Lahir Badak ke-5 di Suaka Rhino Sumatera TNWK di Lamtim

Minggu, 26 November 2023 19:47
Badak kelima yang lahir di TNWK (Foto IG Siti Nurbaya/Helo)

LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM -- Badak Sumatera.(Dicerorhinus sumatrensis) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali melahirkan badak jantan di Suaka Rhino Sumatera (SRS TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Provindi Lampung, Sabtu (15/11/2023).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyambut gembira kelahiran kelima badak tersebut lewat laman media sosialnya. “Kita bersyukur atas kelahiran kelima di SRS TNWK," tulisnya.


Petugas konservasi ketika membantu kelahirannya (Foto.IG Siti Nurbaya/Helo)

Kelahiran ini sekaligus menjadi kelahiran badak Sumatera kedua di tahun 2023. Hal ini semakin menegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia dalam melakukan upaya konservasi badak di Indonesia, khususnya badak Sumatera”, katanya.

Baca juga: Ini Tim Tempur Prabowo-Gibran di Kabupaten/Kota se-Lampung

Menurut Menteri LHK, dari upaya pengembangbiakan semi alami yang dilakukan saat ini SRS TNWK telah sukses menghasilkan lima individu badak sumatera yang lahir, yaitu Andatu (2012), Delilah (2016), Sedah Mirah (2022), anak ketiga dari Ratu-Andalas (30 September 2023) dan anak dari Delilah-Harapan (25 November 2023).

Badak Delilah adalah badak sumatera betina berumur 7 tahun, merupakan keberhasilan kelahiran pertama dari induk Delilah, yang merupakan perkawinannya dengan badak Harapan. Induk Delilah sendiri merupakan badak yang lahir hasil dari kelahiran kedua dari perkawinan badak Ratu dan badak Andalas di SRS TNWK pada tahun 2016.

Adapun jantan Harapan lahir dari perkawinan ketiga Emi dan Ipuh di Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat pada tahun 2007. Badak Harapan mulai menempati SRS TNWK pada tahun 2015. Harapan sekaligus menjadi badak Sumatera terakhir yang dipulangkan ke Indonesia, menandakan saat ini tidak ada lagi badak Sumatera selain di Indonesia.

Baca juga: Pemkab Mesuji Menggelar Upacara HUT ke-15 Mesuji


Sementara itu Satyawan Pudyatmoko Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian LHK menjelaskan, “Berdasarkan laporan yang kami terima, badak Delilah melahirkan anak jantan di luar waktu perkiraan, yaitu sekitar pukul 04.00 WIB, Sabtu, 25 November pada hari kebuntingan ke-460 atau 10 hari lebih cepat dari perkiraan kelahiran. Pada pukul 08.19 WIB, badak Delilah ditemukan sudah bersama anaknya di hutan oleh penjaga satwa SRS TNWK”.

Menurut Satyawan, kondisi induk dan anak badak terpantau baik. “Anak badak sudah dapat berdiri tegak dan berjalan. Tak lama setelah ditemukan sudah bisa menyusu dalam posisi berdiri. Saat ini, induk dan anak badak sudah berada di dalam kandang perawatan atau boma SRS TNWK. Berat badan anak badak 25 kg”, ujarnya.

SRS TNWK yang dikelola Balai Taman Nasional Way Kambas bersama Yayasan Badak Indonesia berlokasi di zona khusus TNWK. Tujuan utamanya yakni menghasilkan anak badak Sumatera untuk mempertahankan keberlangsungan hidup spesies badak Sumatera yang kini terancam punah. Anak-anak badak sumatera hasil program pengembangbiakan di SRS TNWK ke depannya dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Jansen Manansang Direktur Eksekutif YABI (Yayasan Badak Indonesia) menambahkan, “Badak Delilah yang melahirkan anak pertamanya merupakan hasil dari proses perkawinan alami di SRS TNWK. Ke depan YABI terus berkomitmen untuk membantu dan mendukung sepenuhnya program dan upaya Pemerintah Indonesia alam upaya konservasi badak di Indonesia”.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106 tahun 2018, badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia. Di dalam IUCN Red List status konservasi badak sumatera saat ini adalah critically endangered/CR.

Menurut Menteri LHK, kelahiran kelima di SRS TNWK ini memberikan semangat untuk terus berupaya semaksimal mungkin dalam melestarikan badak Sumatera. (Maspril Aries)

Berita Terkini