JEPARA, HELOINDONESIA.COM - Kabupaten Jepara yang terletak di sisi timur-utara Kota Semarang, memiliki segudang destinasi wisata. Secara topografi dibagi dalam empat wilayah yaitu: Wilayah pantai di bagian pesisir barat dan utara, kemudian wilayah dataran rendah di bagian tengah dan selatan. Ada juga wilayah pegunungan di bagian timur yang merupakan lereng barat dari Gunung Muria.
Serta wilayah perairan atau kepulauan di bagian utara yang merupakan serangkaian Kepulauan Karimunjawa. Garis pantai sepanjang 82,73 km terpanjang kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Brebes, membentang dari selatan ke utar
Dari topografi yang seperti itu membuat Kabupaten Jepara memiliki banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza, AP MSi melalui Kabid Pemasaran Agus Wibowo SE MM, wisata di Kabupaten Jepara terbagi tiga, wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan.
Dari tiga kategori wisata itu, Benteng Portugis masuk dalam kategori wisata budaya, ada juga Museum Kartini, Benteng VOC, Monumen Ari-Ari RA Kartini, Candi Angin dll. Benteng Portugis itu sendiri menjadi penanda, benteng kokoh kala itu.
Kerajaan Mataram
Benteng Portugis Jepara secara administratif terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Portugis membangun benteng tersebut pada tahun 1632, pada masa Sultan Agung memerintah Kerajaan Mataram.
Benteng Portugis ini dibangun di atas sebuah bukit batu di pinggir laut dan persis di depannya terhampar Pulau Mandalika. Tempat wisata itu perpaduan wisata alam dan sejarah yang saat ini masih bisa dinikmati wisatawan.
Benteng ini merupakan hasil perjanjian antara Kerajaan Mataram dengan Portugis. Fungsi benteng ini sebagai pusat pertahanan dan menjaga lintas pelayaran dari ancaman VOC. Pada saat itu Mataram berseteru dengan VOC yang memonopoli aktivitas perdagangan di Asia.
Benteng Portugis dibangun di atas sebuah bukit yang menjorok ke arah laut (tanjung), diapit dua teluk disebelah barat dan timur. Tebing bukit sisi barat dan utara merupakan tebing yang terjal dengan beberapa singkapan batuan padas.
Batu Padas
Benteng ini sekarang hanya tinggal pagarnya yang terbuat dari batu padas yang disemen. Benteng tersebut memiliki tiga buah pintu yang terdiri dari satu pintu utama di sisi selatan benteng, satu pintu di sisi barat dan satu pintu di sisi utara. Pada benteng sisi utara terdapat tiga lubang berbentuk huruf U yang dimungkinkan merupakan tempat meletakkan meriam dengan arah menghadap ke laut.
Di tengah-tengah benteng terdapat struktur berbentuk persegi empat yang terbuat dari tumpukan fragmen batu padas. Di atas struktur ini pada waktu kini telah dibangun jalan setapak dari paving blok.
Di dalam benteng pojok barat laut telah dibangun sebuah gardu pandang yang berbentuk segi delapan. Di belakang lubang berbentuk U pada dinding benteng sekarang dibangun diorama meriam kecil menghadap ke arah laut.
Di sekeliling benteng telah dibangun jalan setapak dari paving blok yang saling berhubungan dan kesemuanya mengarah ke pantai di utara dan timur bukit sebagai jalan turun atau naik pengunjung baik dari arah pantai menuju ke benteng maupun sebaliknya.
Kendaraan Pribadi
Di bawah bukit sisi barat dan ditepi pantai terdapat bangunan yang mirip dengan Benteng Portugis yang berada di puncak bukit. Bangunan ini dibangun menempel pada tebing bukit yang mirip dengan sebuah goa.
Untuk mencapai Benteng Portugis tersedia sarana jalan aspal berbatu dan hanya dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi dikarenakan tidak ada rute transportasi umum ke situs sejarah ini.
Jalan untuk menuju Benteng Portugis dapat ditempuh baik melalui kota Jepara ataupun dari kota Pati melalui kecamatan Dukuhseti atau kecamatan Tayu. HTM untuk wisatwan juga tergolong murah, untuk hari Sabtu dan Minggu atau libur nasional dewasa bertarif Rp 8.000, anak-anak Rp 5.000. Sedangkan Pekan Syawalan / Pesta Lomban / Pekan Natal dan Tahun Baru / Event Lainnya : - Dewasa : Rp 15.000 - Anak - anak : Rp 10.000. (ADE)
