HELOINDONESIA.COM -Media Jepang, Biglobe, menyarankan klub-klub J League 1 dan 2 untuk menghindari merekrut pemain asal Indonesia.
Meski Liga Jepang pernah menjadi tujuan beberapa pemain Timnas Indonesia, belum ada yang benar-benar sukses di sana. Masalahnya bukan pada kualitas pemain, tetapi serangan warganet Indonesia yang sering menyerang media sosial klub ketika pemain jarang dimainkan.
Lho lho lho
Baca juga: Siswa SD Dapat Rp 1 Juta Usai Buktikan Sapi Makan Martabak
Contohnya, saat Pratama Arhan membela Tokyo Verdy di J League 2 pada 2022, warganet menyerbu akun klub setiap kali Arhan tidak masuk daftar pemain. Hal serupa terjadi pada Justin Hubner, yang dipinjamkan ke Cerezo Osaka pada 2024. Akun Instagram klub itu juga kerap diserang karena Hubner tidak dimainkan.
Biglobe menyebut tindakan brutal warganet Indonesia ini sebagai alasan utama untuk tidak merekrut pemain dari negara tersebut. Menurut mereka, situasi serupa pernah terjadi dalam konteks lain di Asia, sehingga merekrut pemain Indonesia dianggap berisiko.
