LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Kelahiran Jakarta 14 November 1995 ini bukan pewaris kerajaan bisnis keluarga. Dia cuma pewaris spirit maju terus pantang mundur, atau dalam peribahasa Jawa, "rawe-rawe rantas, malang-malang putung", per harfiah, tumbuhan menjulur harus dibabat habis dan yang halangi jalan harus dipatahkan. Dari sang ayah; seorang pedagang jam tangan, 'mentor' bisnis pertamanya.
Kisah inspiratif young-entrepreneur miliarder Rico Huang ini bermula saat dia belia, masih kelas 6 SD, rumah keluarganya di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengalami kebakaran. Rico, ayah ibu, dan tiga saudara kandungnya pun terpaksa harus mengungsi di kediaman kerabatnya, sementara waktu.
Habis banyak buat rehab rumah, sang ayah yang cuma seorang pedagang jam tangan itupun menyerah. Sang ayah bilang, "uang sudah habis". Dengan berat hati dia sampai meminta Rico cari uang sendiri biar tidak menyusahkan orang tuanya suatu saat nanti.
Rico terhenyak tak tahu harus bagaimana. Dia putuskan ikut bantu berjualan jam tangan di toko si ayah. Berbekal ilmu berdagang yang ayahnya ajarkan inilah, bermodal dikumpulkan dari uang jajan dan angpao, Rico saat SMP mulai mencoba berjualan sendiri, memulai bisnis pertamanya: berjualan aksesoris HP.
Usaha pertamanya ini sayangnya gagal, Rico kalah bersaing harga. Tak pantang menyerah, menginjak SMA, Rico coba peruntungan lain: kuliner, jualan nasi uduk. Berikut mulai berani merekrut karyawan. Alhasil, gagal maning.
Usut punya usut, kenapa gagal, salah satu penyebabnya kesalahan dalam intelijensi bisnis: pihak sekolah melarang adanya kegiatan berjualan di area sekolah.
Rico lalu jualan mi ayam, tapi dengan cepat usahanya gulung tikar. Modal awal Rp 15 juta, merugi, tutup saat baru berjalan empat hari. Kepala Rico pun pening.
Banting setir, Rico merambah dunia lain, dunia buzzer di Twitter (kini X). Apa daya, ini pun bangkrut bahkan dia merugi Rp50 juta. Dia lalu jualan kaus, ambil dari Pasar Tanah Abang lalu dijual online, tak ada yang beli lalu tutup.
Rico move on dan bangkit lagi, kali ini profesi pewara (MC) dia geluti hingga piawai, juga berbisnis aksesori gawai. Dan kali ini hoki ramah menyapa Rico: "hai!"
Tetapi, apes juga masih doyan mengelitiknya. Saat dia kuliah di Universitas Bina Nusantara (Binus) semester dua, sebuah peristiwa kelam sekaligus pelajaran mahal buat dia, bahkan hingga bikin berantakan kuliahnya sampai harus DO, lelagi terpaksa harus dia terima.
"Saya harus menutup usaha aksesori saya padahal omzetnya sudah menyentuh Rp1 miliar per bulan. Kenapa? Karyawan saya mengambil barang sehingga membuat uang saya habis. Jadi, omzet saya besar, tapi uang saya tidak ada. Semua uang numpuk di barang. Barang saya diambil, otomatis saya nggak punya uang lagi, hanya cukup untuk bayar gaji karyawan sama urusin pajak,” ungkap Rico di satu kanal YouTube.
Menyesal tidak menyesal, dibumbui cibiran orang, Rico terima fakta pilu harus drop out, dan fokus menyelesaikan problem bisnisnya, termasuk karyawan yang teah tega melarikan barang dagangannya. Setelah keuangannya membaik dan merekrut karyawan baru, Rico kemudian jalankan bisnisnya itu lagi.
