HELOINDONESIA.COM -Bahasa Batak dikenal agak unik.Apalagi kalau kita memang bukan orang Batak itu mungkin iramanya berbeda dan lain sebagainya.
"Jadi sebelumny saya sudah minta maaf ini dan bisa memberikan pengertian ketika membahas spa atau kebugaran tradisional Batak," papar trainer dan pelaku spa wellness ,Yoyoh Rohmah Tambera seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (12/3/2025).
Yoyoh mengatakan, dari zaman baheula bergerak di dunia Kecantikan ternyata spa itu ilmu yang sangat luas, sangat banyak.
"Saya saja yang dari tahun 1985 ternyata bergeraknya pun datang dari tahun 85 ternyata sangat luar biasa perkembangan keilmuan dari spa wellness ini," tambah Yoyoh.
Baca juga: Yuk, Jaga Lingkungan Selama Ramadan, Kelurahan Kartini Berlakukan Piket Pos Pantau
Apalagi, lanjutnya, sekarang Indonesia sudah mulai mencanangkan produk Indonesia dan itu menular ke semuanya juga menular ke dunia spa.
"Dunia spa mengenalkan etnowellness. Kalau dulu hanya ada lulur dari Jawa, Balinese Massage atau spa Bali, maka sekarang ada 15 etnowellness yang sudah diperkenalkan oleh Indonesia Wellness Master Association (IWMA)," ungkap Yoyoh.
Jadi, menurutnya, sudah ada lima belas etnowellness yang diperkenalkan. Tentu akan selalu berkembang terus dan terus.
Dia berharap mudah-mudahan seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia juga bisa diperkenalkan.
Baca juga: Satreskrim Polres Kendal Dibantu Brimob Polda Jateng Musnahkan 23 Kg Bubuk Mesiu
Salah satu etnowellness adalah Spa Batak atau Kusuk. Menurutnya, Spa Batak tersebut istilahnya masih sangat banyak.
Berbagai daerah itu banyak sekali istilahnya. Misalnya dari Jawa Barat ada Cianjur, Sukabumi dan sebagainya. Demikian juga di Batak, jadi setiap kabupaten mempunyai istilah sendiri.
"Jadi berbeda-beda memang istilahnya. Ada yang menyebut oukup, ada yang menyebut Kusuk dan lain sebagainya," tambah Yoyoh.
Filosofi Spa Batak bukan hanya untuk pengobatan, tapi juga kecantikan.
Baca juga: PD INI dan IPPAT Kendal Ajak Buka Puasa dan Santuni 53 Anak Yatim
"Kemarin sudah dijelaskan oleh Profesor Rusmin Tumanggor segala sesuatu mengenai Kusuk. Beliau adalah penemu kenalnya filosofi Batak. Penemu kenalnya luar biasa pasti banyak sekali ilmunya," jelasnya.
Filosofi mantra dan jampi Batak, menurut Yoyoh, selalu diawali dengan doa.
"Doa adalah cara Tuhan. Tuhan itu berbicara lewat Tuhan kita," ujarnya.
Filosofi ini sambung Yoyo, terpengaruh dari ahli sufi dari Barus yaitu Hamzah Mansuri yang punya paham manusia bahkan alam satu wujud dengan Tuhan atau wahdatul wujud.
Baca juga: PD INI dan IPPAT Kendal Ajak Buka Puasa dan Santuni 53 Anak Yatim
"Kalau masyarakat suku bangsa Jawa tokohnya dikenal dengan syekh Siti Jenar Manunggaling. Di Timur Tengah tokohnya yang termasuk AlHajal, Alhalaj dan Al-Farabi dan sebagainya," terang Yoyoh.
Seorang pengobat tradisional Batak dan Kecamatan Madumas ketika melakukan penelitian yaitu alamarhum Datuk Pandungan mengatakan bahwa filosofi Batak itu sudah menyertakan Tuhan di dalam perawatan.
"Jadi sebetulnya yang menyembuhkan adalah Tuhan melalui tangan kita," kata Yoyoh.
Filosofi lain yang dikenal adalah kehidupan yang baik didapat dari perawatan melalui tanam-tanaman yang baik.
Baca juga: Diberondong Protes Aries Sandi, Ini Jawaban KPU Pesawaran
Jadi perawatan di Batak itu unsurnya sangat mulia. Pertama karena menyertakan Tuhan di dalamnya. Menyertakan yang paling tinggi.
Kedua menghargai tanaman-tanaman yang baik.
"Itu sesuai dengan spa kita," tandasnya.
