Helo Indonesia

Pelabuhan Sunda Kelapa Bagian dari Proses Asimilasi Budaya Betawi dengan Asing

Sabtu, 5 Juli 2025 21:10
    Bagikan  
Etna Betawi
Foto: tangkapan layar

Etna Betawi - Ondel-ondel menjadi salah satu ikon kebudayaan Betawi.

HELOINDONESIA.COM - Siapa sih yang nggak kenal sekali dengan etnis Betawi. Etnis yang asli mendiami ibu kota ini sangat legendaris lho.

"Kenapa? Karena Betawi itu terkenal dengan pelabuhannya sejak zaman dahulu kala," ungkap trainer Spa Wellness Yoyoh Rohmah Tambera seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (5/7/2025).

Sebagai kota pelabuhan, jaman itu banyak orang berdatangan dari berbagai negara.

"Ada yang mampir singkat atau singgah bahkan menatap di sini sehingga berubah nama dari Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia dan Jakarta," jelasnya.

Baca juga: Dirut Baru BPJS Ketenagakerjaan: Percepat Perluasan Perlindungan Jamsostek, Jaga Kualitas Pelayanan

Karena banyak sekali pendatang, lanjut Yoyoh, sehingga terjadilah asimilasi antarbudaya.

"Jadi kebudayaan Betawi yang asli betul sudah sangat bercampur. Menyatu dengan kebiasaan orang-orang dari negara-negara lain yang datang ke Indonesia melalui pantai Sunda Kelapa," paparnya.

Yoyoh mencontohkan terkait pakaian adat pengantin Betawi. Pakaian berbentuk kebaya ini kaya sekali akan campuran etnis China.

"Bahkan kita sebut kebaya encim," tambahnya.

Baca juga: Purbalingga Torehkan Rekor Muri, Santap Bareng 8.888 Porsi Nasi 3G di Festival Gunung Slamet

Menurutnya, orang Betawi itu sangat terbuka. Hal ini tergambar dari falsafah kehidupan mereka.

"Orang-orang Betawi itu sangat religius sederhana, egaliter, humoris. Mereka juga sangat menghormati orang yang lebih tua," ujarnya.

Tak hanya itu, sambung Yoyoh, orang Betawi dikenal sangat sopan santun, mereka sangat menghormati orang yang lebih tua, sangat menghormati tetamu, atau pendatang.

"Karena sikap itulah orang Betawi banyak disenangi. Jadi sebetulnya kalau kita mau merunut sejarahnya orang Betawi itu sangat sopan. Nggak ngablak. Cuma terkadang penggambaran orang Betawi yang ngablak itu membuat generasi muda menganggap bahwa malu menjadi orang Betawi," terangnya.

Baca juga: Gubernur Jateng Ramaikan City Parade Hiu Selatan International Hard Enduro di Kendal

"Karena dianggap norak, nggak sopan dan lain sebagainya. Itu tentunya tidak lepas dari peranan media," terangnya.

Yoyoh berharap sampai seterusnya media akan mempublikasikan hal-hal yang positif tentang sikap hidup orang Betawi.

"Karena orang Betawi sangat religius, sangat sopan santun, sangat juga menghormati orang tua," tegasnya lagi.