HELOINDONESIA.COM - Pakaian dengan motif batik buat bangsa kita tentu sudah tidak asing lagi. Bahkan batik asli Indonesia ini sudah terkenal mendunia.
Menjadi tren internasional karena pakaian tradisional asli nusantara ini sering dipakai juga oleh pejabat-pejabat tingkat internasional.
Salah satu desainer batik terkenal, Ai Syarif dalam webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2024 pada Kamis (7/11/2024) memaparkan perjuangannya sejak muda mengenalkan batik ke berbagai penjuru dunia.
Fashion designer dan personal development di bidang fashion ini juga terkenal dengan desain-desain batiknya yang menggabungkan tradisi dan futurisme.
Baca juga: Pertemuan Dengan Insan Perhotelan, Yodhi Bahas Bandar Lampung Smart City
"Sejak muda saya sudah memiliki cita-cita untuk bisa keliling dunia. Di tahun 1985 saya tergabung dalam organisasi kesenian Swara Mahardika. Dari sanalah saya menjadi sosok manusia yang sangat mencintai Wastra Nusantara,” papar Fashion editor di High and magazine itu.
Dia pun menceritakan bagaimana bersama pembimbingnya Guruh Soekarno Putra untuk mencintai karya nusantara.
Jadi setiap hari minggu, kami diajak jalan-jalan ke mall menggunakan kain batik, lalu juga menggunakan stagen. Kami dilatih dan dibimbing Guruh Soekarno Putra untuk mencintai budaya bangsa. Dari situ lah saya mulai mengenal cara menggunakan kain batik yang benar,” kenang Ai.
Bahkan kemudian, Ai Syarif diberi kesempatan untuk mengikuti beberapa show di luar negeri. Pertama ia mengikuti pameran di negera Jerman Barat dan Austria.
Baca juga: Hyundai Mengalahkan Red Sparks, Namun Laga Ini Masuk Rekor V League, Berikut Aturan Deuce
“Di sana lah setiap hari saya tidak pernah lepas dari batik Wastra Nusantara, baik itu saat ke embassy atau ke museum,” ungkap course and training di ESMOD il’ecole surprieur des Art Teknik de la modele tahun 2004 ini.
Kemudian Ai Syarif juga diberi kesempatan untuk mengikuti international show festival di Asia dan Eropa Timur.
“Di kota-kota kecil ini kami perkenalkan Wastra Nusantara. Sampai akhirnya saya pernah belajar excort dan mengembangkan koleksi batik Indonesia yang salah satunya Cakra Asih,” paparnya.
Tak hanya itu, Ai juga mulai diminta untuk mempresentasikan fashion, musik dan tari khas nusantara di berbagai negara.
Baca juga: Turnamen Sepak Bola Piala Bergilir DPRD Dibuka Sekko H. Iqbal, Mantabbb, gol, gol
“Saya menampilkan koleksi batik Indonesia di Praha, Republik Cekoslovakia, di Nepal juga Bangladesh. Di Asia model festival di Korea Selatan saya selalu menggunakan model-model batik Indonesia. Di Bangladesh saya sempat mengenalkan batik Lasem,” tuturnya.
Dia juga pernah mengembangkan satu motif dari Bali dan ditampilkan di Den Hagg, Netherland.
“Ini sangat luar biasa. Begitu selesai show, baju tidak dibawa pulang karena laku. Mereka begitu bangga, mereka begitu antusias melihat tenun endek ini sebagai sesuatu yang modern,” ujarnya.
Waktu itu, karena inspirasinya dari Bali, maka ia mengkombinasikannya dengan udeng yang dipakai pria-pria model-model dari Belanda.
Baca juga: Bayi Dibuang di Pagak Malang, Polisi Bergerak Cepat
“Di sana penontonnya selain dari orang-orang Indonesia juga orang-orang Belanda, bahkan juga ada dari negara lain. Setelah show, model-modelnya dipegangin, bajunya dipegangin. Selesai itu mereka langsung membeli baju batik,” terangnya.
Batik tersebut adalah Cakra Aspina Galuh. Model batik yang dikembangkan bersama seniman Jogjakarta juga diminati atlit NBA, justin holiday.
Dari Chicago menghubungi dirinya bagaimana Justin Holiday bisa menggunakan batik asli Indonesia.
Saat itu, Menparekraf Sandiaga Uno pun langsung bergerak cepat mengundang media dari seluruh Indonesia dan dunia untuk bergabung bersama Justin Holiday.
Baca juga: Heboh, 10 Rumah di Wiyung Surabaya Terbakar Hebat, Butuh 5 Kendaraan PMK
“Justin Holiday membeli sebanyak 6 pices batik termasuk untuk istri dan fashion stylish-nya,” ucap Ai Syarif.
Selain batik Ai Syarif juga menyoroti terkait hasil kerajinan UMKM masyarakat Indonesia yang sangat diminati turis-turis mancanegara.
“Bersama Gaya Spa ini juga terus mengembangkan UMKM. Begitu saya expo di Dubai, Expo di Thailand, Kuala Lumpur, Expo juga di Tokyo, Indonesia boleh dibilang terdepan. Karena inovasi kreativitasnya yang sangat dinamis,” paparnya.
Dengan demikian, kita bisa menghargai bahwa karya UMKM Indonesia memang harus terus dibantu secara kualitas, finishing pengerjaannya dan juga pemasarannya.
Baca juga: Tuba Tak Baik-Baik Saja, Handal Ingin Bangkitkan Kembali Tuba
“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Harus dibantu pemerintah untuk menyalurkan koleksi-koleksi bagus ini,” tandasnya.
