HELOINDONESIA.COM -Militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara yang kuat terhadap target militer di kota pelabuhan Tartus, Suriah, pada malam 15-16 Desember 2024, Tartus merupakan lokasi penting bagi pangkalan angkatan laut Rusia dan fasilitas perbaikan kapal.
Serangan ini menargetkan beberapa fasilitas di Tartus dan Provinsi Latakia, dengan fokus pada sasaran yang terkait dengan militer Rusia, termasuk pangkalan angkatan laut dan galangan kapal. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, serangan ini dianggap sebagai “serangan terberat di wilayah pesisir Suriah sejak 2012”.
Dalam beberapa hari terakhir, Israel telah melakukan hampir 800 serangan udara di seluruh Suriah setelah penggulingan Presiden Bashar al-Assad[4]. Meskipun serangan ini mengakibatkan kerusakan signifikan, pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS) menyatakan bahwa negara mereka tidak dalam posisi untuk terlibat dalam konflik baru dan lebih memilih fokus pada rekonstruksi dan stabilitas.