Baru jalan lagi, ndilalah ujian datang lagi. Bukan gagal atau apes, tapi situasi psikologis kurang menyenangkan usai Rico bertengkar dengan sang kakak hanya lantaran keduanya berbisnis yang sama: aksesoris gawai, hingga sang ibu sampai menangis demi menyaksikan pertengkaran kedua buah hatinya. Gegara urusan cuan. Gegara urusan bisnis.
Demi menghapus air mata sang ibu, Rico pun mengalah, menutup usahanya. Bermodalkan seadanya dari hasil bisnis sebelumnya, Rico memulai usaha baru lain: berjualan casing HP custom seiring tren ragam aksesoris HP yang bisa dipesan sesuai keinginan penggunanya ini menjalari pasar konsumen gawai Tanah Air.
Pun tak semulus dibayangkan, sempat pula gagal hingga terpaksa memangkas 40 persen jumlah karyawan, Rico "in focus" curahkan segenap kemampuan agar bisnis ini bertahan.
Rico memasarkannya produknya di Facebook, Kaskus, Instagram. Menilik statistik penjualan hariannya terbesar didapat melalui jejaring media sosial berbagi foto Instagram, dia pun tergerak mendalami serba-serbi strategi pemasaran produk di Instagram Marketing.
Besaran skala usaha berhasilnya kali ini, Rico mengembangkannya hingga membesar, dari yang diproduksi satuan, lusinan, kodian, dan grosiran, hingga dua belas bruto (123= 1.728, yang perduabelas 1.000) alias gros besar.
Alhasil, pengalaman praktis berjualan di IG plus bocoran hasil risetnya learning by doing yang dia tuang dalam buku karyanya, “Jago Jualan di Instagram”, laris dan booming.
Menyusul sukses serupa buku keduanya, "Dropship Mastery", seiring maraknya tren e-dagang (e-commerce) dan lokapasar (marketplace) di jagat gawai Indonesia, terjual 7 ribu eksemplar dalam kurun sepekan dengan sistem prapesan (pre-order).
Rico tak cepat berpuas diri. Dia geber rambah ke lini bisnis marketable-profitable lain seperti custom mug, jaket, kaus, dan bahkan topi.
Dan usai kurang lebih empat tahun berproses, dia memulai babak baru lelakon karir bisnis: mendirikan PT Alona Indonesia Raya bareng rekannya. Rico jadi Co-Founder dan CEO.
Melalui korporat jasa pelatihan bisnis berbasis online rintisannya ini, Rico Huang pun menjadi co-founder unit bisnis suplier produk custom DropshipAja.com dan platform edukasi bisnis daring yang dinamainya Alona.co.id.
Hingga pertengahan 2021, Rico tercatat memiliki 200 karyawan, 100 ribu reseller, 1 juta member komunitas bisnis anak muda, dan mengirim ribuan produk tiap harinya ke seluruh Indonesia. Selain, dia juga Youtuber kanal namanya sendiri, acap berbagi tips berbisnis, digital marketing; mewawancarai para pebisnis untuk berbagi kisah inspiratif. (terakhir subscribers Rico 830 ribuan).
Tercatat kemudian, lini bisnis ini berhasil setor omzet Rp12 miliar per tahunnya.
Lelagi tak lekas berpuas diri, Rico tak cuma fokus di penjualan produk, dia lalu rambah ke bisnis piranti lunak, dan buka sekolah internet marketing yang tercatat pernah jadi salah satu yang terbesar di Indonesia!
Kesuksesan ini buat Rico mampu beli mobil pertamanya di usia 21 tahun. Menyusul mimpi lain Rico: punya mobil sport Ferrari California terwujud pada tahun 2019, saat dia 24 tahun.
Sekadar kepo, unit Ferrari California T yang kini tak lagi diproduksi dan tak dijual baru di Indonesia sehingga hanya tersedia model bekas, perkiraan harga sekennya, keluaran 2013 mulai dari Rp3,3 miliar, 2015 mulai dari Rp4,7 miliar, model lain atau kondisi tertentu bervariasi, mulai dari Rp2,85 miliar.
