LAMPUNG, HELOINDONESIA. COM -- Dekan FKIP Universitas Lampung, Dr. Albet Maydiantoro, MPd menilai "Program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafidz Quran" yang digagas Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) merupakan terobosan dan inovasi yang harus didukung semua pihak.
"Program ini luar biasa sekali karena kualitas sumber daya manusia tidak hanya baik secara intelektual tapi juga bagaimana memiliki kecerdasan spiritual, emosional, dan sosial," ujarnya menanggapi launching program tersebut, Kamis (27/8/2026).
Baca juga: Gubernur Mirza Launching Program 1 Desa 1 Sarjana dan Hafidz Quran
Menurut Dr. Albet Maydiantoro, MPd, peningkatan kualitas manusia memang melalui jalur pendidikan dan tak bisa dirasakan dampaknya secara instan. Tapi, dia menilai program ini merupakan investasi yang nantinya akan sangat dirasakan untuk jangka menengah dan panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, peningkatan sumber saya manusia yang memiliki intelektual dan spiritual tersebut selaras dengan program Gubernur Mirza: Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Hafidz Quran. "Program ini merupakan terobosan dan inovasi yang harus didukung semua pihak untuk Lampung Maju," katanya.
FKIP Unila juga akan mendukung bagaimana menyiapkan setiap lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Untuk itu, perlu dikolaborasikan kampus-kampus yang ada di Lampung, negeri dan swasta untuk bergerak bersama menangkap program ini, ujarnya.
Baca juga: Lewat 1 Desa 1 Sarjana 1 Hafidz Qurban, Mirza Bangun Ekosistem Pembangunan yang Holistik.
Menurut Albet Maydiantoro, perlu ada kesepemahaman bersama untuk memfasilitasi lulusan SMA buat mengakomodir seluruh desa di Provinsi Lampung. Tentu juga, harus dipikirkan bagaimana program ini tepat sasaran, terutama mereka yang memiliki potensi namun tak mampu.
Dia bersyukur Unila telah bekerja sama dengan Pemprov Lampung lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung dengan memberikan subdisi buat mahasiswa progran studi bahasa Lampung.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) mengagendakan peresmikan "Program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafidz Quran" di Kabupaten Lampung Timur, Kamis (27/8/2026).
Kebijakan ini merupakan komitmen Gubernur Mirza dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela (Jihan) untuk membuka akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan generasi muda desa agar mampu menjadi penggerak pembangunan di daerahnya.
Pemprov Lampung menyiapkan beasiswa bagi 2.500 putra-putri terbaik desa, anak petani dan keluarga kurang mampu, untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Di bawah kepemimpinannya, Pemprov Lampung menegaskan paradigma baru pembangunan daerah dengan menempatkan manusia sebagai faktor penting tak hanya pembangunan fisik untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia (SDM).
Setiap desa diharapkan memiliki sumber daya manusia berpendidikan tinggi yang mampu menjadi motor inovasi sekaligus membantu menyelesaikan persoalan lokal, mulai dari teknologi pertanian
Kebijakan "Program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafidz Quran" merupakan komitmen Gubernur Mirza dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela (Jihan) untuk membuka akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan generasi muda desa agar mampu menjadi penggerak pembangunan di daerahnya.
Pemprov Lampung menyiapkan beasiswa bagi 2.500 putra-putri terbaik desa, anak petani dan keluarga kurang mampu, untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Setiap desa diharapkan memiliki sumber daya manusia berpendidikan tinggi yang mampu menjadi motor inovasi sekaligus membantu menyelesaikan persoalan lokal, mulai dari teknologi pertanian hingga pengembangan ekonomi kerakyatan. (Arief/HBM)