Helo Indonesia

Tingkatkan Daya Saing SDM di Bidang Spa Wellness dengan Sertifikasi dan Kompetensi

M. Haikal - Ragam
Selasa, 4 November 2025 19:59
    Bagikan  
Spa wellness
Foto: tangkapan layar

Spa wellness - SDM dari spa wellness itu tak hanya memiliki keterampilan saja. Tapi juga kompetensi dan bersertifikasi agar bisa bersaing dengan SDM dari negara-negara lainnya.

HELOINDONESIA.COM - Dalam bidang spa wellness Indonesia memiliki daya saing dengan negara-negara lain.

Karena itu, tradisi budaya Kesehatan ini mesti terus dikembangkan. Sebab, Indonesia sejatinya enggak ada istilah kalah-kalahnya dengan negara-negara ASEAN, terutama Thailand.

Demikian diungkapkan oleh Kunjung Masehat, dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (4/11/2025).

Dengan demikian, menurut Kunjung, bagaimana meningkatkan kompetitif kerja dan kompetensi di bidang wellness agar dapat pengakuan atau recognisi terhadap orang-orang yang mempunyai profesi di bidang spa wellness.

Baca juga: 6 Mahasiswa UIN Walisongo Hanyut di Sungai Jolinggo, 4 Ditemukan Meninggal

"Itu yang paling penting. Misalnya kompetensinya bagus, tapi tidak mendapat pengakuan jadi kita enggak penting juga ini," jelasnya

Nah recordinise ini, menurutnya, tidak bisa tentang nasionalisme saja tetapi juga pengennya recordinise internasional.

"Kita juga bisa mendapatkan tenaga kerja yang profesional di bidangnya khususnya di bidang spa wellness untuk bisa bersaing di negara-negara yang sifat Global," urainya

Apalagi, lanjut Kunjung, selain SDM-nya sumber daya yang lain juga ada. Indonesia kaya rempah-rempahnya, minyak atsirinya.

Baca juga: Tim PKM-PM USM Tingkatkan Strategi Belajar Santri di Asrama MTsN 01 Kota Semarang

Untuk bidang-bidang produksi di luar daripada kayu misalnya minyak atsiri dapat sertifikasi juga untuk mendukung daripada industri di bidang spa wellness.

"Saya kira ini salah satu peran daripada dunia pendidikan dan pelatihan sekaligus dengan dunia sertifikasi," tambahnya.

Sejatinya, kata Kunjung, sistem kerja daripada kompetensi nasional itu kita sebenarnya sudah memulai sejak tahun 1990.

"Tetapi perkembangan ini sangat pesat. Industri juga sangat berkembang dikaitkan dengan bagaimana keterampilan yang dilakukan oleh BNSP," tandasnya.