Helo Indonesia

Dari Tiga Ekstraksi Minuman Teh Obat, Hanya Bahan Nabati yang Umum Dimanfaatkan

M. Haikal - Ragam
Selasa, 11 November 2025 17:47
    Bagikan  
Teh
Foto: pexels

Teh - Minuman teh ternyata berasal dari ekstrak nabati, hewani atau pelikan.

HELOINDONESIA.COM - Teh yang kita minum sehari-hari sejatinya mengandung obat-obatan. Dengan rutin minum teh, tentu akan membuat tubuh selalu bugar.

Biasanya, orang minum teh dengan cara direbus atau bisa saja di diseduh. Dan ini menjadi tradisi sajian di pagi hari.

Secara ilmiah, sudah banyak riset dan kajian tentang kandungan teh dan manfaatnya bagi kesehatan.

Umumnya orang awam akan beranggapan bahwa teh hanya berasal dari daun perkebunan teh saja, tapi tidak semua mengetahui cara pembuatan dan asal muasalnya.

Baca juga: Gubernur Jateng Kampanyekan Gemar Makan Ikan pada Generasi Muda

dr Richard SN Siahaan dari Asosiasi Dokter Wellness Indonesia (ADEWI) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (11/11/2025) menjelaskan apa itu teh.

Menurutnya, teh merupakan suatu bahan yang hasil ekstraksi dari tanaman obat untuk dikonsumsi.

Untuk mendapatkan teh harus melalui proses yang disebut sebagai simplisia dan teknik-teknik ekstraksi air.

Simplisia itu sendiri merupakan bahan yang belum diolah dari tanaman. Dari tanaman obat yang sudah kelola dari pensortiran, pencucian, sampai pengeringan.

Baca juga: 88 Mahasiswa USM Penerima Beasiswa KIP-K Ikuti Character Building

Proses itulah yang disebut sebagai simplisia. Dan simplisia itu bahan yang belum jadi apa-apa atau belum dibuat menjadi suatu minuman atau teh-tehan.

"Masih dalam bentuk wujud aslinya atau belum ada perubahan bentuk dari simplisia," terangnya.

Secara praktis, simplisia itu bahan alami yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun.

dr Richard mengungkapkan, ada berapa jenis simplisia yang bisa kita gunakan.

Pertama simplisia nabati.

Baca juga: Ini Pesan Wagub Bang Doel Usai Kukuhkan Lima Ribu Satgas Linmas di Monas, Jaga Keselamatan Saat Bertugas

Simplisia nabati berupa tanaman utuh, bagian tanaman, eksudat tanaman atau gabungan di antara ketiganya.

Eksudat Tanaman adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau dengan cara tertentu dengan sengaja dikeluarkan dari selnya.

Eksudat ini bisa berupa zat-zat atau bahan-bahan nabati lainnya dengan cara tertentu dipisahkan atau diisolasi dari tanamannya.

Kedua, simplisia hewani. Simplisia ini diekstrak dari hewan. Bisa dari cangkangnya atau dari hewan itu sendiri yang kemudian diekstrak dan dijadikan sebagai suatu bahan yang dipakai untuk kesehatan.

Baca juga: Tim Dosen USM Latih Siswa SMAN 4 Semarang Teknik Tulis Karya Ilmiah dengan Tools AI

Contoh dari simplisia hewani ini ada ikan dan madu.

"Itu termasuk simplisia yang kita ambil dari hewan, tambahnya.

Ketiga, simplisia pelikan atau mineral. Biasanya dalam bentuk pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dalam bentuk berupa bahan kimia murni.

Seperti serbuk zinc atau tembaga
atau seperti semula jadi kita ambil dari alam kemudian kita ekstrak dan kita dapatkan misalnya zinc atau tembaga.

"Tapi ingat bukan dalam pengertian tembaga besi," ujarnya.

Baca juga: Buka MTQH XXXI Tingkat Provinsi di Tegal, Ini Harapan Sekda Jateng

dr Richard menegaskan bahwa proses pengelolaan menjadi simplisia ini tidak bisa sembarangan.

"Perlu perlakuan khusus. Cuma kalau untuk teh-tehannya biasanya menggunakan simplisia nabati yang kita biasa pakai untuk sehari-hari," tandasnya.