LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Sebanyak 50 tokoh perempuan dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung berkumpul di Hotel Kyriad M2, Minggu (31/8/2025). Mereka mengikuti Pelatihan Tokoh Perempuan Lampung.
Kegiatan tersebut digagas Yayasan Sahabat Keluarga Berjaya (YSKB) dengan dukungan TP PKK Provinsi Lampung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Pelatihan bertema Menguatkan Peran Tokoh Perempuan untuk Kemandirian dan Ketahanan Keluarga ini bertujuan memperkuat peran perempuan sekaligus agen perubahan di masyarakat.
Dibuka TP PKK dan Dinas PPPA
Acara dibuka oleh TP PKK Provinsi Lampung bersama Dinas PPPA. Dalam sambutannya, Ketua Pokja 3 TP PKK, Elismawati, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci kesejahteraan masyarakat.
“Perempuan punya peran penting di banyak aspek. Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kapasitas perempuan Lampung agar lebih aktif dalam pembangunan,” ujar Elismawati.
Belajar Leadership, Digital, hingga Public Speaking
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si. dari IPB University yang menekankan pentingnya peran strategis tokoh perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Peserta juga dibekali empat materi inti:
(1). Manajemen Program & Organisasi – Dr. Keumala Hayati
(2). Public Speaking & Media Engagement – Agung Wibawa
(3). Digital Literacy – Dr. M. Komarudin
(4). Leadership Training – Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal.
Suasana pelatihan berlangsung hidup. Para peserta antusias mengikuti simulasi, diskusi, hingga studi kasus yang langsung mengasah kemampuan kepemimpinan dan komunikasi mereka.
Harapan Jadi Agen Perubahan
Ketua YSKB, Dr. Rika Damayanti, berharap para peserta tidak berhenti di ruang pelatihan. Ia menekankan pentingnya implementasi di masyarakat.
“Dengan keterampilan yang diperoleh, peran perempuan akan semakin kuat dalam membangun kemandirian dan ketahanan keluarga,” katanya.
Akan Dibentuk Forum Tokoh Perempuan Lampung
Sebagai tindak lanjut, YSKB akan membentuk Forum Komunikasi Tokoh Perempuan Lampung. Forum ini menjadi wadah kolaborasi, jejaring, sekaligus sarana penguatan kapasitas secara berkelanjutan.
Pelatihan ditutup dengan jargon yang menggugah semangat:
“Perempuan Lampung: Tangguh dalam Iman, Mulia dalam Adat, Kuat dalam Kepemimpinan.” (Rls/Rini)
-