HELOINDONESIA.COM -Dalam tradisi menjaga kesehatan dan kebugaran adat istiadat masyarakat Sunda bisa dilihat dari makanan yang dikonsumsi.
"Saya sebagai salah satu anak dari orang Sunda yang ingin menyampaikan mengenai kekayaan budaya. Satu di antaranya terkait dengan dengan kebugaran yaitu kuliner," papar Dr Riadi Darwis, Dosen Politeknik Pariwisata NHI Bandung dalam webinar yang dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (23/1/2025).
Menurut Dr Riadi, masalah kebugaran tentunya perlu juga melihat dampak dari kebugaran profil dari orang-orang Sunda.
"Orang-orang tradisi gitu ya ini kebetulan masyarakat yang ada di wilayah Baduy dan juga di Sukabumi Selatan," terang Dr Riadi.
Baca juga: MilkLife Soccer Challenge All-Stars: Tim Semarang Buru Prestasi Maksimal meski Persiapan Minimal
Kalau diperhatikan, sambung Dr Riadi, dari mimik wajah orang-orang tua dari masyarakat Sunda. Kemudian saudara-saudara kita yang lain.
" Bahkan kita bisa melihat bagaimana rona wajah yang ditampakkan oleh seseorang, mungkin ini juga menjadi salah satu cerminan kondisi masyarakat yang dahulu memegang teguh tradisi," terangnya.
Dengan demikian, ungkap Dr Riadi , memberikan satu pengaruh terhadap pribadi dan juga fisik maupun mentalitas dalam diri seorang manusia Sunda.
Menurutnya, antara masalah makanan yang dikonsumsi masyarakat adat Sunda dan kebugaran saling berkaitan.
Baca juga: Mayat Lelaki Tersangkut Sampah di Irigasi Adijaya Lampung Tengah
"Karena kebugaran otomatis pengaruhnya sangat besar. Karena ini kaitannya dengan supply asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh," tambah Dr Riadi.
Secara medis, terang Dr Riadi, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ini yang akan menggantikan berbagai sel-sel yang sudah rusak. Sehingga ini perlu ada pembaharuan.
Makanan seperti apa sih sebetulnya yang dikonsumsi oleh masyarakat Sunda?
Dr Riadi menjelaskan bahwa pola konsumsi dalam masyarakat Sunda dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hidupnya itu dipengaruhi oleh 6 faktor.
Baca juga: 4 Ribu Personel Disiagakan untuk Pengamanan Kedatangan Presiden Prabowo di Puncak HPN 2025 Kalsel
"Ada 6 faktor yang menentukan pola konsumsi masyarakat tradisi Sunda dalam memenuhi asupan nutrisi dan gizinya," paparnya.
Pertama, dipengaruhi oleh faktor pribadi. Faktor pribadi ini dipengaruhi oleh kebiasaan.
Misalnya dengan tradisi yang dijalankan oleh yang bersangkutan. Dia bisa saja menjalankan puasa ataupun sahur dalam tatanan masyarakat muslim," ujarnya.
Kedua gaya hidup. Gaya hidup ini berkaitan dengan cara dia memandang kehidupan, memandang makanan dan minuman dalam keseharian.
Baca juga: Abdul Munib Pastikan Mayoritas PWI Papua Hadir di HPN 2025 Kalsel
"Itu juga sangat dipengaruhi oleh pola pikir yang ada di dalam diri manusia Sunda," katanya.
Ketiga, pola konsumsi makanan tersebut juga sangat dipengaruhi oleh adanya strata sosial.
"Misalnya masyarakat adat Sunda yang tinggal di wilayah pedesaan, perkotaan kemudian ada kalangan sosial. Kalangan sosial ini terdiri dari menengah, kalangan sosial atas, rakyat biasa, bangsawan maupun para penguasa," jelasnya.
Kemudian, sambung Dr Riadi, di sisi aspek agama ataupun kepercayaan ataupun ajaran juga sangat besar pengaruhnya.
Baca juga: Petani Singkong Lampung Timur Kembali Serbu Kantor Bupati
Keempat, pola konsumsi pangan pun ini sangat dipengaruhi oleh faktor musim.
"Kita tahu bahwa kita mengenal musim kemarau, musim penghujan, musim tanam maupun pertanian. Dan itu juga sangat mempengaruhi terhadap ketersediaan pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat," jelasnya.
Kelima, dipengaruhi oleh faktor tempat. Masyarakat yang tinggal di dataran tinggi tentu akan berbeda dengan masyarakat yang menghuni dataran rendah.
"Karena mungkin ada beberapa hal. Misalnya ada ketersediaan bahan-bahan pangan yang ada di tebing. Ada mata air, kebun, bukit, sawah, ladang, cekungan, danau dan sebagainya.Nah itu juga merupakan lahan-lahan tempat ketersediaan bahan pangan yang disediakan alam untuk kita selaku manusia Sunda," paparnya.
Keenam, terkait dengan masalah waktu. Kapan masyarakat Sunda mengonsumsi pangannya ada tradisinya.
Baca juga: Jadwal Pertandingan Matchday 7 League Phase Liga Champions 2024-2025 : Manchester United vs Rangers
"Kalau di masyarakat modern kita mengenal ada istilahnya makan pagi ada makan siang, makan malam dan sebagainya. Tentu ini berbeda dengan tradisi masyarakat Sunda," tandasnya.
