Fanny Soegi Obati Kerinduan Penggemar di Malam Penutupan IMF 2024

Senin, 18 November 2024 21:27
Penampilan anggun Fanny Soegi di penutupan International Mask Festival

SOLO, HELOINDONESIA.COM - Penyanyi cantik bersuara merdu, Fanny Soegi mampu mengobati kerinduan penggemar pada penampilan spesialnya di International Mask Festival (IMF) 2024 hari kedua atau terakhir di Pendhapi Gede Surakarta, Sabtu malam 16 November 2024.

Tampil di malam penutupan festival topeng internasional 2024 tersebut, Fanny Soegi tampak anggun dengan gaun berwarna putih. Dari balik panggung, dia menyapa penggemarnya sembari membawa tiga tangkai bunga yang langsung dibagikan ke penonton yang berteriak histeris menyambutnya.

''Siapa yang mau bunga? Saya kasih satu-satu,'' kata Fanny sambil membagikan tiga bunga ke penonton di sisi kiri, tengah, dan kanan panggung.

Baca juga: Duet Sahli dan Happy Asmara Sukses Goyang FisipFest Undip Music Festival 2024

Setelah itu. dia pun melantunkan tembang andalannya ''Asmalibrasi'' yang langsung membuat penonton terhiponis oleh kelembutan suaranya.

Setiap manggung, Fanny senantiasa memukau para penikmat musik Indonesia dengan vokalnya yang penuh emosional serta lirik-liriknya yang menyentuh.

Penampilannya di IMF mampu menghadirkan suasana yang hangat dan khidmat bagi para pengunjung, serta lagu-lagu yang menyentuh hati, Fanny Soegi menjadi pengisi acara yang membawa warna baru di antara penampilan seni topeng yang khas.

Sanggar Gendhug

Pada hari kedua penutupan IMF, acara sesi sore dibuka dengan penampilan Sanggar Gendhug dari Semarang dengan tarinya, “Lamen Dadari”. Menceritakan tentang Gembong Amijoyo yang dikemas dengan gerak kontemporer. Terinspirasi dari kesenian rakyat Barongan Blora.

Tidak ketinggalan, Sinduru Indonesia dari Kalimantan Timur memeriahkan panggung dengan konsep unik dengan “Juja”. Juja atau Ma'Juja terinspirasi dari istilah makjuj, yang menggambarkan sifat akhir zaman. Karya ini memadukan gerak tradisional Kutai Kartanegara dengan elemen tari kontemporer, menyajikan kritik sosial yang penuh makna dan refleksi.

Baca juga: Mbak Ita Luncurkan Petruk Semar, Permudah Petani Pasarkan Pertanian

Dari delegasi luar negeri, The Place that Makes Culture is Yeolteo dari Republik Korea menghadirkan karya seni yang memadukan permainan topeng singa khas Provinsi Bukcheong dengan nuansa kekinian.

Sebelumnya pada Sabtu pagi 16 November 2024 diadakan Indonesian Mask Organization (IMO) di Museum Keris. Menghadirkan narasumber dari berbagai negara untuk membahas pentingnya seni topeng sebagai jembatan diplomasi budaya dan sarana generasi muda untuk melestarikan seni.

Dengan tema “The Beauty of Solidarity”, IMF 2024 hari kedua tetap mengukuhkan posisinya sebagai festival budaya yang tidak hanya merayakan seni, tetapi juga mempererat hubungan antarbangsa melalui pesan solidaritas dan harmoni budaya. (Aji)

Berita Terkini

Hibah Menjadi Gibah

Opini • 6 jam 13 menit lalu