HELOINDONESIA.COM -Juara bertahan voli putri Hyundai E&C (Hyundai Hillstate) meraih kemenangan kelima mereka musim ini setelah pertandingan deuce yang sangat ketat melawan JungKwan jang (Red Sparks)
Pada 8 November, Hyundai mengalahkan Red Sparks dengan skor set 3-1 di laga tandang ‘Dodram V League 2024-2025’ di Daejeon. Setelah kekalahan di laga pembuka melawan Heungkuk Life, Hyundai meraih lima kemenangan beruntun dan menutup putaran pertama.
Waduh
Baca juga: Bayi Dibuang di Pagak Malang, Polisi Bergerak Cepat
Kemenangan dramatis Hyundai ditentukan di set keempat yang berlangsung intens. Mereka memenangkan set pertama dengan 25-12, kalah di set kedua 27-29, tapi bangkit di set ketiga dengan kemenangan 25-22.
Set keempat berlangsung sangat sengit, karena Red Sparks melakukan perlawanan kuat melalui Megawati Hangestri (Megawati) dari Indonesia dan Vanja Bukilic. Namun, Hyundai akhirnya menang dengan keunggulan tinggi mereka dan mengakhiri laga 39-37 berkat blok kemenangan dari Lee Da-hyun.
Set keempat memakan waktu 45 menit, dan skor 39-37 menjadi rekor ketiga terpanjang di liga putri. Rekor tertinggi masih dipegang oleh KT&G vs. Korea Expressway pada tahun 2005 dengan skor 42-40.
Surabaya gempar
Baca juga: Heboh, 10 Rumah di Wiyung Surabaya Terbakar Hebat, Butuh 5 Kendaraan PMK
Hyundai mendominasi blok dengan perbandingan 13-4 atas Red Sparks. Lee Da-hyun (14 poin) memimpin dengan tujuh blok, dan Yang Hyo-jin menambahkan tiga blok untuk menguatkan pertahanan.
Pemain utama Moma mencetak 34 poin, sementara pemain Asia Wi-pawi (Thailand) mencetak 19 poin dan Jeong Ji-yoon 14 poin. Hyundai E&C kini memiliki 14 poin, hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Heungkuk Life (15 poin).
Red Sparks diwakili Mega dengan 34 poin, setara dengan Moma, dan Bukiluc dengan 30 poin. Namun, dukungan dari rekan tim mereka terbatas, kecuali Pyo Seung-ju yang menyumbang 13 poin, Red Sparks kini di peringkat ketiga dengan 9 poin dari tiga kemenangan dan dua kekalahan.
Aturan Deuce di voli
Deuce dalam voli terjadi ketika kedua tim memiliki skor yang sama setelah melewati angka 24. Jadi, saat skor menjadi 24-24, pertandingan memasuki fase deuce. Dalam fase ini, sebuah tim harus unggul dengan selisih 2 poin untuk memenangkan set.
Mengapa Deuce Terjadi?
Deuce sering terjadi pada akhir set saat kedua tim bermain sangat sengit dan berusaha sekuat tenaga untuk meraih kemenangan. Setiap poin menjadi sangat krusial dan tekanan pun semakin meningkat.
Contoh Kasus: Hyundai vs Red Sparks
Dalam pertandingan antara Hyundai dan Red Sparks yang berakhir dengan skor 39-37, kedua tim pasti telah melewati fase deuce beberapa kali.
Masing-masing tim bergantian meraih poin hingga akhirnya Hyundai berhasil unggul dengan selisih 2 poin (39-37) dan memenangkan set tersebut.
Ilustrasi tim H melawan Tim R, kedua tim mencapai skor 24-24. Ini artinya pertandingan memasuki fase deuce. Berikut contoh perolehan poin setelahnya:
* 24-24: Deuce dimulai.
* 25-24: H berhasil mendapatkan poin pertama setelah deuce.
* 25-25: R menyamakan kedudukan.
* 26-25: H kembali unggul.
* 26-26: R kembali menyamakan kedudukan.
* 27-26: H kembali unggul.
* 27-27: R kembali menyamakan kedudukan.
* ... dan seterusnya
Proses ini berulang beberapa kali hingga akhirnya tim H berhasil unggul dengan selisih 2 poin, yaitu 39-37.***
