HELOINDONESIA.COM - Berbicara soal ethnowllness atau tradisi kesehatan dan kebugaran adat Sunda tak bisa lepas dari yang namanya Peperenian orang Sunda.
Ketika bicara Peperenian, artinya berbicara tentang pengetahuan yang secara kolektif menjadi pustaka budaya dalam kehidupan masyarakat Sunda.
Antropolog dari Fisip Universitas Padjajaran (UNPAD), Ira Indra Wardana seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (13/1/2025) mengungkapkan bahwa Peperenian itu di dalamnya terkait pengetahuan ataupun pustaka budaya kebugaran, metode, ritual dan juga bagaimana memahami ciri-ciri kesehatan manusia atau masyarakat Sunda
"Berbicara tentang Peperenian kebugaran ini saya kira bagaimana kita melihat sudut panjang dan juga pengetahuan dalam perspektif etnik Sunda dalam kebugaran, metode, ritual dan tradisi kesehatan," jelas Ira.
Baca juga: Ungkap Penyebab Kematian, Polda Jateng Lakukan Ekshumasi Jenazah Darso
Sehingga, lanjutnya, perspektif etnik Sunda ini dianggap penting. Sewaktu-waktu bisa dipakai atau menjadi sebuah habit atau kebiasaan.
"Mudah-mudahan apa yang saya berikan ini minimal bisa menginspirasi atau juga bisa memberikan sebuah pengetahuan baru yang kemudian bisa dikembangkan," harap Ira.
Sebelum jauh memahami Peperenian terkait Ethnowllness Sunda, Ira menegaskan, perlu dipahami dulu bahwa dalam konsep kehidupan masyarakat Sunda itu memiliki konsep harmoni atau keseimbangan hidup antara manusia, alam dan kebudayaannya.
"Jadi masyarakat Sunda memiliki guidance berupa budaya Sunda sebagai petunjuk moral, sebagai alat agar mereka bisa eksis dalam kehidupannya," tambah Koordinator ETNA Jawa Barat, Indonesia Wellness Master Association (IWMA) ini.
Baca juga: Menu Program MBG Bervariasi, Siswa Hemat Uang Saku untuk Ditabung
Lebih lanjut dikatakan Ira, bagaimana masyarakat Sunda juga memahami seperangkat sistem budaya agar kehidupan masyarakat Sunda bisa seimbang dalam hubungan mereka dengan lingkungannya.
"Karena bagaimanapun lingkungan alam tempat tinggal manusia dipercayai sebagai sumber kehidupan manusia, sumber budayanya manusia," imbuh Ira.
Ketika berbicara tentang bagaimana konsep kebugaran masyarakat Sunda, Ira memaparkan, bagaimana pengetahuan tentang kesehatan orang Sunda, bagaimana masyarakat Sunda menjaga agar kesehatan lahiriah dan batiniahnya juga terjaga.
Maka di sini konsep keseimbangan antara manusia, budaya dan lingkungan hidup tergambar dari suatu pemahaman konseptual antara keseimbangan jagat letik atau dunia kecil, diri manusia itu sendiri secara utuh, baik lahiriah maupun batiniahnya.
Baca juga: Pascaaksi Aksi Petani Singkong, DPRD Lampung Roadshow ke Kabupaten
"Juga menjaga jagat besar atau jagat gede yaitu dunia, lingkungan dan semestanya," tambah Ira.
Diungkapkan Ira bahwa gambaran tentang kesadaran harmoni kosmologi orang Sunda, baik spa atau etnowellness ini tidak hanya dalam bentuk terapi-terapi pengobatan secara physicly saja.
"Tak hanya dipahami adanya hubungan pengetahuan, obat-obatan, kesehatan atau juga terapi, tapi juga dalam pengetahuan kosmologinya orang Sunda," jelasnya.
Namun demikian, Ira menegaskan bahwa apa yang disampaikannya tidak bisa diklaim bahwa Peperenian masih dipakai oleh masyarakat Sunda kekinian.
"Setidaknya pengetahuan tentang buana besar, jagat besar, jagat kecil, semesta raya yang ada dalam diri kita. Dalam kehidupan manusia itu harus tertata dalam konsep ritantu diraga," tandasnya.