HELOINDONESIA.COM -Untuk mencapai swasembada pangan pada 2028, Indonesia telah menyiapkan berbagai strategi edukatif dan praktis yang bertujuan meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh di berbagai aspek pertanian untuk mempercepat pencapaian ini.
Salah satu langkah utama adalah peningkatan kualitas dan infrastruktur dasar pertanian, seperti perbaikan benih dan irigasi. Peningkatan subsidi pupuk dari 4,5 juta menjadi lebih dari 9 juta ton juga dilakukan untuk memastikan petani memiliki akses yang memadai terhadap kebutuhan dasar dalam bertani.
Gak Bahaya Ta?
Baca juga: Kelemahan Kabinet Prabowo, Bisa Mandek Karena Sibuk Urusan Internal Setidaknya 1 Tahun
"Semua harus diperbaiki, benihnya diperbaiki, irigasinya diperbaiki. Pupuk kan sudah, kemarin dari 4,5 juta (pupuk subsidi) menjadi 9 juta lebih, semua harus kita perbaiki kalau kita mau optimal," kata Zulkifli di Subang, Jawa Barat, Kamis.
Menurut Zulkifli, upaya perbaikan ini akan berperan penting dalam mengoptimalkan hasil produksi pangan nasional.
Selanjutnya, program cetak sawah yang diprakarsai oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dianggap perlu terus digiatkan. Program ini mencakup perluasan lahan pertanian di wilayah-wilayah baru seperti Merauke dan Kalimantan Tengah, yang diharapkan dapat menopang ketahanan pangan jangka panjang.
Lho lho lho
Baca juga: Timses Anies Baswedan Tom Lembong Tersangka Kasus Korupsi Impor Gula
Penggunaan teknologi modern juga menjadi fokus dalam strategi mencapai swasembada pangan. Zulkifli menyoroti perlunya adopsi teknologi di bidang pangan, seperti penggunaan mesin panen otomatis dan distribusi pupuk melalui drone.
Teknologi ini, yang bisa diadopsi oleh petani dan kelompok tani, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas pertanian. Dengan demikian, perpindahan ke metode pertanian modern akan mempercepat pencapaian swasembada dan mengurangi ketergantungan pada teknologi tradisional yang kurang efisien.
Kog bisa ?
Baca juga: Ko Hee-jin Malah Senang Saat Megawati Dkk Kalah Melawan IBK Altos
Selain itu, pemerintah mendorong perluasan area tanam di luar Pulau Jawa. Wilayah Papua, misalnya, akan dikembangkan menjadi pusat lumbung pangan masa depan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam program ini, Papua akan dioptimalkan untuk pertanian padi, jagung, dan tebu, yang diharapkan bisa mencapai luas lahan sawah hingga dua juta hektare dan perkebunan tebu sekitar 600 ribu hingga satu juta hektare dalam lima tahun mendatang.
Dengan kombinasi strategi perbaikan infrastruktur, perluasan lahan, serta adopsi teknologi modern, diharapkan Indonesia bisa mencapai swasembada pangan pada 2028, menciptakan ketahanan pangan yang kuat, dan mengurangi ketergantungan pada impor.***
