LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Tim Cagar Budaya Lampung (TACB) yang dipimpin Budayawan Ir. Anshori Djausal, MT berhasil mengkaji bukti-bukti bahwa pusat tertua peradaban Lampung dari prasejarah hingga Zaman Kerajaan Sriwijaya ada di kawasan Situs Megalitik Batu Brak, Pekon Purajaya, Kebon Tebu, Kabupaten Lampung Barat.
Tim menyimpulkan hal itu setelah turun ke lapangan, membandingkan situs serupa di lokasi lain (Batu Bedil di Kabupaten Tanggamus), Pugung Raharjo (Kabupaten Lampung Timur, dan situs-situs serupa di kabupaten lainnya yang tak sebanyak dan seluas di kawasan Situs Megalitik Batu Brak.

Selain itu, TACB Lampung juga melihat situa serupa yang lebih berserakan lagi di Situs Megalitik Besemah, Lahat-Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, Lahat-Pagaralam. "Untuk di Lampung, Situs Megalitik Batu Brak paling banyak dan luas," ujar Anshori Djausal.
Setelah dibahas hasil kajian lapangan yang baru dilakukan dalam rapat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Kamis (3/7/2025), TACB Lampung sepakat menyatakan Situs Batu Brak pusat peradaban di Provinsi Lampung. "Sekira 4500 tahun lalu atau 2500 SM," kata Anshori Djausal.

Situs-situs megalitik yang beterbaran dalam Kawasan Cagar Budaya Batu Brak tingkat Kabupaten Lampung Barat dan Provinsi Lampung itu merupakan rangkaian atau benang merah jejak peradapan tertua di Sumatera.
Oleh karena itu, TACB menilai Situs-Situs Megalitik Batu Brak sudah seharusnya ditingkatkan menjadi Situs Cagar budaya Tingkat Nasional yang akan segera diajukan kepada Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN).
Berdasarkan Pasal 42 UU No. 10 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Situs Megalitik Baru Brak telah memenuhi kriteria sebagai cagar budaya nasional dikaji dari lima kriteria, yakni:
(1). Situs Baru Brak merupakan wujud kesatuan persatuan, (2). Karya adiluhung yang mencerminkan kekhasan kebudayaan bangsa Indonesia, (3) Sangat langka jenisnya, unik rancangannya, dan sedikit jumlahnya di Indonesia, (4) Bukti evolusi peradaban bangsa serta pertukaran budaya lintas negara dan lintas daerah, baik yang telah punah maupun yang masih hidup di masyarakar, (5) Contoh penting kawasan permukiman tradisional, lanskap budaya, dan atau pemanfaatan ruang bersifat khas yang terancam punah.

Di lahan seluas 3,5 hektare dengan ketinggian 850 MDPL, Situs Batu Brak memiliki:
1. Menhir berjumlah 50 setinggi 300 cm dan lingkaran 100 cm hingga setinggi 100 cm dengan lingkaran 150 cm terbuat dari batu andesit. Menhir tersusun dalam lima kelompok.
2. Dolmen berjumlah 27 dengan ukuran panjang 310-320 cm, lebar 210-250 cm, dan tebal 50-80 cm. Dolmen terkecil panjang 120-160 cm, lebar 100-145 cm, dan tebal 25-35 cm.
3. Batu Datar berjumlah 3.
4. Batu Umpak 156.
5. Fragmen keramik Cina Abad 7-9 Masehi, Dinasti Tang Abad 9-10 Masehi, dan Dinasti Sung Abad ke-10 M.
6.Fragmen Tembikar yang dibayar pada suhu 500-550 derajat celcius.
7. Manik-manik.
TACB yang terdiri dari Ir. Anshori Djausal, MT; Dra. Heni Astuti, MIP; Drs. Maskun, MH; Dr. Oki Hajiansyah Wahab, SIP, MH; I Made Giri Gunadi, SS, MSi; Sulistyowati, SH; Ni Putu Galih Pratiwi, MHum; Ir. Hermansyah; dan Diana Lisa, ST, MT. (HBM)
-