Kisahnya bisa beli Ferrari ini viral, bahkan Rico sempat dicurigai sebagai crazy rich dari hasil tak resmi, pencucian uanglah segala macam. Gosip tak selalu berujung fakta, berlaku bagi dirinya. Hilang dilantak bumi.
Semirip kisah ekspansi bisnis Rico, yang nekad memperluas sayap bisnisnya dengan mencoba berekspansi ke bisnis percetakan. Rico bahkan sampai borong mesin photobox seharga Rp10 miliar. Plus, biaya perawatan khusus mesin sedikitnya Rp30 juta per bulan.
Di bisnis ini Rico merugi. Bisnis barunya ini ikut tergulung pandemi. Namun, tak butuh lama, kerugian miliaran itu terbayar kontan hitungan bulan, usai mesin photobox dia alihkan cetak produk lain yang lebih banyak digemari.
Kematangan pola pikir bisnis mendewasa akan terjadi seiring kematangan usia, pun Rico. Terhitung usai ada partner baru yang membeli sahamnya, September 2022, dan dirasa cocok melanjutkan pengembangan Dropshipaja, Rico Huang lalu memutuskan mengundurkan diri sebagai CEO Dropshipaja.
Rico Huang si jatuh bangun banting tulang, memutuskan untuk fokus kembangkan UMKM di Indonesia. Rico menegaskan pentingnya digitalisasi UMKM. Perkembangan teknologi digital menurutnya berkontribusi besar pada perubahan perilaku masyarakat yang semakin banyak beraktivitas dan bertransaksi daring.
“Jangkauan pemasaran digital saat ini cukup efektif ditambah adanya aplikasi TikTok yang banyak beri kesempatan influencer, profesi affiliate marketer hingga pemilik produk. Jika diimbangi pengembangan produk yang baik dan pemanfaatan pemasaran di internet, saya sangat yakin UMKM bisa jadi pendorong roda ekonomi yang lebih baik,” ungkap Rico, dalam satu wawancara SWA, seperti disitat.
"Meski saya keluar, bisnis Dropshipaja masih terus berjalan positif. Bersama partner baru, saya harap mitra dan reseller Dropshipaja juga dapat energi baru untuk maju bersama,” jelas dia, kurun lima tahun sejak 2017 itu pula, dia bagi tugas bersama partner sesuai peran masing-masing sehingga bisnis Dropshipaja berjalan normal walau tanpa kehadiran Rico.
Diketahui, lini bisnis terbaru Dropshipaja pada 2022, meluncurkan produk wewangian, lelagi sukses, terbukti pertumbuhan Dropshipaja pun semakin baik dari sisi portofolio bisnis.
Rico meyakini sekeluarnya dari manajemen Dropshipaja, waktu dan tenaganya bisa dia curahkan lebih banyak bantu UMKM. Rico masygul, banyak UMKM di luar sana yang bisnisnya masih tidak terbantu secara digital.
"Saya merasa ketika saya mengajar dan bantu UMKM, gratis ataupun kelas-kelas berbayar, banyak perubahan yang mereka alami dan ini sungguh membahagiakan saya,” tutur Rico, Desember 2022.
Impresinya itu dia lanjutkan kemudian dengan membangun infrastruktur edukasi bisnis dan juga berinvestasi ke bisnis UMKM melalui PT Alona Indonesia Raya. Dari sejumlah bisnis UMKM yang dia investasi, salah satunya yakni bisnis agensi pemasaran (marketing agency) untuk bantu UMKM dalam pemasaran digital.
Kenapa melirik bisnis marketing agency, Rico? "Saya lihat salah satu kesulitan teman-teman UMKM ini adalah dalam hal pemasaran. Saya sangat terbuka berkolaborasi dengan pihak manapun asalkan bisa bantu teman-teman UMKM,” ujarnya menggarisbawahi.
Alona, lantas diketahui buka kelas edukasi gratis maupun berbayar. Peserta didiknya dibekali materi jitu terbarukan, melibatkan pengajar praktisi mulai dari para influencer, affiliate marketer, serta pemilik bisnis, sesuai dengan kebutuhan alias based on basic need.
