SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Perhelatan Turnamen Sepakbola Putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 2 tahun 2025/2026 telah berakhir di Lapangan Sidodadi, Semarang, Minggu 18 Januari 2026.
Hasilnya, di kelompok KU-12, tim putri SDN Sendangmulyo 04 Semarang tampil sebagai champion usai di laga final menundukkan SDN Sendangmulyo 02 dengan skor 6-3. Sedangkan di KU-10, SDN Klepu 03 Kabupaten Semarang mempertahankan gelar, bahkan menorehkan quattrick, setelah menang 4-0 atas SDN Kalibanteng Kidul 03 Semarang di partai puncak.
Dari ribuan siswi SD dan MI peserta MLSC Seri Semarang yang ikut berkompetisi, terdapat dua nama yang menonjol dan mendapatkan predikat Best Player yaitu Alice Vinorea Putri (SDN Sendangmulyo 04) di KU-12 dan Cristabel Jocelyn Calista (SDN Kalibanteng Kidul 03) di KU-10. Keduanya bukan hanya mumpuni dalam mendribel dan mengontrol bola, tapi menjadi roh permainan timnya.
Ditemui usai laga final, Alice Vinorea menyampaikan kesan dan perasaannya usai dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Dia mengaku sangat bersyukur dan terkesan dengan kompetisi ini yang membuat terdorong untuk menjadi pemain andal.
Putri nomor 3 pasangan Bobi Sudarmono dan Maria Silvia Listiyanti menyebut kunci keberhasilannya adalah disiplin berlatih, dan jangan pernah menyerah. Siswi kelas VI yang mencetak 16 gol itu akan terus menekuni sepakbola.
''Mimpi saya, suatu saat nanti bisa masuk Timnas, bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,'' kata Alice yang mengidolakan Cristiano Ronaldo itu.
Baca juga: TPS Muktiharjo Kidul Kini Kembali Bersih, Pemkot Semarang pun Tanam Pohon Penghijauan
Impian senada juga diutarakan Joy, panggilan akrab Cristabel Jocelyn, yang berharap bisa mengembangkan diri untuk menjadi pemain top yang mahir menggocek si kulit bulat. ''Semua pemain punya cita-cita yang sama, yaitu bisa masuk skuad Merah Putih,'' ujar putri pasangan Dias dan Wahyuti Kristiani.
Sang ayah bercerita, Joy baru kali pertama merumput di MLSC. Sebelumnya, pernah mengikuti tapi kalah dalam seleksi. Sebagai orangtua, dia sangat mendukung karena melihat semangat yang luar biasa bermain bola dalam diri Joy.
Apa yang disampaikan Alice dan Jocelyn barangkali mimpi sejuta anak negeri di Tanah Air. Dari ajang ini, akan menemukan jalan untuk lebih baik, dan lebih baik lagi.
Jembatani Mimpi
Menurut Head Coach MilkLife Soccer Challenge Jackson F Tiago, MLSC tidak hanya sekadar turnamen sepak bola putri usia muda, namun jembatan penting bagi peserta untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka sejak dini, sekaligus membuka jalur menuju level profesional, seperti Timnas Indonesia.
“Ini merupakan jalan menuju jenjang yang lebih tinggi. Visi MLSC adalah membuka peluang mereka suatu saat nanti mengenakan jersey merah putih. Mungkin saat ini mereka masih berada di lingkungan sekolah dan turnamen lokal, tapi ini adalah jalur yang sedang dibangun untuk mencapai level Timnas,'' kata Jackson.
Baca juga: Perdagangan Karbon di Lampung: Peluang dan Gagasan
Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono menegaskan, penyelenggaraan MLSC Seri Semarang merupakan bukti nyata komitmen membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia secara bertahap dan berkesinambungan.
Dengan digelarnya turnamen usia dini secara rutin, diharapkan lahir bibit-bibit pesepakbola putri potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional maupun internasional.
“Mereka memiliki potensi luar biasa. MLSC bukan sekadar turnamen, tetapi panggung untuk berlatih, bertanding, dan menanamkan nilai sportivitas. Lewat ajang ini, kami menyiapkan generasi yang tangguh, dan membawa masa depan sepak bola putri Indonesia lebih cerah,” imbuh Teddy. (Aji)
