HELOINDONESIA.COM - Serangkaian ledakan walkie-talkie atau HT mengejutkan Lebanon hari ini, menewaskan sedikitnya 20 orang. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 450 orang terluka.
Peristiwa ini terjadi sehari setelah ledakan ribuan pager yang menggemparkan seluruh negeri, menewaskan 14 orang dan melukai 2.800 orang.
Ledakan hari ini terjadi di Lebanon selatan dan juga di pinggiran kota Beirut. Setidaknya satu ledakan terjadi di dekat pemakaman yang diselenggarakan oleh Hizbullah untuk seorang anggota yang tewas dalam ledakan pager kemarin. Sebuah video insiden tersebut beredar luas di platform media sosial.
Hizbullah yang didukung Iran mengatakan hari ini bahwa mereka menyerang posisi artileri Israel dengan roket dalam serangan pertama terhadap musuh bebuyutannya sejak ledakan pager melukai ribuan anggotanya di Lebanon dan meningkatkan prospek perang Timur Tengah yang lebih luas.
Baca juga: Para Ahli Belum Tahu Bagaimana Mossad Membuat Pager Menjadi Bom
Israel tidak memberi komentar mengenai kedua peristiwa ledakan ini. Namun, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, memuji hasil kerja pasukan dan agen intelijen Israel, meski tidak secara langsung menyebut peristiwa itu.
“Saya kira ketika Anda melihat situasinya, Pasukan Pertahanan Israel mencetak keberhasilan yang luar biasa. Bersama dengan Shin Bet, bersama dengan Mossad, pada semua lembaga dan semua kerangka – hasil kerja mereka sangat mengagumkan,” kata Gallant pada hari Rabu (18/9) dalam kunjungannya ke lanud Ramat David, Israel.
Pada gelombang kedua, ledakan secara bersamaan terjadi pada alat telekomunikasi walkie-talkie dan perlengkapan panel surya di berbagai wilayah Lebanon. Hizbullah pun bersumpah akan melakukan pembalasan.
Menanggapi peristiwa ledakan ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut bahwa tidak seharusnya “benda-benda sipil” dialihfungsikan menjadi senjata.
“Saya kira perlu adanya kontrol efektif terhadap benda-benda sipil, tidak mempersenjatai benda-benda sipil – itu harus jadi aturan yang diterapkan pemerintah mana pun di dunia ini,” tuturnya.***