LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Anshori Djausal yang kini lebih dikenal sebagai budayawan secara akademik adalah ahli ferosemen satu-satunya di Lampung segelintir di Indonesia. Setelah 40 tahun, Universitas Lampung (Unila) baru bakal menetaskan satu guru besar di bidang teknik sipil ini, yakni Ir. Masdar Helmi, ST, DEA, PhD.
Rencana, pengukuhan profesor ferosemen tersebut di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Rajabasa, Kota Bandarlampung, pekan depan, Senin (9/12/2024). Masdar bakal mendapatkan gelar profesor bersama sembilan calon guru besar lainnya.
Baca juga: Tambahan 6 Guru Besar, Unila Kini Memiliki 126 Profesor
Ir. Anshori Djausal, MT (71) berhasil memotivasi anak didiknya yang akhirnya bakal pelanjut sekaligus satu-satunya pakar ferosemen di Provinsi Lampung, yakni Prof. Ir. Masdar Helmi, ST, DEA, PhD. Masdar memohon motivatornya hadir pada pengukuhannya.
"Terima kasih banyak kami sampaikan, berkat bantuan dan bimbingan Bapak (Anshori Djausal) dan keluarga, saya bisa mencapai level guru besar," ujar Ir. Masdar Helmi, ST, DEA, PhD kepada Anshori Djausal. Rencana Anshori akan datang bersama istri.
Baca juga: Unila Bersama Loka Diklat Keagamaan Sosialisasikan Penguatan Ekosistem Moderasi Beragama
"Insya Alloh, saya sama ibu akan hadir," ujar Anshori Djausal yang merasa ikut bangga dan bahagia ada yuniornya yang mengikuti jejaknya dengan orasi ilmiahnya berjudul: Peran Akademisi Dalam Pengembangan Teknologi Ferosemen dan Praktek Konstruksi.
Ferosemen merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu bentuk beton bertulang yang berbeda dari beton bertulang biasa atau beton pratekan, terutama dari bahan dan cara pemasangan tulangan.
Dengan keahlian ferosemen nya, Anshori Djausal, Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB), merancang Menara Siger, atap Gedung AEKI Lampung, salah satu gerbang di TMII, kubah Masjid Bagus Kuningan Palembang, Masjid Al Falah Jakarta, dan Albror di Lampung.
Baca juga: Dies Natalis Unila ke-59 , Pj. Gubernur Dorong Unila jadi Be Strong
Dengan keahliannya, dia juga pernah menciptakan pintu air untuk mengatasi daerah rawa Kalimantan, jembatan untuk pejalan kaki, tangki, dan bak penampungan air berikut fasilitas MCK di Buniwangi (Palabuhanratu).
Tahun '90-an, Anshori pernah menggerkan Indonesia dengan perahu ferosemennya untuk nelayan di Pangandaran, Jawa Barat. Dia membantu nelayan membuat kapal hemat biaya dan tahan pelapukan berkat teknik forrecement.
Perahu forrecement ini merupakan karya pertama dari Dosen Teladan I Unila tahun 1994 dan Dosen Teladan V Nasional 1994 itu. Perahu ini pun menjadi acuan dalam memproduksi perahu nelayan di Pangandaran.
Kini, keahliannya telah menginspirasi Masdar Helmi meraih profesor. Masdar Helmi kelahiran Bumiayu, Jawa Tengah, 30 April 1970 alumni SDN Kedaton (1983), SMPN 2 Tanjungkarang (1986), SMAN 2 Tanjungkarang (1989), Diploma 3 Teknik Sipil Unila (1990), dan masuk S-1 FT Unila tahun 1991 dan diwisuda tahun 1996.
Pada tahun 1998, Masdar Helmi memperoleh bea siswa magister DUE Project Unila di INSA Lyon Perancis dan selesai tahun 1999. Pada tahun 2020, dia menyelesaikan pendidikan profesi insyinyurnya di PSPPI Unila.
Selamat buat Masdar. (HBM)
-