HELOINDONESIA.COM -Kesehatan sebuah keluarga tergantung dari peran peranan seorang ibu atau perempuan.
Perempuan dalam sebuah keluarga
menjadi isu sentral dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
"Kenapa? Karena dari keluarga-keluarga yang sakinah, keluarga-keluarga yang sejahtera dengan sendirinya tercipta, misalnya desa-desa yang sejahtera, aman, tentram damai," ujar aktivis perempuan Prof Dr Masyitoh Chusnan seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (16/1/2025).
Dengan desa-desa yang sejahtera, pada saatnya nanti akan menuju kepada negara yang adil dan makmur.
Baca juga: Premier League 2024-2025 : Manchester United vs Southampton, Dimulai Pukul 03.00 WIB
"Nah ini maka bermula dari keluarga. Keluarga-keluarga Indonesia itu rusak, jika kaum perempuannya rusak. Nah di sini maka keluarga menjadi isu sentral. Masyarakat yang baik pasti dihuni oleh keluarga yang baik pula. Jadi masyarakat yang baik dihuni oleh keluarga-keluarga yang baik pula," papar Prof Masyitoh.
Lebih lanjut dikatakan Prof Masyitoh, keluarga sebaiknya merupakan tempat yang paling nyaman bagi seluruh anggotanya.
"Jangan sampai keluarga itu menjadi neraka bagi anggota keluarganya yang ada di dalam rumah itu. Misalnya terjadi keributan. Di rumah itu saling beda pendapat. Boleh saja. Tapi di situ tentu ada saling memahami," jelasnya.
"Saya selalu mengangkat bahwa keluarga yang nyaman bagi seluruh anggota keluarganya ibarat rumahku adalah surgaku," tambah Prof Masyitoh.
Baca juga: Jadi Langganan Banjir, Warga Kendal Minta Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Bisa Berikan Solusi
Ketika anggota keluarga pulang ke rumah akan merasa nyaman, tentram, bisa istirahat, bisa tidur nyenyak, bisa beraktivitas positif dan saling menolong, membantu, mengingatkan.
"Ini keluarga yang menjadi idaman untuk setiap orang," tukasnya
Dikatakan Prof Masyitoh, mendidik dan mendampingi anak selain sebagai bentuk tanggung jawab juga merupakan kebutuhan bagi para orang tua.
"Mengapa keluarga itu menjadi kebutuhan bagi para orang tua? Mengapa anak-anak menjadi kebutuhan juga bagi orang tua? Karena kalau kita tidak punya anak alangkah sepinya. Tidak ada yang menghibur kita, tidak ada yang merawat kita," jelasnya.
Baca juga: Dosen USM, Dr Rohmini Dikukuhkan Jadi Sekretaris Dewan Pakar DPP PPI
Keluarga jug punya tanggung jawab agar putra-putrinya menjadi anak-anak yang sehat jasmani dan rohani
"Saya tekankan sehat jasmani dan rohani. Jasmani saja sehat tapi rohaninya tidak, itu akan membawa malapetaka. Rohaninya saja bagus tetapi jasmani yang tidak sehat juga tidak bisa berbuat apa-apa," tambahnya.
Ditegaskan Prof Masyitoh, jasmani dan rohani manusia itu ibarat mata uang yang punya dua sisi.
"Dua sisi itu punya peran yang sama. Oleh karena itulah maka ketika kita memperhatikan salah satunya saja. ibaratnya manusia itu bermata satu. Jadi tidak bisa berbuat optimal. Karena itu jasmani dan rohani sangat penting dalam menjaga kesehatan keluarga," tandasnya dalam webinar Peran Perempuan, Kesehatan dan Pendidikan Menuju Indonesia Unggul.
