HELOINDONESIA.COM -Model asal Australia, Bonnie Blue, telah memicu kontroversi besar setelah mengungkapkan keinginannya untuk tidur dengan sebanyak mungkin dengan mahasiswa di Inggris.
Dalam waktu singkat, Blue mengklaim telah bercocok tanam dengan 137 mahasiswa hanya dalam beberapa Minggu saja, namun masih kurang.
Bonnie datang ke Inggris dengan tujuan untuk menjelajahi kehidupan dengan pria-pria muda. Kota pertama yang ia kunjungi adalah Nottingham, di mana ia dengan berani memposting lokasinya di media sosial, yang sangat perhatian banyak pria.
Baca juga: Viral, Warga Amuk Ponpes di Bekasi, Diduga 2 Ustaz Asusila Kepada Santriwati Bawah Umur
Tindakan kontroversialnya imengundang orang jahat, Bonnie melaporkan bahwa ponselnya dicuri, dan pelakunya berusaha memerasnya dengan ancaman akan menyebarkan video pribadinya jika ia tidak membayar uang tebusan.
Beruntung dirinya berhasil menghapus semua data di ponselnya dari jarak jauh, sehingga pelaku tidak dapat mengakses informasi apapun, dikutip dari Daily Star.
Baca juga: Update Tewas Penjual Gorengan, Kini Ada Tersangka Baru, Ini Perannya
"Saya menyadari risiko yang saya ambil dengan berbagi lokasi saya secara online, tetapi semua ini sepadan. Meskipun saya dirampok, diancam, dan diperas, saya tidak merasa terlalu terpukul," kata Bonnie.
Sebab baginya berkeliling dan bisa tidur dengan mahasiswa bahkan dengan orang tua mereka telah membuatnya kaya, hingga menjadi target orang jahat. "Situasinya bisa lebih buruk, dan saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Saya hanya merasa kesal karena lupa bahwa tidak semua orang itu baik," tambahnya.
Baca juga: Heboh Dugaan Asusila di Ponpes Mambaul Hikam Trenggalek, Polisi Dinilai Lamban
Bonnie merupakan wanita Inggris yang kini tinggal di Australia dan bekerja sebagai model di OnlyFans. Ia datang ke Inggris untuk mencari mahasiswa yang sedang libur kuliah.
Bonnie mengaku mendapatkan keuntungan finansial yang besar dari konten kontroversialnya, yang mencakup video-video intim dengan mahasiswa.
Gelombang kritik dari berbagai kalangan, mereka mengatakan Bonnie tidak bermoral, merusak citra mahasiswa. Beberapa pengguna media sosial bahkan menyarankan agar pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk menghentikan perilaku yang dianggap merugikan tersebut.
Meski begitu, Bonnie tetap teguh pada pendiriannya dan melihat perjalanan kontroversialnya ini sebagai sebuah kesenangan. "Saya tidak akan membiarkan beberapa orang jahat merusak momen saya," pungkasnya.***
