LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Zaman Kolonial, Telukbetung merupakan bandar tersibuk Provinsi Lampung sejak tahun tahun 1600-an, pusat ekonomi dan pemerintahan. Kini, kawasan ini terlihat sudah tua renta dengan kehidupan bak pepatah hidup segan mati tak mau.
Kawasan ekonomi bergeser seiring pengembangan pemukiman ke arah Tanjungkarang, Sukarame, dan Kemiling sejak tahun 2000-an. Ruko-ruko banyak yang sudah puluhan tahun tak buka lagi. Tinggal beberapa ruko yang masih bernyawa dengan kuliner dan oleh-olehnya.
Plt Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung Dedi Sutiyoso mengatakan pembangunan pagoda dan gapura ditargetkan selesai hingga Oktober atau awal November mendatang. "Perlu waktu kira-kira 180 hari atau 6 bulan," tandasnya.
Pembangunan Tugu Pagoda dan empat gapura pintu masuk serta keluar Telukbetung Town di Jalan Ikan Hiu sudah 90 persen pengerjaannya. Bukan saja Tugu Pagoda dan Gapura, trotoar dan jalan di sepanjang area Telukbetung Town.
" Untuk pembangunan keseluruhannya menelan biaya sebesar Rp25 miliar,termasuk perbaikan trotoar dan jalan,sedangkan pagoda pada proyek Telukbetung Town memakan biaya Rp1 miliar dan gapuranya sebesar Rp2 miliar," ujarnya.
Pagoda yang akan di bangun ini memiliki tinggi 9 meter, diameter 6 meter dengan 9 tingkat. Untuk gapuranyan memiliki tinggi 18 meter.
"Target pembangunan 4 Gapura pintu masuk dan keluar akan selesai dibulan Oktober tahun ini, namun untuk tugu pagoda di Jalan Ikan Hiu akan ada penambahan anggaran di tahun 2025," terang Dedi Sutiyoso Rabu (2/10/2024)
"Pihaknya meminta maaf bagi pengguna jalan dan masyarakat Bandarlampung bilamana terganggu dengan pembangunan pagoda dan gapura di daerah Telukbetung," tandasnya.
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menggagas agar kota ini "hidup" kembali dan jadi kawasan wisata nostalgia yang ada di Provinsi Lampung. Lewat konsep Telukbetung Town, dia berharap wajahnya kembali segar buat dikunjungi siapapun
Dia telah meletakan baru pertama (groundbreaking) pembangunan kawasan Telukbetung Town di kota tua Jl. ikan Hiu, Kecamatan Telukbetung Selatan, Senin (20/5/2024).
Pembangunan pertama adalah Pagoda setinggi 9 meter dengan anggaran APBD Rp1 miliar sedangkan untuk pembangunan gapura 18 meter senilai Rp2 miliar, serta lainnya, yakni trotoar dengan lampu hias dan peningkatan jalan.
Dana pembangunannya dari APBD Perubahan dan akan dilanjutkan APBD murni total Rp25 miliar, ujar Eva Dwiana pada waktu itu. Dia berharap pembangunan Telukbetung Town dapat merubah wajah kota ini jadi seperti kota-kota besar lainnya.
Nantinya, kawasan Telukbetung Town akan menjadi sentra ekonomi, budaya,dan agama, yang saling berdampingan dengan penuh kedamaian sejak zaman kemerdekaan, ujarnya.
Berbagai suku dan agama yang telah menyatu dalam kehidupan bermasyarakat di kawasan Telukbetung. Kehadiran Agama Islam, Budha, Hindu, Konghucu mewarnai interaksi tersebut.
Sama dengan daerah lain, kawasan Telukbetung Town sebagai salah satu destinasi wisata kuliner melengkapi kawasan kuliner Kecamatan Langkapura, Kemiling, dll.
Kawasan Tanjungkarang Pusat dan Kedaton akan menjadi sentra kuliner kripik dan Telukbetung Utara kuliner pempek. (Hajim)
-