LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Setinggi-tingginya bakau terbang akhirnya ke pelimbahan juga. Pepatah yang bermakna sejauh-jauhnya merantau akhirnya kangen juga ke kampung halaman. Demikian pula perantauan keluarga Kartadilaga, Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.
Mereka bertolak naik bus berkapasitas 24 penumpang dari rumah Inciknda Lela Fauza, sesepuh Keluarga Kartadilaga dibilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2025). Jelang tengah malam, mereka tiba di Anjung Bang Oking Hotel & Resort Krui.

Paman, adik dan sepupu kandung almarhum H.M. Taufiq Kiemas, suami Megawati Sukarno Putri, yakni Joelfian Joesaki bersama Istri Tieni Hermes Kiemas, istri Hartati Hermes Kiemas dan Achil Iskandar Joesaki bersama Istri Uus Usfiah.
Jumat pagi (13/6/2025), perantauan dari Jakarta, Bandung, dan kota-kota lainnya menyeberang laut naik tiga perahu nelayan dan membawa sendiri pelampung dari Jakarta, rombongan bertolak dari Labuhan Jukung Krui.
Wakil Bupati Pesisir Barat (Wabup Pesibar) Irawan Topani, SH, MKn menyambut dan menemani para tamunya. Keluarga besar Kartadilaga berhimpun di kampung leluhurnya, Lamban Gedung Saibatin Karya Kartadilaga Marga Pulau Pisang.

Acara pokoknya, peresmian Masjid Jami' At-Tanwir di Pekon Suka Marga, Kecamatan Pulau Pisang. Rombongan di Ketuai Taswin Yahya, Penanggungjawab
Rahman Arief, Sekretaris Widy Hastuti, Bendahara Meirina Mahdalena, beranggotakan Siti Ruwaida, Hasrumal, Al Hilal, Amiruddin, Haryo Mawardi, Hendry Haryo, Indry Haryo, Nungki, Awaluddin, Mirsya Kiki, Yenny Arwathy, Alaida, Elly Adriana Abbas, Enny Alfina Abbas.
Datang juga dari Jakarta Utusan khusus "Kaka Ratu" Dr. H.C. Puan Maharani gelar Ratu Mustika Kartadilaga dan "Ayuk" Dr. Isma Yatun, Yakni Puari Angkon H.M Taufiq Kiemas, Dr. H.R. Erwin Moeslimin Singajuru, SH, MH Gelar Dalom Singajuru Raja Penggalang Paksi (Raja Ranau) bersama Pemapah Adat Saibatin Karya Kartadilaga Dr (C) Oking Ganda Miharja, Yang berangkat dengan Kendaraan Pribadi dan bertolak dari Dermaga Alam Tembakak menuju Pulau Pisang.
Rombongan tiba disambut Tuan Rumah Saibatin Karya Kartadilaga, Sultan Hidayat Kartadilaga Gelar Demung Kartadilaga X, Peratin Sukamarga Rico Welianwar dan Keluarga Besar Kartadilaga yang ada di Pulau Pisang dan Sekitarnya.
Acara Penyambutan diawali dengan berkumpul bersama antara Rombongan Wakil Bupati dan Jajaran bersama Keluarga Kartadilaga Jakarta dan Bandung yang diarak dengan tari-tarian Adat menuju Lamban Gedung Saibatin Karya Kartadilaga yang jaraknya berdekatan.

Selanjutnya Rombongan diterima dan beramah tamah menandai Selamatan Lamban Gedung. Acara dihadiri juga oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ikam Mulhak dan Mat Muhizar, Camat Pulau Pisang, Peratin, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat Pulau Pisang, Diantaranya Apip Nur, A. Khaidir, Azni Arifin, Swirat, Sanwani, Teni Edwar, Alfirin Alberori dan lain-lain.
Acara Dilanjutkan dengan Peresmian Masjid Jami' At-Tanwir dimulai dengan sambutan DKM Masjid At-Tanwir oleh Tunzirwan, Sambutan Keluarga Besar yang diwakili Dr. H.R. Erwin Moeslimin Singajuru, SH, MH. Lalu Peresmian oleh Wakil Bupati Irawan Topani, SH. M.Kn. dan dilanjutkan dengan sambutan.
"Atasnama Pemkab Pesibar memberikan penghargaan berlangsungnya kegiatan Anjau Silau Keluarga Besar Karya Kartadilaga, yang tidak hanya mempererat silaturahmi antar sanak keluarga, namun juga menjadi cermin betapa kuat dan lestarinya akar budaya serta nilai-nilai adat Lampung yang tumbuh subur di bumi Pesibar," tutur Irawan Topani.
"Tadisi Anjau Silau merupakan warisan budaya yang menjadi sebuah perwujudan cinta dan tanggungjawab terhadap berbagai warisan leluhur, utamanya dalam hal menjaga jati diri, martabat, dan persatuan di tengah keragaman zaman. Kehadiran keluarga besar dari rantau, dari Jakarta ke Pulau Pisang, adalah bukti nyata bahwa ikatan darah dan nilai adat tidak pernah lekang oleh waktu dan jarak",
Tambah Wakil Bupati.
"Momen peresmian Masjid Jami’ At-Tanwir diharapkan dapat menjadi pusat syiar Islam, tempat berlabuhnya doa, ilmu, dan kegiatan keagamaan masyarakat. Pembangunan masjid ini adalah amal jariyah. Saya percaya, bahwa siapa pun yang terlibat dalam proses pembangunannya, baik dengan tenaga, harta, maupun doa, telah menanam pahala yang akan terus mengalir tanpa henti sebagaimana sabda Rasulullah SAW, barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga," Pungkas Wakil Bupati, Irawan Topani. (Rls)
-
