HELOINDONESIA.COM - Kongres Federasi Sepak Bola Timor Leste (FFTL) ke-9 yang mengagendakan pucuk pimpinan baru gagal digelar, Rabu (10/1/2023).
Kongres Luar Biasa yang digelar di Hotel Timor Dili, Timor Leste ini terpaksa ditunda karena panitia pemilu tidak konsisten dalam mengambil keputusan terkait hak pemilih.
Kongres dimulai pukul 10.00 pagi dihadiri delegasi dari 14 Asosiasi Sepak Bola Kota dan 7 Asosiasi Profesional, disaksikan oleh perwakilan AFF, AFC, dan FIFA.
Baca juga: Tragis Nasib Pemain Asing Timor Leste Asal Indonesia, Terpaksa Bermain Tarkam Daripada Nganggur
Konggres Luar Biasa yang digelar itu sebenarnya salah satu agenda pentingnya adalah memiliki Presiden Federasi FFTL periode 2024-2027, namun proses itu gagal digelar.
Mereka terlibat dalam diskusi panas mengenai perbedaan penghitungan suara selama Kongres, hingga tidak menemukan kesepakatan.
Beberapa asosiasi sepak bola mempunyai wakil presiden dan sekretaris jenderal yang mempunyai hak untuk memilih, sementara yang lain tidak.
Baca juga: Kuwait Bukan Lawan Timor Leste, Gali Freitas Sempat Sarangkan Tiga Tendangan Namun Gagal Bersarang
Oleh karena itu, beberapa asosiasi sepak bola memprotes Presiden asosiasi sepak bola tidak mempunyai hak memilih berdasarkan Pasal 26 Statuta FFTL.
Namun, keputusan pada akhirnya ada pada Komite Eksekutif FFTL yang ditugaskan pada asosiasi sepak bola berdasarkan alasannya.
Perselisihan tersebut masih belum terselesaikan hingga pukul 13:30 siang ketika Presiden Sementara FFTL, Falur Rate Laek, bersama dengan Komite Eksekutif, Komite Pemilihan, dan perwakilan FIFA, AFC, dan AFF, mengambil keputusan bahwa konsultasi lebih lanjut diperlukan sebelum penyelesaian masalah tercapai.
Baca juga: Tokoh Kemerdekaan Timor Leste Xanana Gusmao Kembali Berkuasa, Dilantik Jadi Perdana Menteri
Asosiasi yang berselisih suara langsung adalah dari Asosiasi Sepak Bola Viqueque, Ainaro, dan Arbitrase, namun mereka memutuskan untuk tidak memilih karena tidak ada konsensus.
Namun, kemudian, Komite Pemilihan FFTL melimpahkan kesalah pahaman tersebut untuk mengubah keputusan mereka dan mengambil keputusan yang mendukung banding.
Dimana komite banding mempunyai hak untuk memilih kembali Presiden asosiasi Arbitrase, Viqueque, dan Ainaro.
Baca juga: Pemerintahan Baru Timor Leste Segera Terbentuk, PM Taur Matan Ruak Siap Serahkan Kekuasaan
Dengan keputusan wasit tersebut, asosiasi tersebut menimbulkan kebingungan dan keributan.
Salah satu kandidat Calon Presiden FFTL, Nilton Gusmao tiba-tiba mengundurkan diri dan kemudian meneriaki asosiasi tersebut dengan kata-kata mafia sepakbola.
Nilton mengatakan, sejak awal diskusi yang memanas, mereka menunjukkan dinamika dan saling pengertian yang baik.
"Tetapi saya tidak ingin ada kesalahpahaman di antara kita. Mari kita bicara seperti keluarga sepak bola, tapi kita tidak tradisionalis," ujarnya.
Menurut Nilton Gusmao, kongres ini sudah kehilangan kredibilitasnya hari ini.
Baca juga: Dani Ardianto Pemain Indonesia yang Berkarier di Timor Leste, Ingin Bermain di Liga Indonesia
"Oleh karena itu, sebagai kandidat, saya tidak ingin mengikuti pemilihan yang tidak memiliki kredibilitas, maka saya mengundurkan diri," kata Nilton.
Pengunduran diri Nilton Gusmao menimbulkan reaksi keras, dan asosiasi tersebut kemudian meneriakkan kata mafia di kongres.
"Sekali lagi, saya meminta maaf kepada presiden sementara FFTL, serta perwakilan AFF, AFC, dan FIFA, serta asosiasi kota dan profesional, karena mengatakan bahwa saya tidak ingin berurusan dengan federasi sepakbola karena saya lebih memilih itu tidak maju daripada membuat runtuh," kata Nilton.
Baca juga: Lolos Kesehatan Pemain Timor Leste, Gali Freitas Dipastikan Direkrut PSIS Semarang
Sejumlah kalangan dari pecinta sepak bola dan futsal di Timor Leste mengaku sedih karena kongres luar biasa FFTL tidak menghasilkan keputusan balah gagal digelar.
Batalnya Kongres Luar Biasa FFTL 2024 penyelenggara masih memiliki waktu 60 hari untuk kembali mengadakan kongres.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Dili Barat, Ipolito Soares meminta maaf kepada masyarakat, khususnya kepada para pemain, klub, dan pecinta sepak bola.
Ia mengatakan pembatalan kongres FFTL disebabkan adanya inkonsistensi dari Panitia Pemilihan FFTL yang keputusannya belum pasti dan perlu diubah, dengan demikian, kongres ini harus dibatalkan.
Menurut Ipolito panitia masih punya waktu 60 hari untuk kembali mengadakan kongres baru, sesuai aturan FIFA dan AFC.
"Berdasar aturan FIFA dan AFC pelaksanaannya harus dimulai dari awal, seperti mencalonkan kandidat baru, mendaftarkan akun baru, dan membiayai diri sendiri," jelas Ipolito Soares seperti dilansir media lokal hatutan.com.
Ia menegaskan, Kongres FFTL yang akan dibiayai oleh Asosiasi Sepakbola siap berkolaborasi, seperti Presiden Asosiasi Sepak Bola Dili Barat dan Presiden Klub Sepak Bola Divisi Satu Assalam FC.
Sementara Presiden sementara F-FDTL, Letnan Jenderal Domingos Raul Falur Rate Laek meminta maaf atas keputusan panitia pemilihan dan atas kesalahpahaman yang terus terjadi.
"Satu-satunya yang bisa kami katakan adalah Kongres hari ini ditunda untuk beberapa waktu, akan digelar lain waktu," kata Letnan Jenderal Domingos Raul Falur Rate Laek selaku presiden sementara FFTL.**
