Helo Indonesia

Catatan Perjalanan Kawasan TN Sebangau (4): Menyaksikan Gerombolan Bekantan Melintas

Satwiko Rumekso - Ragam -> Traveling
Minggu, 8 Desember 2024 15:11
    Bagikan  
Bekantan
Gandhi Wasono

Bekantan - Hutan Sebangau menjadi tempat berkembangbiaknya jenis primata salah satu diantarnya bekantan

HELOINDONESIA.COM - Baru-baru ini Gandhi Wasono, menjelajah dua pekan di kawasan hutan Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah berikut laporannya:

Ketika asyik menikmati suasana yang teduh karena sedikit mendung tiba-tiba Jeki spontan menghentikan laju perahu dan menunjukkan rombongan bekantan diatas pohon besar yang ada sebelah kanan badan perahu. Ada sekitar 20-an ekor primata dengan bulu berwarna coklat keemasan melintas bergantian di satu dahan besar.

Pemandangan langka itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari perahu. Cukup lama iring-iringan bekantan dewasa dan anak-anak tersebut bergantian lewat sebelum menghilang masuk ke rerimbunan hutan. Dan alhamdulillah pemandangan menarik itu sudah saya rekam melalui kamera yang sudah saya siapkan.

“Bukan hanya bekantan kadang ada orang-utan nampak di atas sana,” jelas Jeki sang pemandu wisatawan tersebut.

Tetapi kami agak susah membidik dengan posisi fokus yang maksimal karena perahu yang kami tumpangi tidak cukup tenang alias terus bergoyang-goyang. Dari sekian puluh jepretan hanya beberapa saja yang cukup bagus.

Menurut Jeki yang juga ketua kelompok Simpul Wisata Desa sebuah lembaga desa Karuing yang bertugas untuk mengurus para wisatawan, kadang kalau beruntung juga terdapat orang-utan liar berada di sana.

Baca juga: Catatan Perjalanan Kawasan TN Sebangau (3): Jadi Lokasi Syuting Film Petualangan Anaconda 2

“Tetapi, karena sekarang air lagi tinggi orang-utan tidak akan mendekati sungai tetapi justru masuk ke tengah hutan karena orang-utan adalah salah satu binatang yang tidak bisa berenang,” kata Jeki.

Setelah puas berlama-lama di atas perahu dan menikmati senja di hutan Karuing, sebelum hari gelap dan hujan tiba mesin ces dihidupkan kembali lalu keluar kembali ke desa. Tapi pengalaman saya yang pernah memasuki beberapa taman nasional di Indonesia hutan di Karuing dan taman nasional Sebangau memiliki kelebihan yang tak dipunyai oleh daerah lain.

Percaya Diri

Banyak yang bisa ditawarkan kepada wisatawan yang datang ke Karuing. Selain susur sungai di tengah hutan, juga bisa treking menjelajah hutan melihat lebih dekat flora dan fauna di alam bebas,

“Bagi penyuka fotografgi alam liar kawasan Karuing adalah surga. Disini tersaji mulai reptilia mulai ular piton, ular hijau, burung betet, rangkong badak, kangkareng perut putih, julang emas, juga sempur hutan sungai dan masih banyak lagi,” kata Nurdin Razak, ahli ekowisata sekaligus photographer alam liar.

Baca juga: Catatan Perjalanan Kawasan TN Sebangau (2): Kaki Selalu Bersih Kalau Jalan Diiringi `Musik`

Selain keindahan alam ada satu hal yang menarik dari Karuing adalah perilaku masyarakatnya yang ramah. Bukan hanya mereka yang dewasa saja tetapi sampai anak-anak pun juga demikian.
Saya punya pengalaman, ketika hari pertama datang di desa pas di depan masjid tiba-tiba ada seorang anak datang menghampiri saya.

Si anak mengenakan busana muslim dengan senyum mengulurkan tangan mengajak berjabat tangan. “Salam kenal om nama saya Abit,” katanya dengan ramah. Jujur, seketika itu saya membatin betapa si anak ini percaya dirinya tinggi dan santun.

Sejurus kemudian, saya diajak duduk di teras masjid oleh bocah yang duduk di bangku kelas 5 SD itu dan diajak ngobrol. Dia tanya asal saya dan apa keperluan saya datang ke desanya.

Tak lama kemudian, kawan-kawannya yang dari dalam masjid keluar juga menjabat tangan dan ikut bergabung berbincang dengan topik bola olahraga yang dia gemari. Bahkan dia menanyakan satu persatu pemain timnas. “Om sudah pernah bertemu dengan mereka,” kata Abit yang membuat saya agak gelagapan karena saya tidak menguasai dunia bola.

Baca juga: Catatan Perjalanan Kawasan TN Sebangau (1): Pengalaman Tinggal di Perkampungan Dayak Katingan

Saya kerap bepergian ke berbagai daerah tapi saya sangat jarang bahkan belum pernah menemukan ada anak-anak yang rasa percaya diri dan adabnya begitu tinggi. Dan perilaku yang demikian bukan hanya Abit saja tapi juga anak-anak yang lain.

Sejak perkenalan pertama itu kalau pagi hari sebelum berangkat sekolah Abit juga anak-anak lain abis memunguti mangga kuweni matang yang berjatuhan kemudian mengantarkan ke penginapan. Kebetulan Karuing adalah surganya manga kuweni.

Sungguh, selama dua pekan di Karuing, tak hanya menyenangkan tetapi meninggalkan kesan yang tak mudah dilupakan. (Tamat)