LAMPUNG, HELOINDONESIA. COM --- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) mengagendakan peresmikan "Program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafidz Quran" di Kabupaten Lampung Timur, Kamis (27/8/2026).
Kebijakan ini merupakan komitmen Gubernur Mirza Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela (Jihan) untuk membuka akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan generasi muda desa agar mampu menjadi penggerak pembangunan di daerahnya.
Pemprov Lampung menyiapkan beasiswa bagi 2.500 putra-putri terbaik desa, anak petani dan keluarga kurang mampu, untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Baca juga: Gubernur Mirza Cetak Generasi Emas Desa Melalui Strategi Investasi Intelektual dan Spiritual
Di bawah kepemimpinannya, Pemprov Lampung menegaskan paradigma baru pembangunan daerah dengan menempatkan manusia sebagai faktor penting tak hanya pembangunan fisik untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia (SDM).
Setiap desa diharapkan memiliki sumber daya manusia berpendidikan tinggi yang mampu menjadi motor inovasi sekaligus membantu menyelesaikan persoalan lokal, mulai dari teknologi pertanian hingga pengembangan ekonomi kerakyatan.
MIRZA: KECERDASAN INTELEKTUAL HARUS SEIRING SPIRITUAL
Gubernur Mirza yakin bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan kecerdasan spiritual. Sosok pemimpin yang ideal adalah mereka yang menguasai iptek dan kokoh imtaq-nya.
Oleh karena itu, Pemprov Lampung bersinergi erat dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung untuk merealisasikan “Program Satu Desa Satu Hafiz Quran” dalam upaya membangun peradaban dari hulu.
Gubernur Mirza ingin memastikan bahwa desa-desa di Lampung tidak hanya melahirkan para insinyur dan ilmuwan, tetapi juga para penghafal Al-Quran yang akan menjadi penjaga moral bangsa.
“Di tangan para penghafal Al-Quran dan para sarjana STEM inilah masa depan Lampung dan Indonesia dipertaruhkan. Kita membangun manusia yang tidak hanya cerdas secara nalar, tetapi juga tangguh hatinya. Mereka akan kembali ke desanya untuk membawa keberkahan dan kemajuan,” ujar Gubernur Mirza. (Arief/HBM)
INVESTASI EKOSISTEM HOLISTIK HINGGA DAERAH
Menurut Tenaga Pendamping Gubernur, Arief Mapanji Garasakan, Pemprov Lampung memahami bahwa kemajuan sebuah daerah tidak boleh hanya berpusat di perkotaan. "Program ini adalah strategi “rural brain gain, ” ujarnya.
Menurut dia, Gubernur Mirza memiliki visi besar menjadikan setiap desa di Lampung memiliki "aktor intelektual" lokal yang mampu menjadi motor penggerak inovasi. “Kita tidak ingin desa hanya menjadi penonton kemajuan," tandas Arief.
Kepala Daerah ingin desa menjadi sumber inovasi itu sendiri. Jika satu desa memiliki satu sarjana STEM, maka desa itu akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dari teknologi pertanian presisi hingga efisiensi ekonomi kerakyatan, jelasnya.
Dengan investasi besar ini, Pemprov Lampung optimis dapat memacu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, program ini adalah bukti konkret bahwa negara hadir, bukan hanya untuk meringankan beban, tetapi untuk mengangkat derajat dan daya saing masyarakat desa.
Melalui dua pilar utama ini, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal sedang membangun sebuah ekosistem pembangunan yang inklusif dan holistik. Ini adalah wujud nyata dari good governance yang berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
Provinsi Lampung kini memiliki alasan kuat untuk optimis: masa depan mereka sedang disiapkan, bukan hanya dengan perbaikan jalan berupa cor beton dan gedung-gedung, tetapi dengan otak yang cerdas dan jiwa yang bersih.
Pemprov Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, akademisi, hingga tokoh agama, untuk mengawal dan mensukseskan program ini. Karena membangun SDM bukan hanya tugas pemerintah, melainkan ikhtiar bersama menuju Lampung menjadi Provinsi yang Maju. (HBM).
—