Helo Indonesia

Membeludak, Pendaftar Lomba Foto Wisata Curug Kedung Kudhu Pudakpayung

Selasa, 15 Oktober 2024 10:46
    Bagikan  
Membeludak, Pendaftar Lomba Foto Wisata Curug Kedung Kudhu Pudakpayung

Lurah Pudakpayung Pamirah SST saat melakukan giat di wisata alam Kedung Beras. Curug Kudhu, wisata yang terus dikembangkan

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pendaftar Lomba foto objek wisata Curug Kedung Kudhu, Jembatan Dung Kopyah dan Ondorante serta penanaman pohon yang akan digelar pada 19 Oktober 2024 membeludak.

Hingga Selasa pagi ini 15 Oktober 2024 atau tiga hari sejak lomba dibuka, sudah mencapai 94 peserta yang berpartisipasi mengabadikan objek wisata di wilayah Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang tersebut.

Baca juga: Bambang Wuragil Ingin Perbasi Kota Semarang Berkontribusi untuk Tim Jateng

Lomba yang terbuka untuk umum menyediakan hadiah sebesar Rp 9 juta dari Camat Banyumanik, Eka Riswati SH .

Ketua Desa Wisata Pudakpayung, selaku Ketua Panitia Penyelenggara, Muhammad dan Vega, panitia lomba fotografi menyatakan, antusiasme peserta dalam lomba kali ini luar biasa. Pendaftar datang dari berbagai penjuru kota di Indonesia.

Lomba foto ini, tambahnya, terselenggara atas kerjasama Kecamatan Banyumanik, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang (Disbudpar), Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kota Semarang serta komunitas fotografi Semarang.

curug

Komunitas yang antusias bergabung adalah Komunitas Fotografer Semarang (KFS), Komunitas Fotografer Kota Lama Semarang, Komunitas Diajeng Semarang (KDS), Komunitas Denok Kenang Semarang serta Karang Taruna Kota Semarang.

Disiapkan Model

Untuk menambah hidupnya hasil jepretan peserta lomba, disiapkan model Semarang, baik yang tergabung dalam Komunitas Denok Kenang maupun Komunitas Diajeng. "Dipastikan suasana akan hidup dan meriah, " tambah Muhammad.


Pendaftaran dibuka mulai 12 Oktober hingga 19 Oktober 2024. Pengiriman hasil karya 22 Oktober dan pengumuman juara lomba 2 November 2024.

Baca juga: Perbandingan Ranking FIFA Timnas Indonesia dan China, Jelang Duel Malam Nanti

Digelarnya lomba fotografi ini dikatakan Muhammad, terkait dengan banyaknya objek wisata di Pudakpayung yang belum tergali, baik objek wisata alam, edukasi maupun religi.

Sebelum memasuki kawasan Curug Kedung Kudhu, ada vihara yang selalu dikunjungi biksu dari Thailand, yang memiliki nilai sejarah tinggi, yakni Vihara Shimma 2500 Buddha Jayanti.

Masih di kawasan tersebut, wisatawan bisa berwisata berkuda, belajar musik kolintang maupun belajar gamelan.

Sedangkan objek lainnya, ada Vihara Buddha Gaya Watugong, Masjid Al Aliy, kampung kuliner dan bank sampah.

Semangat semua pihak dan warga untuk mewujudkan Pudakpayung menjadi destinasi wisata sangat luar biasa. Bu Lurah Pamirah mencoba membuat dan melengkapi objek wisata tersebut dengan sajian kuliner tradisional khas Pudakpayung, yakni Sego Berkat (sejahterakan wargo dengan peran serta masyarakat). "Apabila wisatawan sudah mengalir, maka kesejahteraan warga akan terwujud, " kata Muhammad.

Baca juga: Gus Yasin Sowan Gus Baha di Rembang, Ini yang Dilakukan

Untuk suksesnya lomba fotografi ini, panitia lokal, hari ini menggelar rapat persiapan lokasi serta pembagian tugas anggota Deswita.

Sedangkan panitia besar, baru Rabu besok mengumpulkan seluruh panitia di Kecamatan Banyumanik. Di samping rapat besar, panitia mendapat undangan untuk dialog di stasiun radio di Kota Semarang. Ketua Deswita, Camat Banyumanik dan Genpi siap menyampaikan gagasan dan persiapan.

Beberapa fotografer media masa, kepada panitia siap ikut meramaikan acara ini. " Kami siap menyemarakkan lomba ini, " kata, Golib, mantan fotografer Wawasan yang berkali kali menjuarai lomba foto tingkat nasional.

Panitia mempersilahkan semua komunitas fotografi, jurnalis foto serta peminat fotografi untuk mengikuti kegiatan ini. "Tidak ada pembatasan peserta, " tambah Muhammad. (Aji)