Helo Indonesia

Buku Ghozali dan Syaripudin Begawei Cakak Pepadun Abung Siwo Migo

Annisa Egaleonita - Ragam
Kamis, 13 Juli 2023 20:12
    Bagikan  
Foto Ist.

Foto Ist. -

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - KABAR keren dari jagat literasi, seputar bagaimana penerimaan, penerapan, dan keberadaan hingga koeksistensi nilai-nilai religiusitas Islam masuk merasuk nadi lestari tradisi adat istiadat, budaya, dan kebudayaan daerah Lampung, kembali tersodor.

Kali ini, oleh duet intelektual muslim Bumi Ruwa Jurai, yang satu selain doktor juga tokoh pemuda aktivis ormas kepemudaan, yang satu profesor doktor asal kampus PTKIN terbesar favorit di Sumatera, pernah staf khusus Menteri Pemuda dan Olahraga.

Dr. Ghozali Timbasz, M.Sos, dan Prof. Dr. Syaripudin Basyar, M.Ag, duet itu, terbaru menerbitkan buku 189 halaman berjudul "Begawei Cakak Pepadun Abung Siwo Migo: Akomodasi dan Orientasi Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi Dan Kebudayaan Masyarakat Adat Lampung".

Salah satu penulis, Ghozali Timbasz, melalui rilisnya yang diterima di Bandarlampung pada Jumat (7/7/2023) mempenasarankan, "(buku ini) buku yang menarik dibaca untuk menambah khasanah budaya Lampung," ujar pria yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bandarlampung ini.

Baca juga: Bupati Dendi Ikut Haul H. Budiyono Sekaligus Resmikan Pondok Pesantren

"Begawei merupakan sebuah tradisi masyarakat Lampung yang senantiasa bergerak hingga saat ini. Apa dan bagaimana Begawei dapat ditemukan dalam kajian akademis yang cukup menarik untuk membangun kajian lebih lanjut," ujar Ghozali.

Sekejap amatan, buku ber-cover eksentrik, dieditori Ahmad Muzakki, dilengkapi kata pengantar dua tokoh, yakni pakar bahasa dan budaya Lampung cum Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Budaya Lampung, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), Dr Farida Aryani, M.Pd., dan Dekan Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Dr Ahmad Bukhari Muslim, Lc.MA., diterbitkan oleh IDEA Press, Bantul, DI Yogyakarta.

Per sinopsis, pihak penerbit bilang, buku ini merupakan bagian kecil dari luasnya tradisi dan kebudayaan masyarakat Lampung adat Pepadun yang dapat mereka susun dan publikasikan.

"Khusus bagi masyarakat Abung Siwo Migo, ritual Begawei Cakak Pepadun tidak hanya sekadar menjadi tradisi bagi masyarakatnya akan tetapi telah jadi identitas kebudayaan Lampung secara permanen. Di tengah intensitas arus perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dan gelombang globalisasi yang cenderung nir-values, Begawei Cakak Pepadun Abung Siwo Migo masih konsisten dilaksanakan oleh masyarakat adat."

"Baru dan segel," Ghozali Timbasz, yang juga pengurus Perkumpulan Pejuang Bravo Lima Lampung, tuntas bukukan bareng Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung, Syaripudin Basyar. "Harga Rp60.000. Pemesanan hubungi 081957137444," infonya.

Baca juga: Selebgram Meylisa Zaara Alami KDRT Usai Pergoki Suaminya Selingkuh dengan Pria Lain

Cover belakang, memuat komentar tiga tokoh. "Buku yang menarik untuk dibaca. Karena belum banyak kajian tentang tradisi Cakak Pepadun yang masih tetap dilakukan pada masyarakat Lampung. Bukan saja pada pihak yang ingin mempelajari tradisi yang masih bertahan sejak lama, tapi bagi masyarakat Lampung sendiri untuk mengenal lebih mendalam tentang budayanya sendiri. Buku ini menyajikan tinjauan akademis yang cukup menarik untuk membangun kajian lebih lanjut," patri arsitek dan budayawan, Anshori Djausal gelar Suttan Guru Sepahit Lidah, Marga Sungkai Bungamayang, Lampung Utara.

"Pada era modern saat ini, kajian tentang Islam dan tradisi Begawei masyarakat Lampung merupakan perspektif kajian yang menarik dipelajari, selain sebagai khazanah keilmuan juga sebagai upaya menjaga warisan nenek moyang orang Lampung yang dikenal sangat terbuka dan memiliki kecerdasan intelektual tinggi," ujar A. Akuan Abung gelar Nadiklang Pun Minak Yang Abung, tokoh adat Buay Nunyai, Kotabumi Ilir, Lampung Utara.

Menurut Akuan, buku ini dapat menjadi salah satu rujukan untuk menggali lebih luas lagi, tentang Islam dan budaya Lampung, karena Lampung dikenal dengan masyarakat yang memiliki sikap religiusitas tinggi pada tradisi Islam. "Dan juga tradisi budayanya sendiri," keren dia.

Dan sutradara cum sasterawan/budayawan Ari Pahala Hutabarat, menyebut buku ini jadi sumbangan intelektual yang sangat penting bagi masyarakat untuk dapat membaca dan memahami kebudayaan atau tradisi Lampung secara lebih mendalam.

"Di tengah sangat minimnya riset dan tulisan yang sungguh-sungguh (apalagi yang dipublikasikan) tentang kebudayaan atau tradisi Lampung, hadirnya buku ini menjadi semacam oase, sekaligus provokasi bagi kita untuk kembali bertekun, berefleksi, membaca ulang nan kritis, dan mengabarkan kekayaan khasanah tradisi Lampung yang juga merupakan salah satu sumber dari konstruksi norma-norma dasar yang membangun tradisi Nusantara," Ari 'menggetik menggutik' calon pembaca.
(Muzzamil)