Helo Indonesia

Peran Pemerintah Mempromosikan Sektor Spa Wellness Sebagai Bagian Industri Pariwisata Unggulan

M. Haikal - Ekonomi
Selasa, 7 Januari 2025 20:34
    Bagikan  
Industri Pariwisata
Foto: tangkapan layar

Industri Pariwisata - Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi Kunjung Nasehat.

HELOINDONESIA.COM -Peran pemerintah dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang spa wellness di Indonesia sangat penting.

Pemerintah harus menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan dan peningkatan kompetensi dengan kebijakan progresif, berstandar internasional serta membantu mempromosikan sektor spa wellness sebagai bagian dari pariwisata unggulan.

Pemerintah juga perlu menciptakan lingkungan yang mendukung para profesional dalam mengasah keahlian mereka menuju spa wellness yang berkualitas global.

Karena itu, pemerintah berperan sebagai kunci dalam memberikan landasan yang kokoh dengan memastikan standar keamanan dan kualitas yang tinggi, serta menjembatani kolaborasi antara industri dan pendidikan untuk mencapai kesuksesan bersama.

Baca juga: Musim Hujan, Setiap Hari, Ada Pohon Tumbang di Bandarlampung

Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Kunjung Nasehat seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Selasa (7/1/2025) mengungkapkan bagaimana peran pemerintah dalam konteks kompetensi SDM di Indonesia berkaitan dengan spa wellness.

"Saya kira ini tantangan ke depan adalah pasti bicara tentang bagaimana perkembangan spa wellness ini," ujarnya.

Menurutnya, BNSP sebagai lembaga non struktural yang didirikan oleh pemerintah berdasarkan Undang-undang 13 tahun 2003 itu berkaitan dengan sertifikasi profesi.

"Ini tantangan kita ke depan tentang produktivitas tentang kompetitif dan daya saing. Daya saing di bidang spa wellness ini sangat banyak sekali tantangannya," ungkapnya.

Baca juga: Usai Jalani Seleksi Terbuka, Prof. Zudan Arif Fakrulloh Resmi Dilantik Jadi Kepala BKN

Bicara daya saing di bidang spa wellness, lanjut Kunjung, kita bisa memperhatikan di mana-mana Thailand menjadi salah satu negara yang mesti menjadi competitiveness SDM dalam negeri, begitu juga dengan produktivitasnya.

"Tapi saya yakin betul apa yang dilakukan dengan teman-teman di bidang spa ini ya tentunya banyak berkiprah, baik domestik maupun internasional," ucapnya optimis.

Namun demikian, Kunjung mengingatkan, tantangan ke depan dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di bidang spa wellness ini.

"Pemerintah sudah mempunyai strategi pengembangan atau melibatkan industri yang dalam pengembangan berbagai bidang," ujarnya.

Baca juga: Jaksa Agung Tekankan Pentingnya Sinergi Penegak Hukum  dalam Penanganan Perkara Koneksitas Tindak Pidana Korupsi

Dia mencontohkan di bidang pendidikan dengan Perpres No 68 itu dalam meningkatkan kompetensi para guru instruktur vokasi.

"Bagaimana lulusan itu diterima di industri, itu yang paling penting tentunya. Bagaimana tentang teaching industry atau teaching vectory. Jadi orang-orang yang bekerja itu, di samping mempunyai keterampilan dia juga harus ke lapangan," paparnya.

Jadi, lanjut Kunjung, sangat penting bagaimana peran kita dalam rangka meningkatkan namanya keterlibatan industri spa wellness

"Bicara tentang sistem kerja daripada kompetensi nasional itu, sebenarnya kita sudah memulai sejak tahun 1990. Tetapi perkembangan ini sangat pesat," ujarnya.

Baca juga: Kado Spesial dari Prabowo, Masyarakat Berulang Tahun Bakal Terima Skrining Kesehatan Gratis

Karena itu, sambungnya, jika dikaitkan dengan industri spa wellness akan menerima keterampilan atau kompetensi seseorang melalui sertifikasi kompetensi yang dilakukan oleh BNSP.

"Dari sejarah yang cukup panjang ini perkembangan teknologi dan lain-lain sangat berubah. Jadi kalau kita lihat industri spa wellness ini kita lihat saja saat ini bagaimana bicara aging population dan lain-lain," urainya.

Lanjut Kunjung, estetika ini juga banyak dikembangkan di bidang industri yang tidak hanya berlaku di Indonesia tapi juga di negara-negara maju.

Menurutnya perkembangan teknologi sangat maju di bidang industri bidang pariwisata.

Baca juga: Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Bersama Mendagri

"Saya kira ini tantangan kita ke depan bagaimana kita menyesuaikan kondisi ini. Sehingga di sisi ketenagakerjaan ketika dia bekerja memang mempunyai pengalaman, mempunyai skill yang full agar bisa diterima di dunia industri yang membutuhkan," tandasnya.