersendiri.

Praktisi aromaterapi Ir. Dian SS Maulana Said dalam workshop Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF 2024) yang digelar selama tiga hari pada tanggal 6,7 dan 8 Desember 2024 di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 memaparkan seni peracikan aromaterapi dan apa saja alat yang mesti digunakan.

Baca juga: WhatsApp Rilis Meta AI, Bisa Jawab Pertanyaan Apa Saja dan Ciptakan Gambar

Menurut Dian SS, peracikan aromaterapi merupakan pencampuran minyak atsiri pada perawatan spa. Cara pemakaiannya bisa dengan dihirup (inhalasi), diteteskan pada tungku pemanas/diffuser, ditambahkan pada minyak pijat, diteteskan pada bak berendam tubuh dan kaki.

“Bisa juga ditambahkan pada produk perawatan tubuh dan wajah, dicampurkan ke dalam air hangat untuk dikompres dengan handuk lembab pada tubuh,” jelas Dian SS.

Dikatakan Dian, aromaterapi merupakan terapi dengan menggunakan aroma dan dapat dilakukan melalui kulit atau penciuman.

Sementara minyak atsiri atau essential oil adalah ekstrak pekat dari bagian tumbuhan atau tanaman dan diperoleh melalui suatu proses.

Baca juga: Tertinggi se-Banten, Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Badan Publik Informatif Kalahkan Kabupaten/Kota Lainnya

“Bagian tumbuhan yang diekstrak dapat berupa akar, daun, batang, bunga, kulit, buah, biji, dan rimpang yang mengandung beberapa senyawa yang berpotensi untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh,” paparnya.

Berikut beberapa jenis minyak atsiri khas Indonesia, di antaranya kayu cendana, nilam, kenanga, pala, kayumanis, akar wangi, cengkeh, melati, adas, jahe, sereh, dan minyak kayu putih.

Sementara jenis minyak atsiri negara lain secara umum adalah lavender, chamomile, rosewood, neroli, bergamot, geranium, rosemary, tea tree, clary sage cypress, dan eucalyptus.

Beberapa minyak atsiri yang disebutkan di atas masih membutuhkan minyak dasar yang digunakan sebagai pengencer.

Baca juga: 31 Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXI LAN Dorong Pemerintah Perkuat Kebijakan Ekonomi Masa Depan

Minyak atsiri tersebut dapat meliputi minyak jojoba, minyak zaitun (Olive oil), minyak kelapa (Coconut Oil), minyak jagung (Corn oil), minyak kedelai (Soya oil), minyak biji bunga matahari (Sunflower oil), minyak Kanola (Canola oil), dan minyak biji anggur (Grapeseed oil).

Dalam proses peracikan, perlu diidentifikasikan dahulu kebutuhan aromaterapi sesuai dengan menu layanan perawatan, ruangan, peralatan.

Sementara perlengkapan meracik disiapkan meliputi antara lain pencahayaan ruangan, ventilasi udara, dan suhu ruangan.

“Bahan aromaterapi disiapkan untuk tujuan apa dulu? Relaksasi, rejuvenasi, dan revitalisasi sesuai dengan menu layanan perawatan,” papar Dian SS.

Menurut Dian, bahan aromaterapi meliputi minyak atsiri, minyak dasar (base/carrier oil), dan potpourri.

Baca juga: Pengacara AS yang Gelapkan Uang Keluarga Korban Jatuhnya Lion Air JT 610, Dituntut 14 Tahun Penjara

“Takaran dan jenis bahan aromaterapi ditentukan sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan peracikan aromaterapi diproses sesuai dengan prosedur dan pedoman keamanan,” paparnya.

Namun demikian lanjutnya, bagi pelanggan spa perlu diperhatikan kontra indikasi dan kepekaan terhadap jenis minyak atsiri yang diidentifikasi sesuai dengan hasil analisis kondisi.

Setelah itu, menyiapkan proses meracik minyak atsiri. Hasil racikan ditempatkan pada wadah sesuai dengan prosedur perusahaan.

Wadah yang digunakan untuk menyimpan racikan aromaterapi yaitu material kaca yang gelap, botol aluminium untuk mencegah penguapan dan perusakan.

Baca juga: PR Pertama Mirza-Jihan Jadi Kepala Daerah, Jeritan Petani Singkong

Cara menyimpan minyak atsiri antara lain penyimpanan dalam bejana gelas yang berwarna gelap, ditutup rapat, disimpan di tempat kering, sejuk, dan jauh dari jangkaun anak kecil serta menghindari panas matahari secara langsung.

“Jangan lupa juga label yang ditempelkan pada wadah harus mencantumkan ukuran, cara penggunaan, dan masa berlaku,” tandasnya.

Umumnya, alat peracikan untuk aromaterapi berupa gelas ukur, pipet tetes, botol, amber, label, penanda, base oil, essential oil pure.