HELOINDONESIA.COM -Budayawan Sujiwo Tejo baru-baru ini mengungkapkan penyesalannya atas penilaiannya terhadap Gus Miftah. Melalui unggahan di media sosial, Sujiwo Tejo menyampaikan permintaan maafnya.
Ia sadar dan mengakui kesalahannya dalam memahami situasi yang sebenarnya. "Aku mau minta maaf pada Gus Miftah karena telah suudzon, berburuk sangka ternyata Gus Miftah itu seorang wali," ungkap Sujiwo Tejo.
Lho lho lho, Kog bisa
Baca juga: Terkait Polemik Gus Miftah, Nikita Mirzani Melakukan Pembelaan
Ia menjelaskan bahwa tindakan Gus Miftah yang sempat menuai kritik, seperti mengolok-olok seorang penjual es teh bernana Sunhaji, ternyata memiliki makna yang lebih dalam.
Menurut Sujiwo Tejo, Gus Miftah adalah sosok wali yang menyamar. "Kelihatannya saja Gus Miftah itu mengolok-olok, padahal dia mungkin adalah seorang wali yang tidak ingin dipuji," tambahnya.
"Tapi Bapak Sunhaji sekarang akan bisa umroh, punya rumah, punya duit." kata Sujiwo Tejo, dengan cara yang unik tersebut Gus Miftah ingin membantu penjual es teh Sunhaji tanpa membuatnya merasa berhutang budi.
Harumkan nama NKRI
Baca juga: Megawati Cetak Sejarah Saat Red Sparks Tenggelamkan Hi Pass 3-1 Pada Putaran ke 3
Sujowo Tejo kemudian menyampaikan banyak kisah-kisah wali yang memberi duit dengan cara membuang duit ke muka orang supaya orang itu tidak merasa berhutang rasa, selerti yang dilakukan oleh Gus Miftah.
Sujiwo Tejo juga meminta maaf kepada penjual es teh tersebut, "Aku juga mohon maaf kepada Bapak Sunhaji yang pura-pura senang ketika diberangkatkan umroh, baik oleh Gus Miftah atau oleh siapapun." ucap Sujiwo Tejo.
Waduh, Jangan lewatkan
Baca juga: Penembakan Gamma, LBH: Ada Dugaan Kapolrestabes Lakukan Obstruction of Justice
Menurutnya Sunhaji seolah-olah senang dengan pemberian tersebut, padahal seseorang yang kalau sudah punya niat umroh atau niat berhaji, tetapi tidak sanggup, pahalanya sama saja dengan orang yang berumroh dan berhaji.
"Apalagi Bapak Sunhaji, walaupun dia tidak umroh, bahkan dia sudah, namanya Sunhaji. Bapak Sunhaji pura-pura senang supaya kita semua juga senang." terangnya.
Kepada netizenpun Sujiwo Tejo juga meminta maaf, sebab dengan komentar netizen yang berburuk sangka. Netizen seolah-olah memaki-maki menghujat Gus Miftah, padahal mereka tahu Gus Miftah wali.
"Berarti netizen juga wali, pura-pura berbuat goblok, memaki-maki menghujat, padahal di dalam hati memuji agar supaya tidak kelihatan memuji." lanjut Sujiwo Tejo.
Terakhir Sujiwo Tejo juga meminta maaf kepada para penguasa dan negara yang ternyata adalah negara para wali.
"Aku juga minta maaf kepada penguasa yang tidak memecat Gus Miftah supaya tidak kelihatan menuruti gendak rakyat, supaya kelihatan punya pendirian, supaya tidak dipuji, dan supaya tidak dijilat-jilat oleh masyarakat, Aku minta maaf. Ternyata Indonesia adalah negara para wali. Netizennya wali, Sunhajinya wali." pungkasnya.
Peristiwa ini bermula dari sebuah video yang menampilkan Gus Miftah berbicara tentang seorang penjual es bernama Bapak Sunhaji. Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat bercanda dengan nada yang seolah-olah mengolok-olok bahwa jualanjya tidak laku dengan kata kata yang kasar.
Candaan ini memicu berbagai reaksi dari publik, sebagian menganggapnya sebagai bentuk penghinaan. Namun, ada pula bagi mereka yang memahami gaya dakwah Gus Miftah, tindakan tersebut adalah bagian dari pendekatan kepada umat.***