Kendala pengembangan UMKM lainnya yang turut Rico soroti, minimnya informasi dan pengetahuan atau literasi bisnis. Dari itu, Rico menyempurnakan silabus kelas dengan cara mempertemukan pengusaha sukses untuk mengajar baik hadir fisik maupun daring.
Rico Huang juga menarahubungkan UMKM bermasalah dalam pemasaran hingga dapat dibantu melalui digital marketing agency. Dia bekerja sama dengan pemilik bisnis software untuk menpermudah pekerjaan UMKM mulai dari urusan akuntansi, CRM, data analytics, marketing tools, pengiriman, dan sebagainya.
Serta, rutin menggalang temu investor bagi sejumlah mitra bisnis UMKM potensial dengan Alona turut serta berinvestasi di dalamnya demi agar UMKM tersebut bisa naik kelas, bisa go digital dan go global. “Kami di Alona ingin bisa menjadi cahaya untuk para UMKM," tutur Rico ihwal misi mulia korporasinya.
Teranyar, pertengahan Juni 2025, Rico yang selain tengah disibukkan dengan berpromosi produk barunya: susu suplemen penambah kalori dan nutrisi Cuerpo.id, juga tengah menanti kelahiran bayinya dengan Elyn Angelia usai sejoli ini rela menunda kehamilan.
Melalui media sosialnya, Rico terpantau kembali berbagi tips. "Ini cara saya dan istri bisa lunasin hutang miliaran, punya dana darurat, beli beberapa aset, dan berinvestasi dalam 3 tahun dengan nilai yang tidak pernah kami bayangkan tapi bisa kamu praktekkan."
"Nama saya Rico Huang, pengusaha yang pernah berbisnis 15 tahun, lalu jatuh, dan memutuskan bisnis bareng pasangan tapi malah dapat rezeki yang bikin kami makin bersyukur dalam 3 tahun. Ini step by stepnya," tulis Rico, mengulas delapan langkah cara itu, seperti disitat ulang, 16 Juni 2025.
Pertama, "awal mula kepikiran bisnis bareng pasangan, sesimpel abis gagal dari bisnis sebelumnya. Ga ada yang bisa di-hire kecuali istri karena ga perlu digaji tapi bisa dipercaya. Karena udah 15 tahun bisnis, bekal skill dan pengetahuan masa lampau masih bisa di-pake jadilah bikin bisnis suplemen namanya Cuerpo," kisah Rico.
"Kedua, kenapa milih bisnis ini, karena saya lagi hobi ngegym beberapa tahun terakhir dan ngeliat ada celah bisnis suplemen. Bisa dibilang bisnis suplemen itu boring dan penuh kompetisi tapi kita coba cari pembeda (USP)," lanjut Rico.
"Boring", membosankan, menjemukan. USP, singkatan dari Unique Selling Proposition yakni faktor pembeda yang unik dan menonjol dari suatu produk atau layanan; atau keunikan atau keunggulan khusus yang ditawarkan oleh suatu produk atau layanan, yang tidak dimiliki oleh kompetitor semirip, serupa, atau sejenis.
USP: bisa berupa fitur unik, mutu dan kualitas, keterjangkauan harga, layanan istimewa pun layanan purnajual (after-sales service), atau kombinasi faktor itu juga lainnya, membantu sebuah bisnis menarik perhatian pelanggan dan memenangkan persaingan pasar, menjadi ciri khas pembeda bisnis satu dari lainnya.
USP, berfungsi magnitudo: USP kuat dapat menarik perhatian target pasar dan buat tertarik beli, memberi keunggulan kompetitif signifikan di pasar yang ramai, USP tepat dapat meningkatkan penjualan dan laba.
Contoh kisah sukses USP misalnya Apple yang sukses bangun ekosistem perangkat terintegrasi dengan sistem operasi iOS yang dikembangkan sendiri, atau Indomie yang menawarkan sensasi varian rasa sesuai lidah selera lokal dan tagline "Indomie Seleraku", atau Canva asal Benua Kanguru yang sukses sediakan platform desain mudah digunakan berfitur lengkap dan template beragam.
