Helo Indonesia

Rumah Sastra Mata Dunia Sukses Gelar Workshop dan Lomba Baca Puisi

Annisa Egaleonita - Ragam
Selasa, 20 Juni 2023 20:42
    Bagikan  
Bang Een ketika menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba

Bang Een ketika menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba - (Foto Ist/HI)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Rumah Sastra Mata Dunia sukses menggelar Workshop dan Lomba Baca Puisi Hijau 2023 untuk siswa sekolah menengah se-Provinsi Lampung di Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL), PKOR Wayhalim, Kota Bandarlampung, Minggu-Senin (18-19/6/2023).

Sebanyak 63 pelajar antusias mengikuti workshop pembacaan puisi pada Minggu (18/6/2023) dan perlombaannya pada Senin (19/6/2023). Para peserta rata-rata didampingi oleh guru atau personal pembina kesenian di sekolah masing-masing.

Mereka berasal dari SMA/SMK di Kota Bandarlampung, Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Lampung Selatan, dan Kabupaten Waykanan

Rumah Sastra Mata Dunia menurunkan para sastrawan top daerah ini menjadi juri lomba baca puisi, yakni Edy Samudra Kertagama (Ketua Dewan Juri), Josep Arizandi, dan Aris Prasetyo. Ketiganya adalah penggiat Rumah Sastra Mata Dunia.

Para peserta wajib membacakan satu puisi wajib dan satu puisi pilihan. Puisi wajib diciptakan khusus oleh Edy Samudra Kertagama, Direktur Artistik Rumah Sastra Mata Dunia dan penyair kenamaan, berjudul "Hikayat Daun-daun Hijau", bertema pentingnya kecintaan alam.

Hasilnya:
1. Juara 1 Aprilia Dinda Putri dari SMA Negeri 1 Kabupaten Pringsewu.
2. Juara 2 Flannery Waoma (SMA Negeri 2 Kota Bandarlampung),
3. Juara 3 Siti Halimatu Sya'diyah (SMK Nurul Falah Pugung Kabupaten Tanggamus),
4. Juara Harapan 1 Luthfiah Nur Azizah (SMA Negeri 1 Kabupaten Pringsewu),
5. Juara Harapan 2 Toni Erwandi (SMK Al Fajar Kasui, Kabupatem Waykanan),
6. Juara Harapan 3 Sera Trahela dari SMA Negeri 2 Kabupaten Kotabumi.

Para juara berhak atas hadiah piala dan sejumlah uang, masing-masing juara 1 hadiah Rp1.000.000,00 , juara 2 Rp750.000,00, juara 3 Rp500.000,00, juara harapan 1 Rp350.000,00, juara harapan 2 Rp250.000,00, dan juara harapan 3 sebesar Rp200.000,00.

Juara 1 juga berhak membawa pulang Piala Bergilir Puisi Hijau yang akan diperebutkan setiap tahunnya. Selain itu, para juara juga memperoleh bingkisan berupa buku-buku sastra.

Salah seorang penggagas kegiatan ini, Mochammad Nashir Badri menutup acara. Dia berharap lewat kegiatan ini generasi muda dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai kecintaan terhadap alam dan lingkungan.

Bang Een, panggilannya, panggilannya, rencana akan menyampaikan upaya diseminasi "Hijau itu Kita" melalui bidang seni lain seperti seni rupa dan seni musik, bahkan bidang-bidang di luar kesenian dan budaya seperti ekonomi kerakyatan dan bidang-bidang sosial.

"Semakin banyak bidang dan komunitas yang dijadikan sasaran diseminasi, akan semakin banyak orang yang memahami, dan diharapkan upaya-upaya tersebut dapat memberikan kontribusi pada pelestarian alam," ujarnya. (HBM)