HELOINDONESIA.COM -Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai pelajaran koding penting diajarkan di tingkat SD dan SMP untuk menciptakan generasi emas yang mampu bersaing secara global.
Menurutnya, Indonesia harus mencontoh India yang sudah mengajarkan kecerdasan buatan (AI) dan coding sejak dini. Langkah ini dianggap strategis untuk mempersiapkan lebih banyak ahli di bidang AI dan machine learning di masa depan.
Namun, gagasan ini menuai kritik dari warganet. Salah satu akun X menyebut ide ini kurang relevan, terutama karena siswa SD umumnya belum mahir menggunakan komputer.
Masih berlanjut
Baca juga: Ivan Sugianto Akhirnya Ditangkap, Setelah Diduga Punya Beking
Kritikus berpendapat fokus pendidikan dasar sebaiknya pada penguasaan pengetahuan fundamental sebelum mempelajari keterampilan teknis seperti coding.
Sementara itu dari laman Resesech.com disebutkan anak sekolah dasar perlu belajar koding karena keterampilan ini sangat penting di era digital saat ini. Koding tidak hanya mengajarkan logika dan pemecahan masalah, tetapi juga meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
Di Amerika Serikat, banyak perusahaan terkemuka mendukung pengenalan pemrograman kepada anak-anak untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan. Dengan mempelajari koding di usia dini, siswa dapat mengembangkan kemampuan yang relevan dengan dunia kerja yang semakin bergantung pada teknologi.
Mengapa Anak Sekolah Dasar Perlu Belajar Koding?
Code.org adalah organisasi nirlaba yang didukung oleh raksasa teknologi seperti Amazon dan Microsoft. Didirikan oleh Hadi dan Ali Partovi, organisasi ini berhasil membawa pendidikan koding ke sekolah dasar hingga menengah di Amerika Serikat, dengan tujuan memperluas akses ilmu komputer secara global. Inisiatif seperti Hour of Code telah menginspirasi jutaan siswa untuk belajar koding.
Manfaat Belajar Koding
Koding membantu siswa mengasah keterampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan mengembangkan keterampilan vokasional. Dengan koding, siswa siap menghadapi kebutuhan industri teknologi yang terus berkembang dan kekurangan tenaga ahli.
Prospek Karir di Teknologi
Profesi di bidang teknologi informasi seperti pengembang perangkat lunak atau analis keamanan siber menawarkan gaji tinggi dan peluang kerja yang meningkat. Belajar koding sejak dini memberi siswa keunggulan kompetitif di pasar kerja.
Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, prospek pekerjaan di bidang komputer dan teknologi informasi diperkirakan meningkat sebesar 11% dari 2019 hingga 2029. Berikut 10 pekerjaan teratas beserta gaji rata-rata dalam rupiah (kurs $1 = Rp 15.000):
- Ilmuwan Riset Komputer dan Informasi: Rp 1,842 miliar/tahun. Membuat dan merancang pendekatan serta proses baru untuk teknologi komputasi.
- Arsitek Jaringan Komputer: Rp 1,690 miliar/tahun. Merancang dan membangun jaringan komunikasi data seperti intranet dan LAN.
- Pengembang Perangkat Lunak: Rp 1,612 miliar/tahun.
- Analis Keamanan Informasi: Rp 1,496 miliar/tahun. Melindungi jaringan sistem komputer dari ancaman siber.
- Administrator Basis Data: Rp 1,406 miliar/tahun. Mengatur dan menyimpan data menggunakan sistem perangkat lunak khusus.
- Analis Sistem Komputer: Rp 1,363 miliar/tahun. Mempelajari dan meningkatkan efisiensi sistem komputer organisasi.
- Programmer Komputer: Rp 1,298 miliar/tahun. Menulis dan menguji kode untuk perangkat lunak dan aplikasi.
- Administrator Jaringan dan Sistem Komputer: Rp 1,252 miliar/tahun. Memastikan kelancaran jaringan komputer dalam operasi harian.
- Pengembang Web: Rp 1,106 miliar/tahun. Membuat, mendesain, dan mengembangkan situs web.
- Spesialis Dukungan Komputer: Rp 821 juta/tahun. Memberikan dukungan teknis dan layanan pelanggan.
Tantangan dalam Implementasi
Sekolah menghadapi kendala seperti kurangnya guru ahli, keterbatasan dana, dan akses teknologi yang tidak merata. Meski begitu, pendidikan koding tetap relevan di era digital untuk mempersiapkan siswa menghadapi masa depan teknologi
Sumber Research.com