HELOINDONESIA.COM -Antara wellness tourism dan health tourism memiliki produk yang bisa dikombinasikan, namun tujuannya berbeda sebagai destinasi wisata minat khusus dalam rangka kesehatan, kebugaran dan menuju kesejahteraan.
Wellness Tourism ini sudah menjadi draft kebijakan sejak di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Draft kebijakan tersebut diberi nama Rencana Aksi Nasional.
"Ketika bicara wellness tourism ini adalah suatu jenis wisata minat khusus yang sangat menarik.Tetapi usahanya sangat luas, spektrum usahanya besar, marketnya besar dan keterlibatan Kementerian lembaga yang relevan cukup banyak," terang Arya Galih Anindita dari Kementerian Pariwisata seperti dikutip akun YouTube IWTIF pada Senin (27/1/2025).
Tak hanya itu, lanjut Arya, termasuk juga dengan stakeholder di industri wellness ini perlu menyusun sebuah rencana aksi nasional yang bisa dikerjakan bersama-sama.
Baca juga: DNA Bebek Ditemukan di Dalam Kedua Mesin Jeju Air yang Jatuh Akhir Tahun Lalu
"Ke mana kebijakan pengembangan kita, apa yang ingin kita capai, serta apa action-nya," ujar Arya.
Meski baru sekadar draft Rencana Aksi Nasional, dia yakin beberapa substansi sebetulnya sudah dikerjakan.
"Tetapi ada juga beberapa usulan inisiatif inisiatif baru. Karena ini sifatnya draft sehingga masih bisa diberikan input untuk memperkaya konten dari rencana aksi nasional ini," tambahnya.
Menurutnya, draft perencanaan nasional tersebut merupakan pengembangan dari pariwisata wellness Indonesia tahun 2022 sampai 2026.
Baca juga: Emilia Contessa Meninggal Dunia
"Saya yakin kita semua sepakat bahwa wellness tourism yang ingin kita kembangkan adalah sifatnya berkelanjutan, berkualitas tetapi juga inklusif sesuai dengan arah pengembangan Pariwisata Indonesia," jelasnya.
Bahkan, menurut Arya, sampai saat ini Indonesia masih menjadi pasar terbesar kedua dengan kontribusi sebesar 1,5 juta pekerja di bidang wellness.
"Kita ingin mendorong wellness Indonesia menjadi kontributor terbesar dari aspek pariwisata. Sehingga rencana aksi Nasional ini dibutuhkan dalam rangka percepatan pengembangan wellness tourism di Indonesia dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara," paparnya.
Ditegaskan Arya, wellness tourism adalah sebuah aktivitas untuk memelihara, mengelola, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.
Baca juga: Polres Purbalingga Gagalkan Tawuran Remaja Bersenjata Tajam, Tetapkan Tujuh Tersangka
"Motivasinya adalah untuk hidup sehat, mencegah penyakit, mengurangi stres, mengelola kebiasaan gaya hidup yang buruk, kemudian sifatnya proaktif dan non medis," tegasnya
Karena itu, lanjutnya, sangat berbeda dengan wisata medis yang perlu betul-betul memberikan delineasi yang kuat antara medis dan wellness tourism.
"Meskipun nanti sebetulnya produknya bisa dikombinasikan, tetapi sebetulnya tujuannya sangat berbeda," tambahnya.
Menurutnya, wellness tourism adalah perjalanan yang diasosiasikan dengan upaya mempertahankan atau memperkuat kualitas hidup agar menjadi lebih baik, kebahagiaan kepuasan, tingkat stres yang rendah serta kesehatan fisik dan mental.
Baca juga: Bantu Korban Banjir, PMI Kota Semarang Terjunkan Relawan di Baturagung Grobogan
"Karena definisi tersebut, kami menjabarkan kepada cakupan aktivitasnya dan kami akhirnya menyadari bahwa wellness tourism ini cakupannya sangat luas," paparnya..
Dikatakan Arya, yang sudah sangat populer di antara kita semua memang spa and beauty yang sudah sangat kuat.
Namun demikian, pihaknya juga memiliki jenis atraksi lain yang terlibat dalam wellness tourism. Beberapa di antaranya adalah misalnya makanan lokal yang berkualitas, penawaran budaya, ada pengalaman lokal yang menarik, ada akomodasi premium ada seri spa di Bali.
"Banyak sekali yang juga membranding usahanya, akomodasinya yang menawarkan aktivitas kebugaran atau wellness," urainya.
Baca juga: Sambut Harlah ke-102 NU, PCNU Demak Gelar Apel Akbar Kebangsaan
Tak hanya itu, bahkan ada namanya natural setting yang bisa menjadi bagian dari wellness Tourism.
"Akhirnya kami menyadari di level nasional wellness tourism ini perlu kita kembangkan lebih luas lagi," ujarnya.
