HELOINDONESIA.COM - Musim kemara panjang berkah bagi para petani buah, khususnya di wilayah Jawa Timur, khususnya jenis buah melon, blewas hingga semangka mengalami pertumbuhan yang menggembirakan.
Salah satunya adalah jenis tanaman buah blewah di wilayah Kabupaten Tuban, Jatim menggelar festival buah, pada panen raya buah blewah di desa itu.
Pemerintah Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban bersama PT Rojo Koyo Mandiri (RKM) menggelar Festival Blewah Banaran, yang digelar di area persawahan desa setempat, Minggu (20/8/2023).
Festival digelar lantaran melimpahnya buah blewah di desa itu, hingga mengalami peningkatan saat panen raya.
Baca juga: Di Tuban, Wapres Tegaskan, Warga NU Wajib Bersiap Siaga Hadapi Bahaya yang Akan Datang
Kegiatan Festival Blewah dirangkai dengan berbagai acara seperti jalan sehat bersama warga, lomba blewah terbesar dan termanis, olahan khas blewah dan beberapa stan penjualan blewah murah.
Kegiatan tersebut dipelopori Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky bersama kepala dinas dan para camat dan manajemen PT RKM.
Kepada wartawan di Tuban Bupati Lindra mengatakan kegitan itu merupakan penanda dari panen raya blewah dan festival blewah di Desa Sembungrejo, Merakurak, Tuban.
Baca juga: Inilah Tujuh Kasus Kebaran Hutan Mendapat Reaksi DPRD Jatim, Belum Diketahui Penyebabnya
"Luar biasa, ini adalah alternatif petani ketika menginginkan hasil panen yang optimal untuk meningkatkan pendapatan petani," puji Mas Lindra.
Disampaikannya, masa tanam blewah ini hanya membutuhkan waktu sekitar 50 hingga 60 hari saja, dengan proses pemupukan mulai dari tanam hingga panen 4 kali.
"Dengan biaya pupuk setiap 1 hektare kisaran Rp200 ribu, sehingga dapat kita kalkulasi biaya hingga panen sekitar Rp 800 ribu hingga Rp1,2 juta," rinci bupati.
Bupati yang selalu digandrungi kaum hawa di setiap acara itu menegaskan, hasil panen petani dalam 1 hektare dapat mencapai Rp40 juta, sehingga petani dapat meraup untung bersih sekitar Rp35 juta hingga Rp38 juta.
Baca juga: Tekab 308 Pesawaran Kejar Remaja Putri Penipuan Rp1 M Hingga Jatim
Sehingga, kata Mas Lindra jika dibandingkan dengan tanaman padi dalam 1 hektare petani hanya dapat meraup laba bersih sekitar Rp20 juta.
"Ini adalah bentuk kreativitas petani yang ada di desa ini, sehingga diharapkan ini dapat ditiru dan ditingkatkan di wilayah lain," harap alumnus Unair Surabaya itu.
Diterangkannya, luas lahan yang ditanami petani blewah ini ada sekitar 15 hektare, sebelumnya hanya sekitar 8 hektare.
Namun pada tahun ini keberhasilannya mencapai 2 kali lipat maka tahun ini ada 15 hektare tanaman blewah.
"Diharapkan tahun depan dapat meningkat. Sebab tanam blewah ini membutuhkan cuaca kemarau atau minim air," imbuh Bupati Tuban ke-53 itu.
Mas Lindra mengatakan potensi blewah Desa Banaran sangat luar biasa, dari hasil panennya sangat diapresiasi tingkat keberhasilannya.
Terkait rasanya, Mas Lindra mengakui rasanya manis, teksturnya agak lembut dan yang luar biasa hasilnya besar.
"Varietas blewah di sini tidak hanya satu, tapi ada lebih dari 3 varietas. Luar biasa, saya memberikan rekomendasi jika ingin konsumsi buah yang sehat, blewah ini dapat dikonsumsi masyarakat," ajak Mas Lindra.
Ia berharap, jika selama ini masa tanam blewah hanya sekali dalam setahun, maka ke depan diharapkan bisa 4 kali, apalagi masa tanamnya hanya 2 bulan saja. **
