HELOINDONESIA.COM - Persedikab Kediri akhir gagal meraih juara Liga 3 Jatim dalam laga final yang berlangsung di Stadion Letjen Soedirman Bojonegoro final Liga 3 Jatim, Selasa (6/2/2024) sore.
Dalam laga final ini berakhir dengan kemenangan Persibo Bojonegoro sebagai Juara Liga 3 Jatim dengan hasil akhir skor 0-2.
Dua gol yang tercipta dari Persibo dihasilkan melalui tendangan penalti dan gol bunuh diri dari pemain Persedikab Kediri.
Baca juga: Persedikab Kediri vs Persibo Bojonegoro akan Bertanding di Babak Final Liga 3 Jatim
Persibo yang bertindak sebagai tuan rumah tampil spartan sejak menit awal, mereka terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang.
Meski demikian Persedikab Kediri mampu mengimbangi permaianan dengan melakukan perlawanan yang berarti kepada Persibo Bojonegoro.
Dalam laga sore itu pertandingan berlangsung imbang dan dua tim bermain secara terbuka dan keduanya saling melakukan tekanan dan serangan.
Baca juga: Jadwal Laga Semifinal Liga 3 Jatim, Persedikab Menargetkan Masuk Final Tiga Klub Lain Lebih Sangar
Setelah beberapa upaya serangan dilakukan Persibo gagal membuahkan hasil, namun terjadi pelanggaran di kotak penalti Persibo Bojonegoro.
Tim polesan Iwan Setiawan itu berhasil membuka keunggulan lebih dahulu melalui tendangan penalti yang dicetak oleh Diego Banowo Bagus Sadewo pada menit ke-32 hingga pertandingan 0-1 hingga babak pertama berakhir.
Dibabak kedua, kedua tim tak mengendurkan serangan, bahkan beberapa usaha mereka untuk mendapatkan gol tambahan beberapa kali nyaris berhasil khususnya di pihak Laskar Angkling Dharma.
Baca juga: Hasil Lengkap Enam Tim yang Lolos Semi Final Liga 3 Jatim, Persekapas dan Persibo Juara Grup
Seperti yang dilakukan pemain Persibo dalam mengeksekusi peluang membuat mereka gagal mengonversinya menjadi gol.
Sementara di lain pihak Skuad Bledug Kelud dalam laga itu benar-benar bernasib sial, pasalnya peluang emas berupa hadian tendangan penalti gagal didapatkan.
Setelah terjadi pelanggaran di area kotak penalti pada menit ke-64 oleh pemain Persikabo, hingga membuahkan tendangan penalti Persedikab.
Baca juga: Pecah Telor di Menit ke-81 Melalui Tendangan Penalti, Persik Unggul Naik Peringkat 5 Besar
Sayangnya tendangan penalti pada menit ke-66 yang dieksekusi oleh salah satu pemain Persedikab Kediri gagal dilakukan dengan sempurna.
Tembakan 12 pas yang dilepaskan Didit Agus Yulianto mampu diblok oleh kiper Persibo, Nur Ikhsan dan peluang itu sirna kedudukan masih tetap 0-1.
Kegagalan Persedikab menyamakan kedudukan sepertinya memacu semangat para pemain Persibo untuk menggandakan skor.
Sejumlah peluang yang mereka dapatkan hanya membentur tiang dan mistar gawang, meski serangan demi serangan terus dilakukan.
Pasca kegagalan melakukan tendangan penalti itu, tampaknya mental para pemain Persedikab Kediri menjadi turun, kemudian terjadi kecelakaan besar.
Malapetaka datang bagi Persedikab malam itu, diawali dari kesalahan Raymond Fernando Toga backpass-nya kepada kiper Aldino Fanani justru menghasilkan gol bunuh diri pada menit ke-86, hingga skor berubah 0-2 untuk Persibo.
Akibat operan tidak tepat itu menyebabkan gol bunuh diri di menit ke-86, sehingga berakhirnya pertandingan kedudukan tetap 0-2 untuk Persibo Bojonegoro.
Capaian Persibo ini didapatkan dilaga final setelah merontokkan Persedikab Kediri dengan dua gol tanpa balas menjadi kemenangan mutlak di laga final ini.
Pelatih Persedikab Muslim Habibi mengakui, anak buahnya tak mampu menjalankan instruksinya.
Apalagi tekanan yang dilakukan para pemain Persibo tak mengendur di sepanjang laga.
Baca juga: Persedikab Kediri vs Persibo Bojonegoro akan Bertanding di Babak Final Liga 3 Jatim
"Kegagalan penalti tadi membuat memengaruhi mental pemain kami. Akan beda ceritanya bila penalti itu masuk," katanya.
Sedangkan pelatih Kepala Persibo, Iwan Setiawan mengungkapkan sesuai hasil evaluasi dari pertemuan pertama yang dilakukan.
"Alhamdulillah, apa yang kami rencanakan selama persiapan berjalan sesuai dengan apa yang terjadi selama ini," tutur Iwan Setiawan kepada wartawan, Selasa (6/2/2024).
Selain itu hasil ini juga berkat kerja keras semua komponen tim, mulai dari ofisial, staf pelatih, pemain, manajemen dan pendukung kami yang memberikan support luar biasa tim.