LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Berawal dari sebuah pertemuan di Graha Mandala, seorang pedagang asal Sukabumi, Fauziah, mencoba peruntungan dengan berjualan di kawasan UMKM Bung Karno, Gatot Subroto.
Saat itu, Fauziah mengikuti sebuah kegiatan yang dihadiri Bunda Eva dan pihak Kejaksaan di Graha Mandala. Dalam kegiatan tersebut, ia bertemu dengan seorang pegawai dari dinas perindustrian yang kemudian mengajaknya untuk berdagang di lokasi UMKM Bung Karno.

Ajakan tersebut akhirnya ia coba. Meski sebelumnya belum pernah berjualan di lokasi tersebut, pengalaman pertamanya justru meninggalkan kesan menyenangkan.
“Suasananya seru. Ini pengalaman pertama saya, karena biasanya belum pernah keluar untuk dagang seperti begini. Akhirnya nyoba ke sini. Seru, terus setelah itu ramai,” tutur Fauziah, Sabtu (8/8/2026).
Pada hari pertama berjualan, Fauziah berhasil meraih omzet sekitar Rp650 ribu. Pengalaman tersebut membuatnya terus menjalankan aktivitas berdagang hingga saat ini.
Ia mengaku sudah sekitar sembilan hingga sepuluh bulan berjualan di lokasi tersebut, tepatnya sejak sekitar November. Dengan modal awal sekitar Rp1 juta, usaha yang dijalankannya perlahan mulai memberikan keuntungan.
Tak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung, produk yang dijual Fauziah kini juga mulai dikenal hingga ke luar daerah. Untuk menjaga kualitas produk selama pengiriman, pesanan dari luar daerah dikemas menggunakan kemasan vakum.
“Kalau yang dari luar daerah, kita kirim paket pakai vakum. Sudah sampai ke Bali, Malang, Bekasi, Jakarta, Bandung,” ungkapnya.
Sementara itu, pelanggan lokal juga terus bertambah. Fauziah mengaku telah memiliki cukup banyak pelanggan tetap, termasuk dari kalangan aparatur pemerintahan seperti lurah dan camat.
Menariknya, pelanggan dari luar daerah yang datang ke wilayah tersebut juga turut menjadi konsumennya. Sejumlah rombongan dari daerah seperti Palembang yang datang untuk menghadiri kegiatan maupun menginap di sekitar lokasi bahkan turut memesan dan menikmati produknya.
“Alhamdulillah, langganan sudah banyak. Kadang dari lurah-lurah juga. Kalau ada acara dari Palembang atau dari daerah lain, mereka makan di sini,” kata Fauziah.
Dengan modal yang relatif terjangkau, ketekunan, serta dukungan pelanggan lokal dan pesanan dari luar daerah, usaha tersebut kini terus berkembang dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi dirinya.(hajim).