Secara pemodelan klasik, ada empat metode penentuan USP yakni temukenali target pasar, analisis kompetitor, fokus pada sisi keunikan otentik produk atau layanan, dan perumusan USP dalam bahasa iklan yang singkat padat, selain mudah dipahami juga mudah diingat.
Lalu ketiga, sambung Rico Huang, "Visinya: kita mau bangun bisnis yang sederhana dan kita tahu industrinya. Marketnya ga perlu besar dan ga mesti jadi konglomerat yang hidup dengan ambisi, tapi bisa bikin kita hidup kaya tapi berkualitas," ini step pengingat.
Lanjut keempat, "keputusan pertama adalah: kami pilih untuk tidak tinggal sama orang tua, nunda punya anak selama dua tahun, sewa apartemen dan ruko sendiri dari sisa uang yang ada sampai bisa lunasin hutang. Hutang saya ada di properti, karena waktu itu sempet mau bangun pabrik tapi karena gagal ya udah ga jadi," beber Rico.
Kelima "Nunda punya anak karena saya yakin saya cuma butuh dua tahun untuk bikin bisnis lebih stabil, hutang lunas, duit secure (aman), sehingga ketika punya anak nanti, udah siap dari sisi aset, pendidikan anak, suster, load (volume) kerja istri berkurang, dan amit-amit (andai bisnis saya kembali) jatuh, saya punya backup plan," imbuh Rico, berguru dari pil pahit pengalaman masa lalunya.
"Saya ga peduli orang nanya kapan isi atau punya anak, cuma orang rentan yang belum dewasa yang hidupnya rela diatur sosial (serba menuruti apa kata orang)," imbuh dia.
Lantas keenam, sadar kemudian bakal timbul pertanyaan, "Kok bisa mikir buat plan ini dan itu? 15 tahun bisnis terus jatoh, udah "cukup goblok-nya". Insting binatang dan kalkulator saya untuk pintar, lebih bijak dan hati-hati dalam hidup udah lumayan ok," lanjut Rico, kali ini menambahkan emoticon khas takzim.
Lalu, ketujuh, "Aktivitas kami itu hanya pergi ke kantor setiap Senin-Jum'at konsisten. Pulang kantor masih kerja: jadi malam istri nge-live TikTok di apartemen, saya belajar skill bisnis yang belum saya tahu tiga jam per hari sampai otak panas. Sabtu, kadang masih kerja tapi kadang kami off. Kegiatan ini kami lakukan dua tahun (dari) pagi (sampai) malam. Cukup enjoy dan pengalaman yang seru," ungkap Rico soal dua tahun giat terkini.
"Dan tahun ke dua, kami udah bisa lunasin hutang, dan lain-lain, baru deh bikin anak," ujar Rico, di tahun ke-30 hadir di dunia pada tahun ini siap sandang status ayah.
Tiba step kedelapan, step seputar deklarasi kedewasaan ala tricenarian, Rico berujar, "di tahun ketiga ini semua checkpoint hidup "kaya" sudah kami penuhi, mau itu dana darurat, investment, cashflow bisnis, mobil, rumah, traveling, sudah. Fokus kedepan adalah jalanin bisnis pelan tapi pasti, belajar jadi orang tua, hidup lebih konsisten dari sisi kesehatan, kebijaksanaan dan berbagi seperti tulisan yang saya buat ini untuk jadi dampak."
Tarik napas dulu, Pembaca? Ah, lega, ahaha. Kita ke poin terakhir, tiga tips Rico kemudian.
"Beberapa tips bagi kamu yang sedang berbisnis, atau memutuskan bisnis bareng pasangan. Pertama, komunikasi itu kunci kejatuhan ataupun kesuksesan. Biasanya (tidak semua), laki-laki lebih suka dihargai daripada dicurhati. Jadi saya sering training istri tentang tutorial SOP (standard operation prosedure) dan kalimat untuk menghargai saya," papar Rico.
