Babang: Kuliner “bangik temon” *ala ulun Lampung*
Oleh Prof. Admi Syarif, PhD*
*We Love LAMPUNG !*
TABIK pai puuun menyanak waghei, lebeu kelamo sekelik segalo puuun ! Teriring salam, semoga kita semua dalam keadaan sehat dan diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa. Kembali hari ini, saya akan mencoba menghadirkan tulisan terkait budaya, kuliner, dan bahasa Lampung.
Kebudayaan Lampung selalu hadir menyertai eksistensi suku bangsa Lampung sejak awal keberadaannya. Salah satu pilar utama budaya yang tetap eksis hingga era kekinian adalah kuliner tradisionalnya yang unik dan maknyus.
Tapi sebelumnya, seperti biasa, mengawali tulisan ini akan kita kembali kutip kata-kata bijak ulun Lampung dahulu ya gaes.
Matei kalem mu seghem;
nitei kayu teme
Tigeh diujung takkai;
Bulung sai makwat goyang
Alangkah pandainya semut;
Berjalan dikayu yang tegak;
Sampai diujung tangkai;
Tak satupun daun bergoyang
OK gaes, karena Lampung dikenal sebagai daerah penghasil singkong terbesar di Indonesia, kali ini saya mengajak sahabat semua membayangkan kelezatan kuliner Lampung yang sangat luar biasa bernama "Babang", yang terbuat dari singkong.
Babang mungkin belum begitu familiar di telinga ataupun lidah sahabat. Hidangan asli ulun Lampung ini biasa dinikmati sebagai menu berbuka puasa. Pastinya ini lebih enak dari singkong meledak lo Gara !
Singkong, bahasa Lampungnya "kikim", kalau direbus bersama gula aren jadilah yang namanya "babang". Pastinya luar biasa maknyus geh, banyangin aja kikim yang dibuat bermandikan gula. Kalau mandi kembang tengah malam, mah sudah biasa ya gaes.
Pasti deh, lidah ente udah pada bergoyang pengen menggigit dan mengemut manis “babang”. He he he membayangkan maknyusnya "babang" saat sarapan pagi atau menemani ngopi pagi pastinya wow banget, gurih manis !.
So buat brosis yang lagi bingung akibat kerinduan, kehadiran babang ini, ana jamin ini bisa menjadi solusi untuk menuntaskan masalah kerinduan itu lho. Ana jamin deh, dengan "Babang" maka perut ente kenyang, tidur nyaman dan bisa-bisa langsung mimpi ketemu sang mantan he he he !
Babang merupakan salah satu makanan tradisional masyarakat Lampung yang sangat dikenal. Untuk membuat babang kita cukup merebus "singkong" dengan gula arean atau nira gula aren (lahhang). Rasanya tentu saja sangat lezat nan manis. Cara membuatnya cukup mudah. Cukup rebus singkong dengan air matang dan masukkan daun pandan, sampai empuk.
Bila sudah agak empuk, masukkan gula merah yang sudah dipotong. Perhatikan penggunaan api agar tidak gosong. Lalu, hidangkan babang untuk cemilan berbuka puasa atau saat kumpul bersama dengan keluarga atau teman. Pastinya hari ini menjadi lebih istimewa dan hari baik kita.
Berikut adalah bahan dan cara membuat babang yang ana dapatkan dari sang pujaan hati (Yula KW). Selamat menikmati !
Bahan-bahan
* 1 buah singkong
* 4 butir gula merah (sesuainselera )
* garam halus secukupnya
* daun pandan
* air untuk merebus
Cara Membuat
* Langkah 1 Kupas singkong, cuci sampai bersih dan Potong singkong. Kalau bisa pakai singkong roti ya gaes.
* Langkah 2 Rebus singkong hingga setengah matang
* Langkah 3 Panaskan air dan masukkan gula aren, daun pandan dan garam secukupnya.
* Langkah 4 Masukkan singkong ke dalam rebusan gula, kalau bisa pakai gula aren Ranau, aduk agar singkong dan gulanya menyatu dan tunggu sampai air gulanya menyusut dan mengental. Babang siap dihidangkan.
Selalu mengerjakan dan menularkan perbuatan baik untuk Lampung yang lebih baik. Kita adalah LAMPUNG !
* Dosen Unila dan tukang tulis
