JAKARTA,HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 15 orang tewas dan 88 mengalami luka dalam tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek KA (kereta api), di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
"Seluruh korban kecelakaan KA sudah dibawa ke RS Bhayangkara guna menjalani proses identifikasi (antemortum)," kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Brigjen dr. Prima Heru Yulihartono kepada wartawan, pada Selasa (28/4/2026) di Jakarta.
Polri menyampaikan duka cita yang mendalam, kepada seluruh keluarga korban atas musibah kecelakaan KA tersebut.
“Saat ini proses identifikasi masih terus berjalan. Kami bekerja sama dengan tim dari Pusident Polri, Polda Metro Jaya, Polres, dan Mabes Polri untuk mempercepat proses identifikasi terhadap para korban,” jelasnya.
Baca juga: FGD Banjir, Emosi Eva Meledak dan Tunjuk-Tunjuk Kepala BBWS Bohong
Brigjen Prima menerangkan, proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data antemortem dari keluarga korban dengan data postmortem dari jenazah.
"Setelah seluruh data terkumpul, tim akan melakukan rekonsiliasi untuk memastikan kecocokan data dan menetapkan identitas korban secara resmi," ujarnya.
Ia juga mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan belum melapor agar segera datang ke Posko Antemortem di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri.
Keluarga diminta membawa dokumen atau data pendukung, seperti foto korban yang memperlihatkan kondisi gigi, dokumen identitas, ijazah, atau dokumen lain yang memuat data sidik jari.
Terkait kendala, ada beberapa jenazah yang saat pemeriksaan awal belum langsung keluar identitasnya. Hal ini masih kami dalami melalui pemeriksaan lanjutan.
"Karena ada beberapa jenazah yang mengalami kerusakan pada bagian tubuh tertentu, sehingga memerlukan pemeriksaan lebih mendalam," ucapnya.
