SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan terobosan strategis bernama KERSEN HACKER (Kemitraan Strategis dengan Perwakilan Perdagangan sebagai Growth Hacker Pasar Global untuk Optimalisasi Ekspor Non-Tradisional Jawa Tengah), di Semarang, Rabu 19 Agustus 2026.
Terobosan ini dirancang untuk mendongkrak ekonomi daerah dengan membuka akses pasar ekspor baru di kawasan non-tradisional yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi tinggi.
Selama ini, kinerja ekspor Jawa Tengah masih sangat bergantung pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Cina. Ketergantungan ini rentan terhadap gejolak ekonomi global. Ketika ekonomi negara-negara tersebut melambat akibat krisis global, mengalami resesi, inflasi tinggi, atau kebijakan proteksionisme, kinerja ekspor Jawa Tengah akan langsung merosot tajam. Inovasi KERSEN HACKER hadir sebagai solusi untuk melakukan diversifikasi pasar ke negara-negara non-tradisional yakni kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Jawa Tengah sekaligus Project Leader inovasi ini, Suci Baskoro Wati SS MBus., menjelaskan bahwa diversifikasi atau penetrasi ekspor ke pasar non-tradisional tidak dapat ditunda lagi.
Selama ini penetrasi ke pasar non-tradisional belum optimal karena keterbatasan market intelligence serta kurangnya literasi ekspor bagi UMKM lokal kita. Gagasan ini cukup inovatif karena mengubah paradigma hubungan birokrasi antara Disperindag Provinsi Jawa Tengah dengan Perwakilan Perdagangan di luar negeri (Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center/ITPC).
"Kita optimalkan peran perwakilan Kementerian Perdagangan di luar negeri. Mereka adalah 'ujung tombak' kita untuk mempromosikan produk lokal sekaligus membuka pintu pasar internasional," tegas Suci di Semarang, Rabu (19/8/2026).
Sebagai langkah awal dalam target 60 hari ke depan, Suci membidik Uni Emirat Arab (UEA) melalui kolaborasi erat bersama ITPC Dubai. Pemilihan UEA bukan tanpa alasan; negara ini menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang melesat dan stabil.
Keuntungan makin berlipat berkat adanya Perjanjian Perdagangan Bebas (IUAE-CEPA) yang menawarkan bea masuk rendah bagi produk Indonesia. Tak hanya itu, UEA memegang posisi vital sebagai gerbang logistik (hub) menuju Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Afrika.
"Riwayat impor komoditas non-migas Jawa Tengah ke UEA sudah cukup beragam, sehingga risiko penetrasi pasarnya jauh lebih terukur," tambah Suci.
Strategi ini tidak berhenti di UEA. Tim Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jateng telah menyiapkan peta jalan jangka menengah dan panjang untuk merambah negara non-tradisional lainnya. Atas kolaborasi ini, Suci menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala ITPC Dubai yang telah menjembatani tatap muka langsung antara para buyer UEA dengan para pelaku usaha Jawa Tengah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia SE MM selaku mentor, memberikan dukungan penuh terhadap aksi perubahan ini. Menurutnya, KERSEN HACKER merupakan inovasi yang selaras dengan upaya transformasi layanan pengembangan ekspor daerah.
Kolaborasi strategis dengan perwakilan perdagangan diharapkan mampu memperkuat intelijen pasar, membuka akses ke pasar-pasar non-tradisional yang potensial, memperluas jejaring bisnis internasional, serta mempercepat peningkatan daya saing dan ekspor produk unggulan daerah.
Emmy meyakini implementasi proyek ini akan memberikan nilai tambah yang nyata bagi pelaku usaha dan mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan melalui penguatan kemitraan global yang adaptif dan berorientasi pada hasil.
Aksi perubahan ini berdampak langsung terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas, khususnya dalam meningkatkan volume dan nilai ekspor non-migas Jawa Tengah, serta memperluas diversifikasi pasar global guna memitigasi risiko ketergantungan pada pasar tradisional. Adopsi konsep growth hacker ke dalam manajemen perdagangan luar negeri merupakan suatu hal baru yang belum dilakukan di organisasi kami. Ini menekankan pada eksperimentasi cepat, pemanfaatan data perilaku konsumen, penetrasi digital, serta pendekatan low-cost high-impact untuk mendongkrak ekspor UMKM Jawa Tengah.
Implementasi KERSEN HACKER diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, mulai dari efisiensi anggaran daerah melalui optimasi aset yang ada, hingga lonjakan nilai ekspor riil yang akan menyerap tenaga kerja lokal di sektor industri dan pertanian.
Dengan diluncurkannya KERSEN HACKER, Disperindag Jawa Tengah optimistis dapat membawa produk unggulan lokal menjadi motor penggerak ekspor non-tradisional yang tangguh di kancah global. Ekspor Jawa Tengah berani Mendunia!
Setelah acara launching, sebagai tindak lanjut aksi, dilaksanakan business matching antara 15 pelaku usaha/eksportir Jawa Tengah dengan Kepala ITPC Dubai Widy Haryono dan 7 orang buyers dari UEA secara hybrid. Jawa Tengah menawarkan 6 komoditas unggulan sesuai keminatan importir/buyers UEA, yakni furniture rotan, gula kelapa, briket/arang batok kelapa, home decor, produk herbal, dan keramik.
Pemilihan UEA sebagai sasaran tembak utama bukan tanpa alasan. Selain telah terikat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (IUAE-CEPA) yang memberi tarif bea masuk relatif rendah bagi produk Indonesia, UEA juga memegang peran vital sebagai gerbang logistik (hub) menuju kawasan Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Afrika.
Dengan bekal strategi growth hacker dan pintu Dubai yang kini terbuka lebar, Disperindag Jateng optimistis produk-produk lokal tak hanya sekadar hadir, tapi siap menguasai pasar non-tradisional. Ekspor Jawa Tengah, berani mendunia (Aji)
