Helo Indonesia

Dikhianati dan Diasingkan dari Produknya, Begini Kisah Tragis Penemu dan Pencetus Indomie

Jumadi - Ekonomi
Kamis, 24 Agustus 2023 12:53
    Bagikan  
Indomie
screenshot of youtube

Indomie - Kisah penemu Indomie

HELOINDONESIA.COM - Semua masyarakat Indonesia pasti sudah tahu dengan mi instan Indomie.

Indomie menjadi makanan favorit karena memiliki rasa yang enak dan harganya juga sangat terjangkau.

Namun dibalik kesuksesannya saat ini, ternyata Indomie memiliki cerita yang tragis bagi sang penemu dan pencetusnya yakni Djajadi Djaja.

Hali ini diceritakan berdasarkan vieo yang beredar di media sosial TikTok dengan nama akun @hizkiaontiktok.

Baca juga: Komisi I DPRD: Ya Sudah Tutup Saja Kolam Renang Lembah Damai

Djajadi Djaja disingkirkan dari produk yang telah ia lahirkan sendiri.

Pasti tidak banyak orang yang tahu tentang Djajadi Djaja dan bagaimana drama yang dialami penemu sekalgis pencetus indomie tersebut bisa tersingkir dari produknya sendiri.

Drama itu berawal dari konflik internal di dalam bisnis mi instan tersebut.

Mungkin bagi sebagian orang tau mengira bahwa Salim Group adalah penemu dari mi instan Indomie.

Hal ini tidak aneh karena memang produk mi instan ini sudah melekat dengan nama Salim selama puluhan tahun.

Baca juga: Bupati Kediri Instruksikan ASN Menukar Tabung Elpiji Bersubsidi ke Nonsubsidi, Jumlahnya Sudah Mencapai 500 Tabung

Djajadi Djaja harus merelakan produk yang sudah ia besarkan bersama rekan-rekannya.

Hal ini terjadi pada tahun 1972 silam, dimana Indomie jatuh seluruhnya ke tangan salim group.

Pada masa itu, kejadian ini sempat menggemparkan di lingkungan pengusaha taipan di Indonesia karena merek dan produk yang Djajadi Djaja rintis bersama rekan-rekannya diambil alih oleh rekan bisnisnya sendiri.

Permasalahan ini muncul ketika Djajadi Djaja bersama Salim Group sepakat untuk mendirikan perusahaan patungan bernama PT. Indofood Interna Corporation pada tahun 1984.

Pada awalnya Djajadi Djaja dan rekan-rekannya memiliki bagian saham sebesar 57,5 persen dan Salim Group hanya memiliki 42,5 persen atas saham PT. Indofood Interna Corporation.

Namun pada tahun 1993, Djajadi Djaja bersama rekan-rekannya mengalami masalah internal perusahaan terkait keuangan.

Baca juga: Sultan Gaming Buruan Merapat, Samsung RILIS Monitor Ultrawide Curve Neo G9 dengan Layar Melengkung LED 57”

Salim Group memutuskan tidak lagi menggunakan perusahaan Djajadi Djaja sebagai distributor, melainkan menggunakan anak usahanya sendiri bernama PT. Indomarco Adi Prima.

Distributor bahan baku pun diganti, kemudian saham diakuisisi penuh dan dalam sekejap Djajadi Djaja bersama rekan-rekannya hilang dari bisnis Indomie.

Merasa terhianati, Djajadi Djaja memilih untuk melanjutkan bisnis pabrik mi instan baru yang mulai dirintis sejak Mei 1993 dengan nama PT. Jakarna Tama.

Perusahaan ini memproduksi mi dengan merk Mie Gaga dengan beberapa varian Mie Gaga 100, Mie Gaga 1000, Mie Gepeng, dan Mie Telor A1.

Baca juga: Viral Warga Jateng Sukarela Menempel Stiker Gambar Anies Baswedan di Rumah Masing-masing

Sebenarnya Djajadi Djaja mencoba merebut kembali haknya atas Indomie.

Hal ini ia lakukan pada 17 Desember 1998 dengan cara menggugat Indofood ke pengadilan karena telah merasa dipaksa untuk menjual saham dan merek ke PT. Indofood Interna Corporation dengan harga rendah.

Selain itu, Djajadi Djaja juga menuntut Salim Group karena telah memanipulasi kepemilikan saham supaya kepemilikan saham Djajadi Djaja semakin mengecil.

Akan etapi, semua usahanya itu gagal meskipun sudah mengajukan banding sampai ke Mahkamah Agung.

Setelah proses yang panjang, Djajadi Djaja memilih untuk membesarkan produk barunya yaitu Mie Gaga.

Pada tahun 2022, Mie Gaga menduduki posisi keempat yang merupakan mi yang paling banyak dipilih masyarakat Indonesia.