KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terus mendorong semua tempat usaha, baik rumah makan, restoran, hotel hingga destinasi wisata agar menerapkan metode pembayaran digitalis melalui Qris (Quick Response Code Indonesian Standard) atau metode pembayaran digital yang dilakukan dengan cara memindai kode QR.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kendal, Abdul Wahab menjelaskan, hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2021 tentang Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota Serta Tata Cara Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah.
"Sehingga ini menjadi kewajiban pemerintah daerah bagaimana proses digitalisasi dalam aktivitas keuangan itu bisa dilakukan. Dan Bapenda dalam hal ini ikut mengawal. Tidak hanya di restoran, rumah makan dan tempat usaha lainnya, tapi kita juga merambah ke tempat-tempat wisata," ujarnya, Selasa 1 Oktober 2024.
Baca juga: Safari Politik di Kendal, Ahmad Lutfhi Dorong Produk UMKM Masuk ke Mall
Dipaparkan, salah satu tempat wisata yang menjadi pilot poject atau percontohan penerapan pembayaran melalui Qris adalah destinasi wisata Kalikesek yang berada di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sriwulan Makmur.
"Kenapa kalikesek, karena kalikesek ini embrio pariwisata yang paling bagus yang dikelola BUMdes di Kabupaten Kendal. Nah sekarang kita lihat pembayaran melalui qris sudah diterapkan di Kalikesek.
Dan ini menjadi sinyal yang bagus bahwa digitalisasi juga bisa sampai dengan tempat yang letaknya jauh dari kota," papar Abdul Wahab.
Lebih Mudah
Ia juga berharap nantinya semua tempat usaha di setiap sudut Kabupaten Kendal bisa menerapkan pembayaran melalui Qris. Sehingga semua transaksi bisa dilakukan lebih mudah melalui handphone.
"Jadi kemana-mana cukup dengan satu genggaman. Kita bisa menikmati hotel, restauran, pariwisata. Dan dampaknya semua lebih mudah dengan digitalisasi. Masyarakat tidak perlu membawa uang tunai tapi hanya melalui HP," tandasnya.
Baca juga: Sukses Sabet Medali di PON 2024, Sembilan Atlet Kabupaten Semarang Diarak Keliling Kota
Sekretaris Unit Wisata BUMDes Sriwulan Makmur, Arik Anas Ma'ruf menjelaskan, pembayaran digital melalui qris ini telah diterapkan sejak enam bulan yang lalu. Pembayaran melalui Qris ini tidak hanya diterapkan di loket masuk tetapi juga di warung-warung UMKM yang ada di area wisata.
"Biasanya pembayaran melalui qris ini lebih disukai pengunjung anak muda. Karena anak muda memang suka karena lebih praktis. Ya walaupun memang masih banyak pengunjung yang melakukan pembayaran secara tunai. Tapi kita terus sosialisasikan kepada pengunjung agar bayar pakai Qris," katanya.
Menurutnya, melalui Qris ini pembayaran bisa lebih praktis dan sangat mempermudah transaksi di lingkungan wisata Kalikesek.
"Apalagi dengan HTM kita yang murah Rp 2 ribu, pasti kita harus menyediakan uang receh yang banyak untuk kembalian. Kalau memakai Qris kan mereka tinggal scan barkotnya langsung selesai, kita kasih tiket langsung masuk, sangat memudahkan sekali," beber Arik.
Baca juga: Atlet MMA USM Rebut Tiga Emas pada Kejuaraan Fighter RFA di Demak
Disisi lain, Kepala Desa Sriwulan, Sulistyo mengungkapkan, penerapan pembayaran melalui qris ini terkadang masih terkendal dengan sinyal internet mengingat wisata Kalikesek berada cukup jauh di kaki pegunungan.
"Pembayaran melalui Qris ini sangat membantu dan mempermudah kegiatan kami di Kalikesek. Cuma kadang terkendala dengan sinyal yang jelek. Alhamdulillah dari Diskominfo sudah membantu wifi, harapannya nanti kalau sinyal sudah semakin lancar keinginan pengunjung yang menggunakan pembayaran melalui qris semakin meningkat," pungkas Kades Sriwulan. (Anik)