Lanjut dia, "Konsepnya sederhana: treat saya (maaf) seperti anjing. Dipuji, dihargai, disenangi dulu egonya baru pelan-pelan nanti masukin perintah. Sering saya simulasikan seperti anak kecil latihan nyanyi sebelum manggung. Awalnya canggung, tapi daripada mati miskin, mending canggung nanti kalo kaya juga beres semualah," tandasnya.
"Kalau istri (tidak semua), biasanya lebih ingin bercerita dan meluapkan emosi. Jadi saya coba tutup mulut tidak sok tahu dan tidak jadi 'si paling bijaksana'. Begitu reda, selesai deh," tandas Rico pula, ini susah dan teknikal.
"Saya juga ga yakin bisa dipraktekkan semua orang. Cuma dari pengalaman saya begitu, intinya cari sendiri jurusmu dan pasangan agar urusan komunikasi beres," tips pertama.
"Kedua, begitu komunikasi udah beres sambil jalan mulai belajar hitung cost dan kebutuhan: pribadi, dana darurat, hiburan, tabungan," kata Rico, menyebut data survei 8 dari 10 pasangan tak pernah hitung pengeluarannya dalam sebulan. "Entah males, cape, atau ga penting. Tau-tau merasa uangnya kok segitu-gitu aja," beber dia kemudian.
"Pesan saya: kalau ada orang kaya lagi ngomong suruh hitung pengeluaran, dengerin aja, yang baik dipraktekkan. Saya juga awal keberatan, tapi tiap ketemu orang kaya kalimatnya kok sama, ya udah NURUT dan ternyata benar, sepenting itu," tandas Rico mengakhirkan tips kedua.
"Ketiga, ciptakan role kerja yang jelas. Satu kapal satu nahkoda. Kalau suami pemimpin, maka suami harus bina, ngasih jobdesk, ngasih contoh dan jaga lisan ke istri. Treat (perlakukan) istri seperti profesional worker (pekerja profesional) di kantormu, bukan "istri". Tegas bukan berarti boleh marah, kekurangan istri bukan berarti istri ga bisa kerja, membina istri adalah investasi."
"Saya belajar, menjadi orang yang bisa mengajar atau teachable adalah skill penting yang menolong saya. Sehingga saya bisa membina istri, tim, dan hubungan sesama."
"Sekarang malah organisasi saya bisa melihat dan melengkapi kekurangan saya. Sangat berbeda dari 3 tahun lalu. Kerja jadi lebih cepat dan efisien, dan ini fundamental," kuak Rico memprogres.
"Bayangin omzet naik tapi stok barang dicolong terus, keuangan berantakan, hiring karyawan pada males-malesan, komunikasi sama pasangan buruk, cashflow ngaco, SOP amburadul padahal bisnis lagi cuan, apa ga hancur tuh hidup? Makanya fundamental itu penting," ujar Rico menutup tips ketiganya. Sesuatu yang tulen merefleksikan pil pahit pengalaman berbisnis masa lalunya.
"Selama hal-hal di atas bisa dijalankan, saya yakin cara kamu berbisnis pasti akan lebih baik, hidup lebih tenang danmatang. Semoga bermanfaat," pungkas Rico Huang takzim.
Sebagai penutup, terpilih dua quotes Rico Huang yang tidak saja motivasional, tapi lahir dari 'kacamata jutaan piksel' resolusi bisnis sosok pebisnis muda yang mampu kuasai teori sekaligus kuasai medan ini.
“Kegagalan terbesar dalam bisnis adalah saat kita berhenti berjualan.” – Rico Huang.
Dan "Selagi kita masih muda habiskanlah jatah kegagalan kita sebanyak mungkin. Pertama, agar mental kita bisa jauh lebih kuat. Kedua, agar kita mampu untuk terus berjuang apa pun yang terjadi. Kalau satu pesan ini Anda lakukan, saya jamin, Anda bisa mencapai apa pun yang Anda inginkan dan Anda jauh lebih dewasa ketimbang diri Anda yang dulu." – Rico Huang. (Muzzamil)
