HELOINDONESIA.COM - Kedatangan para turis mancanegara ke Bali tak hanya ingin menikmati destinasi wisata alam dan budayanya.
Tapi juga daya tarik wellnessnya berupa Bali Massage yang memang sudah lama terkenal dibanding Etnaprana lainnya.
Trainer Spa Wellness, Yoyoh Rohmah Tambera seperti dikutip dari webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) pada pekan lalu, Bali menjadi menarik minat wisatawan karena filosofi masyarakatnya.
"Budaya Bali dipengaruhi oleh filosofi Tri Hita Karana. Kalimat ini mengandung berasal dari kata Tri yang artinya 3, hita harmonis dan karana yang artinya penyebab," terang Yoyoh.
Baca juga: Diduga Tersandung Kasus, Putra Santori Hasan Mundur dari Nasdem Lampung
Dengan Tri Hita Karana itulah yang mengandung arti tiga hal yang menyebabkan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat Bali.
"Dalam Tri Hita Karana diatur tentang hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam lingkungannya," tambah Yoyoh.
Dalam rangka menghubungkan diri dengan Tuhan, maka bertempatlah masyarakat Bali di tempat suci seperti pura, sanggah atau marajan.
Sedangkan hubungan antarmanusia dengan sesama ada pada lingkungan keluarga dan masyarakat.
Baca juga: Konferprov PWI Jateng Digelar 18 Oktober 2025, Panitia Tetapkan Syarat Pencalonan Ketua
Dan hubungan manusia dengan lingkungan diimplementasikan dalam pelestarian alam.
"Salah satunya adalah dengan menata lingkungan. Tentunya kita sudah tahu ya salah satu kehebatan orang Bali yang sudah sudah lahir sudah sangat diakui oleh dunia konsepnya yaitu ada ma'urut," tambah Yoyoh.
Menurut Yoyoh, dari sini namanya adalah pijat Bali posisi anatomisnya yaitu posisi dari telungkup, dimulai dari bagian punggung.
"Metode penekanannya dalam massage Bali adalah menggunakan jempol dan telapak tangan bagian bawah," ujarnya.
Baca juga: Lakukan Inovasi Vitourist, Tim PkM USM Lolos Hibah DPPM Kemendiktisaintek
Dan, lanjutnya, tekanan pijat itu medium dengan titik-titik penekanan yang lengkap.
"Jadi massage Bali dengan daerah-daerah lain itu beda-beda teknik massagenya," ujarnya.
Selain, Bali Massage, sambung Yoyoh, ada juga Boreh Bali. Dia menegaskan bahwa, Boreh Bali bukan lulur.
"Boreh itu adalah ramuan yang digunakan bukan sebagai lulur tapi sebagai baluran masker," ujarnya
Masker yang digunakan untuk menghangatkan tubuh, meredakan rasa pegal dan lain sebagainya.
Baca juga: Musda IJTI Lampung Bedah Migran Vokasi, Sumbangsih Lampung Untuk Indonesia
"Jadi sebagai masker didiamkan selama 15 menit. Kalau di Jawa ada namanya param kocok. Seperti itu beda sama lulur. Jadi sebenarnya sama seperti adalah param kocok itu," tandasnya.
